Konten Media Partner

11 Negara Kirimkan 1.648 Atlet untuk Ikuti ASEAN Para Games XI 2022

Bengawan Newsverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Sekjen NPC Indonesia, Rima Ferdianto. FOTO: Agung Santoso
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Sekjen NPC Indonesia, Rima Ferdianto. FOTO: Agung Santoso

SOLO - Sebanyak 1.648 atlet bakal mengikuti ajang ASEAN Para Games XI 2021 di Solo Raya pada 30 Juli-6 Agustus 2022.

Para atlet itu berasal dari 11 negara Asia Tenggara.

“Kami telah menerima technical handbook sekaligus menerima data 1.648 atlet dari 11 negara,” kata Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Rima Ferdianto, Kamis (14/4/2022).

Seluruh atlet itu akan bertarung dalam 14 cabang olahraga (cabor).

embed from external kumparan

Jika ditambah 661 ofisial, maka jumlah partisipan ASEAN Para Games XI 2022 adalah 2.309 orang.

“Kami juga berkoordinasi dengan Kemenhub (Kementerian Perhubungan). Saat ini sedang dimodifikasi bus-bus yang ramah disabilitas,” terang dia.

Harapannya, bus tersebut bisa memudahkan mobilitas para atlet dari hotel ke venue maupun sebaliknya.

“Kalau update info dari Kemenkes (Kementerian Kesehatan), rencananya setiap peserta akan menjalani PCR dulu sekali. Lalu PCR kedua (saat) pertengahan dan ketiga saat akhir pertandingan.”

Rima menyebut, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka juga menyumbangkan sejumlah ide untuk memeriahkan ASEAN Para Games XI 2022.

Welcome dinner-nya di Mangkunegaran. Nanti juga ada semacam kirab. Beliau (Gibran) ingin melakukan kirab kepada seluruh kontingen,” ungkapnya.

Saat ini ide-ide tersebut masih terus dimatangkan dan dikomunikasikan kepada pihak terkait.

“Nantinya juga tergantung Kemenkes. Apakah menerapkan sistem bubble ketat, ringan atau tidak bubble tapi tempat yang dikunjungi akan dibatasi. Itu yang sedang kami jajaki,” jelas Rima.

Sebelumnya, berbagai persiapan ASEAN Para Games XI 2022 terus dilakukan pemerintah pusat. Di antaranya adalah pengecekan venue-venue di Solo dan Karanganyar.

Hasil survei menunjukkan jika venue tenis meja dan basket dipindah ke lokasi lain yang lebih representatif. Adapun venue kolam renang akan direnovasi agar sesuai standar internasional.

(Agung Santoso)