Konten dari Pengguna

RAWAT: Aksi Mahasiswa UNAIR Rangkul Warga Pacet Lawan Stigma HIV/AIDS

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari BBK 6 UNAIR PACET tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi kegiatan RAWAT di Dusun Pacet Selatan (Sumber: dokumentasi pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi kegiatan RAWAT di Dusun Pacet Selatan (Sumber: dokumentasi pribadi)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata - Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 6 Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan kegiatan sosialisasi dengan tema RAWAT (Rangkul Warga Tanpa Stigma) di Dusun Pacet Selatan, Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto pada hari Selasa, 15 Juli 2025. Acara ini berlangsung di rumah Kepala Dusun Pacet Selatan dan dihadiri oleh para ibu-ibu kader serta warga setempat yang telah mengikuti kegiatan posyandu. Program RAWAT bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait Penyakit atau Infeksi Menular Seksual (PMS atau IMS), terutama HIV/AIDS. Sosialisasi ini juga fokus pada pendidikan mengenai cara penularan, pencegahan, serta cara menghilangkan stigmatisasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Kegiatan ini dipandu oleh Putri Fatima sebagai pembicara utama.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan mendorong gaya hidup sehat. Selain itu, mahasiswa juga ingin mendekatkan masyarakat dengan ODHA melalui pemberian pemahaman bahwa stigma negatif tidak seharusnya diberikan. Edukasi ini menekankan bahwa HIV tidak menular melalui kontak fisik atau interaksi sosial biasa, tetapi hanya melalui cara tertentu yang bisa dicegah. Diharapkan melalui acara ini, peserta dapat menyebarkan informasi yang akurat ke lingkungan sekitarnya. Hasil pengamatan dan evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti sosialisasi.

Partisipasi aktif dalam diskusi menggambarkan antusiasme masyarakat terhadap isu HIV/AIDS. Mahasiswa KKN berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan oleh kader kesehatan setempat sebagai bagian dari edukasi yang berkelanjutan. Program ini juga menunjukkan peran penting perguruan tinggi dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat desa.

RAWAT adalah salah satu contoh nyata kontribusi mahasiswa UNAIR dalam pengabdian kepada masyarakat. Selain menyampaikan informasi, kegiatan ini juga membantu menanamkan nilai toleransi dan kepedulian sosial. Masyarakat Dusun Pacet Selatan sangat mendukung kegiatan ini dan berharap edukasi seperti ini dapat dilakukan secara rutin. Harapan mereka adalah Desa Pacet menjadi desa yang lebih sadar akan kesehatan dan bebas dari diskriminasi terhadap ODHA. Mahasiswa KKN-BBK 6 UNAIR berkomitmen untuk terus menjalankan program-program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.