Amasia: Kapan, di Mana, dan Bagaimana Superbenua akan Terbentuk?

Konten Media Partner
17 Oktober 2022 18:40
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Amasia: Kapan, di Mana, dan Bagaimana Superbenua akan Terbentuk? (28278)
zoom-in-whitePerbesar
Bentang alam Bumi yang dicirikan oleh lautan luas dan benua nan luas terus berubah.
Sebuah model baru yang dirancang oleh para peneliti Australia kini memprediksi bahwa Samudra Pasifik akan menghilang, kemudian menyatukan benua-benua untuk membentuk superbenua baru yang disebut Amasia, di sekitar Kutub Utara.
Namun, pembentukan superbenua ini diprediksi bakal berlangsung 200 atau 300 juta tahun mendatang.
Skenario yang diproyeksikan oleh para ilmuwan dari Universitas Curtin di Australia dan Universitas Peking di China, memprediksi Benua Amerika bergerak ke barat dan Benua Asia bergerak ke timur.
Lantas Benua Antartika bergerak menuju Amerika Selatan, Benua Afrika menempel pada Benua Asia di satu sisi dan Benua Eropa di sisi lain sehingga membentuk Amasia.
Makalah penelitian ini diterbitkan jurnal ilmiah National Science Review.

Benuasuper

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa dengan pendinginan sekuler lapisan Bumi, kekuatan keseluruhan lautan menjadi lebih lemah serta Samudra Pasifik akan menyusut menjadi samudra yang lebih kecil daripada Samudra Atlantik dan Hindia yang meluas," kata penulis utama Dr Chuan Huang, dari Kelompok Riset Dinamika Bumi serta Fakultas Ilmu Bumi dan Planet Universitas Curtin.
Bumi yang kita huni sekarang merupakan hasil dari perpecahan superbenua.
zoom-in-whitePerbesar
Bumi yang kita huni sekarang merupakan hasil dari perpecahan superbenua.
Nama 'Amasia' didorong dari keyakinan bahwa Benua Amerika akan bertabrakan dengan Asia.
Superbenua terakhir, yang dikenal dengan nama Pangaea, pecah menjadi benua-benua sekitar 180 juta tahun yang lalu.
Benua tersebut tadinya menggabungkan hampir semua daratan di Bumi dan dikelilingi oleh lautan global yang disebut Panthalassa.
Para peneliti kemudian menggunakan superkomputer untuk mensimulasikan bagaimana superbenua terbentuk.
Pemodelan komputer menunjukkan Samudra Pasifik sudah menyusut beberapa sentimeter setiap tahun.
Dr Huang memprediksi, Australia akan bertabrakan dulu dengan Asia dan akhirnya menyambung ke Benua Amerika setelah Samudera Pasifik menghilang.

Skenario-skenario lain

Pada masa lalu, para peneliti telah memprediksi tiga skenario berbeda selain Amasia: Novopangea, Pangea Ultima, dan Aurica.
Amasia: Kapan, di Mana, dan Bagaimana Superbenua akan Terbentuk? (28280)
zoom-in-whitePerbesar
Penelitian ini menimbulkan keraguan mengenai munculnya skenario lain.
"Kepastian 100% adalah ungkapan yang agak kuat yang jarang digunakan dalam sains, khususnya ketika kita berbicara tentang tren evolusi Sistem Bumi yang kompleks dan baru mulai kita pahami secara keseluruhan," jelas Zheng-Xiang Li, peneliti dari studi tersebut.
"Semua model berbeda yang telah Anda baca [termasuk pekerjaan kami] hanyalah hipotesis, dan prediksi kami didasarkan pada hasil pemodelan yang dengan sendirinya terikat oleh pengetahuan kami saat ini dan sejumlah asumsi (sebagaimana terjadi dengan semua penelitian sejenis)."
Bumi diperkirakan berusia sekitar 4,5 miliar tahun. Dalam siklus geologi Bumi, pergerakan dinamis dan perpecahan benua terjadi secara rutin.
Pergerakan lempeng tektonik di bawah lautan yang menggerakkan benua.
"Kami merancang sistem bundar seperti Bumi menggunakan superkomputer, meniru struktur internal Bumi, properti, dan prosesnya seperti lempeng tektonik dan konveksi lapisan. Kami kemudian melakukan serangkaian simulasi model untuk melihat faktor apa yang mungkin mengendalikan cara pembentukan benuasuper," kata Li.

Pergerakan di bawah samudra

Hasil permodelan mengungkapkan bahwa kekuatan litosfer samudera (~100 km bayangkan cangkang keras atau lempeng tektonik di bawah lautan) memberikan pengaruh terbesar pada cara pembentukan benuasuper.
Dr Chuan Huang mengatakan superbenua Amasia akan terbentuk dengan cara menutup Samudra Pasifik.
zoom-in-whitePerbesar
Dr Chuan Huang mengatakan superbenua Amasia akan terbentuk dengan cara menutup Samudra Pasifik.
Ketika Bumi perlahan-lahan kehilangan panas internalnya selama miliaran tahun, kerak dasar laut setebal 7-8 km menjadi lebih tipis seiring waktu karena pencairan lapisan di sepanjang punggungan samudra - tempat kerak samudra baru dan litosfer dihasilkan.
"Dengan demikian, hasil permodelan kami memprediksi superbenua Amasia hanya bisa terbentuk dengan menutup Samudra Pasifik."
Pembentukan dan perpecahan superbenua selalu berdampak besar terhadap iklim dan lingkungan.
Secara umum, pembentukan superbenua akan menyebabkan permukaan laut menurun, keanekaragaman hayati berkurang, dan lahan gersang akan menutupi sebagian besar daratan superbenua yang luas.
Zheng-Xiang Li optimistis manusia akan bisa beradaptasi dengan perubahan bentang alam Bumi.
zoom-in-whitePerbesar
Zheng-Xiang Li optimistis manusia akan bisa beradaptasi dengan perubahan bentang alam Bumi.
Sebaliknya, ketika superbenua pecah, permukaan laut akan naik, keanekaragaman hayati akan meningkat, dan akan ada lebih banyak landas kontinen yang mendukung kehidupan.
"Sulit untuk memprediksi seperti apa manusia ratusan juta tahun dari sekarang, tetapi sebagai komponen biosfer Bumi, manusia akan terus berevolusi," kata Li.
"Saya percaya kecerdasan superior dan kemampuan teknis kita akan memungkinkan kita untuk menyesuaikan perubahan di masa depan seperti yang telah kita lakukan di masa lalu."
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020