Konten Media Partner

Harga Cabai dan Minyak Goreng di Pasar Tradisional Kota Solo Merangkak Naik

Bengawan Newsverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Minyak goreng kemasan dijual di salah satu los Pasar Legi, Solo. FOTO: Agung Santoso
zoom-in-whitePerbesar
Minyak goreng kemasan dijual di salah satu los Pasar Legi, Solo. FOTO: Agung Santoso

SOLO - Harga cabai merah dan minyak goreng di pasar tradisional Kota Solo terpantau naik.

Di Pasar Legi yang menjadi pasar induk di Solo, cabai rawit merah dijual seharga Rp 85 ribu per kg. Sebelumnya komoditas itu hanya seharga Rp 65 ribu per kg.

“Harganya naik drastis sekitar seminggu ini. Cabai rawit merah yang naiknya paling tinggi,” ungkap Lurah Pasar Legi, Nur Rahmadi, Selasa (08/06/2022).

Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar, cabai merah keriting dan cabai rawit hijau/botol juga naik.

“Tapi naiknya harga cabai jenis lainnya ini hanya berkisar Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu per kg.”

embed from external kumparan

Untuk cabai merah besar saat ini dijual seharga Rp 60 ribu per kg, cabai merah keriting seharga Rp 65 ribu per kg dan cabai rawit hijau/botol dijual seharga Rp 44 ribu per kg.

Nur Rahmadi mengatakan, kenaikan harga cabai itu terjadi seiring berkurangnya pasokan barang ke pedagang.

“Kalau kebutuhan pokok lain harganya masih normal. Karena pasokannya masih ada," jelasnya.

Kenaikan harga juga terjadi terhadap minyak goreng curah. Saat ini minyak goreng tersebut tidak lagi dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah yakni Rp 14 ribu per liter.

“Minyak goreng curah ada kenaikan dari HET, tetapi saya tidak tahu apa penyebabnya,” kata Nur Rahmadi.

Saat ini, menurutnya, minyak goreng curah tanpa merek dijual seharga Rp 16.500 per liter.

Adapun harga minyak goreng kemasan bermerek dijual seharga Rp 23 ribu per liter dan minyak goreng kemasan sederhana dijual seharga Rp 21 ribu per liter.

(Agung Santoso)