Konten Media Partner

Bupatinya Minta Omicron Diabaikan, Dinkes Karanganyar Belum Uji Sampel COVID-19

Bengawan Newsverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi COVID-19. FOTO: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi COVID-19. FOTO: kumparan

KARANGANYAR – Video Bupati Karanganyar, Juliyatmono, yang meminta warga mengabaikan COVID-19 varian Omicron menghebohkan dunia maya.

Di saat video tersebut viral, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar mengkonfirmasi bahwa varian Omicron hingga kini belum terdeteksi di wilayah itu.

Meski demikian, belum terdeteksinya Omicron di Karanganyar bukan berarti wilayah itu sepenuhnya bebas dari varian tersebut.

Kepala Dinkes Kabupaten Karanganyar, Purwati, menjelaskan jika hingga kini pihaknya belum pernah mengirimkan sampel pasien COVID-19 untuk diuji Whole Genome Sequencing (WGS) di Balai Laboratorium Kesehatan Semarang.

embed from external kumparan

“Kalau Omicron, kami belum (mengirimkan sampel). Biasanya yang mengirim (sampel) itu (laboratorium) yang melakukan PCR,” kata Purwati, Rabu (16/02/2022).

Namun ia juga tidak tahu persis, berapa sampel pasien COVID-19 yang telah dikirim laboratorium atau fasilitas kesehatan lain di Karanganyar untuk dites WGS.

“Hasilnya juga belum (dilaporkan Dinas Kesehatan).”

Purwati juga menegaskan, hingga kini belum ada penyebaran COVID-19 dari klaster hajatan di Bumi Intan Pari.

video youtube embed

Ia merinci, sebanyak 122 kasus aktif COVID-19 di Kabupaten Karanganyar per Selasa (15/02/2022) berasal dari 10 pelaku perjalanan, 68 suspect, 34 kontak erat pasien COVID-19 dan 2 pasien hasil skrining.

“Selain itu ada pelajar 6 orang dan ibu hamil 2 orang,” kata Purwati.

Sebelumnya, pengguna media sosial Facebook dihebohkan dengan video pidato Bupati Karanganyar, Juliyatmono, yang meminta warga mengabaikan varian Omicron.

Video itu direkam di lokasi hajatan, di mana Juliyatmono memberikan pidato dalam bahasa Jawa.

Juliyatmono sudah mengklarifikasi video tersebut. Ia mengklaim, pidatonya bertujuan untuk memberi semangat warga agar tidak takut beraktivitas selama pandemi COVID-19.

(Tara Wahyu)