GPH Bhre Jadi Raja Pura Mangkunegaran, Paundra: Saya Baik-baik Saja, Saya Kuat
·waktu baca 2 menit

SOLO - Putra bungsu Mangkunegara IX, Gusti Pangeran Haryo (GPH) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, sudah ditetapkan sebagai Raja Pura Mangkunegaran, Solo meneruskan takhta mendiang ayahnya.
Keputusan Pura Mangkunegaran tersebut menuai reaksi putra tertua Mangkunegara IX, GPH Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara.
“Saya baik-baik saja. Saya harus menerima lelakon (nasib) yang sudah dikondisikan seperti ini dari orang-orang di sekitar saya,” kata Paundra kepada awak media, Kamis (03/03/2022).
Paundra mengaku tetap kuat, meskipun penerus takhta Raja Pura Mangkunegaran bukanlah dirinya.
"Tapi saya kuat. Kuat. Keluarga Soekarno harus tahan banting," tegasnya.
Melalui pesan singkat, Paundra menerangkan kalau keluarga Soekarno sudah mengalah dengan rezim selama 32 tahun. “Sekarang Paundra malah mengalahnya 33 tahun lho,” kata dia, tanpa merinci maksud pernyataan tersebut.
Paundra enggan berkomentar lebih jauh, tentang kondisi Pura Mangkunegaran. Ia mengaku jika saat ini bukan waktu dan tepat untuk mengutarakan perasaannya.
“Saya memilih ngleremke ati atau menenangkan hati terlebih dahulu karena ini lakuning urip atau jalannya hidup. Saya orang yang percaya pada rencana Tuhan dan maunya Tuhan," tandasnya.
Paundra juga berencana menemui ibunya, Sukmawati Soekarnoputri, serta saudara ibunya, Guntur Soekarnoputra dan Megawati Soekarnoputri, terlebih dahulu untuk menyampaikan perkembangan kondisi Pura Mangkunegaran tersebut.
Diketahui, GPH Bhre Cakrahutama Wira Sudjiwo sudah ditetapkan sebagai penerus takhta Mangkunegara IX dan dijadwakan untuk dinobatkan sebagai raja pada Selasa (12/03/2022).
(Agung Santoso)
