Dibanding Natal 2020, Jumlah Kendaraan yang Keluar Masuk Solo Meningkat
·waktu baca 2 menit

SOLO - Jumlah kendaraan yang keluar masuk Kota Solo saat libur Natal 2021 tercatat lebih tinggi dua kali lipat dibanding Natal tahun lalu.
Berdasarkan catatan Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, pada Sabtu (25/12/2021) tercatat 405.075 kendaraan melintasi batas kota untuk keluar atau masuk Solo. Sebanyak 191.572 unit memasuki Kota Bengawan, adapun 213.603 kendaraan meninggalkan wilayah tersebut.
Angka tersebut bahkan melampaui Natal 2019, saat pandemi Covid-19 belum terjadi. Pada 2020, kendaraan yang keluar masuk saat libur Natal hanya 250.512 unit. Setahun sebelumnya, volume kendaraan itu tercatat sebanyak 352.361 unit.
Kabid Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, menerangkan jika kenaikan volume kendaraan itu dipicu beberapa faktor. “Tahun lalu masih ada pembatasan dan Covid-19 belum mereda. Selain itu jumlah pos pemantauan hanya 5 titik, sementara tahun ini bertambah menjadi 7 titik,” kata dia, Minggu (26/12/2021).
Meski pantauan Dishub menunjukkan adanya tren penurunan volume kendaraan pada hari ini, Ari menjelaskan jika dalam beberapa hari ke depan jumlah kendaraan yang keluar masuk Solo berpotensi kembali meningkat.
“Tahun ini pun volume kendaraan yang keluar masuk Solo selama libur Nataru diprediksi meningkat menjadi 4,5 juta unit. Kalau tahun 2020 kendaraan tercatat hanya 3,7 juta unit dan 2019 tercatat 4,4 juta unit.”
Peningkatan itu kemungkinan terjadi mulai Selasa (28/12/2021) hingga menjelang malam pergantian tahun.
“Kami masih menyiagakan 7 titik pos pantau, yang sudah disiapkan sebelum Natal kemarin. Selain di Jurug, Dawung, Ringroad, Kleco dan Klodran, masih ada 2 titik tambahan di batas kota Jongke dan Tugu Makutha. Kedua titik itu adalah pintu keluar masuk favorit bagi pengendara asal luar kota,” urai Ari.
Kasatlantas Polresta Solo Kompol Adhytiawarman Gautama Putra mengingatkan pengendara untuk mewaspadai titik-titik penumpukan kendaraan di dalam kota.
“Kepadatan arus mudik sudah terlihat 24 Desember kemarin, sementara puncak arus balik diprediksi 2 Januari 2022,” jelas dia.
(Agung Santoso)
