Konten Media Partner

Aksi Ganjar Menari Gatotkaca Massal di CFD Solo

Bengawan Newsverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menari di CFD Solo, Minggu (26/06/2022). FOTO: Fernando Fitusia
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menari di CFD Solo, Minggu (26/06/2022). FOTO: Fernando Fitusia

SOLO - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, kembali hadir di area Car Free Day (CFD) Solo, Minggu (26/06/2022). Kali ini Ganjar ikut menari dan menyanyi dalam peringatan Hari Bung Karno

Acara yang digelar di Jalan Slamet Riyadi mulai kawasan Nonongan-Gladag ini dimeriahkan konser gamelan dari 150 pengrawit. Mereka menghadirkan gending-gending karya Ki Nartosabdo, seperti Prau Layar, Lancaran 45, Gugur Gunung, Kuwi opo Kuwi, serta gending Tri Sakti karya B Subono.

Selain konser gamelan, terdapat pula Tarian Gatotkaca Massal yang melibatkan 400 penari arahan koreografer Agung Kusumo Widagdo dengan penata iringan musik Dedek Wahyudi Sutrisno.

Aksi para penari Gatotkaca Massal di CFD Solo. FOTO: Fernando Fitusia

Mengenakan aksesoris karakter wayang Gatotkaca, Ganjar terlihat asyik menari bersama penari dan berbaur dengan warga. Ganjar juga ikut bernyanyi Lagu Prau Layar dengan iringan gamelan.

“Diajari menari menjadi Gatotkaca ternyata tidak mudah. Ada penari-penari kecil yang bersemangat, menarinya bagus sekali. Saya optimis berkepribadian dan berkebudayaan bisa dilakukan karena antusiasmenya seperti ini. Semua yang expert di situ mesti mengembangkan, ini luar biasa,” terang Ganjar usai menari.

embed from external kumparan

Mantan Wali Kota Solo sekaligus Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan, gending-gending kesukaan Bung Karno dan tarian Gatotkaca ini merupakan salah satu sarana pengingat khalayak terhadap warisan budaya Indonesia, khususnya Solo.

“Bung Karno memberi nama Solo sebagai kota budaya dan kota seni karena Gatotkaca. Sehingga kami menari kolosal Gatotkaca. Ada pula gending-gending yang disukai Bung Karno, seperti Pancasila, Prau Layar dan Gugur Gunung,” kata dia.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menari bersama warga di CFD Solo. FOTO: Fernando Fitusia

Jika tidak ditampilkan, imbuh FX Rudy, maka budaya asli Indonesia kian terkikis. “Trisaktinya Bung Karno itu berkepribadian dalam kebudayaan. Terus digali dan dibumikan terus sebagai bangsa Indonesia yang kaya.”

Sementara itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku senang melihat anak-anak kecil ikut menari dengan iringan gending-gending kesukaan Bung Karno.

“Tadi banyak penari yang dilibatkan, ada anak-anak juga. Di peringatan Hari Bung Karno ini Alhamdulilah semakin membumi,” kata dia.

(Fernando Fitusia)