Hasil Sidak Peredaran Minyak Goreng di Solo: Pasokan Tak Merata, Harga Variatif
·waktu baca 2 menit

SOLO - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Solo menggelar sidak peredaran minyak goreng curah di kawasan Pasar Legi, Solo, Rabu (23/03/2022).
Hasilnya, satgas mendapati jika pasokan minyak goreng curah dari produsen ke distributor tidak merata.
“Ada distributor minyak goreng curah yang tidak mendapat pasokan dari produsen lebih dari 1 minggu. Tapi ada distributor yang lancar,” ungkap Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.
Selain itu, harga jual minyak goreng curah di tingkat distributor, pedagang besar dan pengecer tak seragam.
Di tingkat pengecer misalnya, ada yang menjual minyak goreng curah kepada konsumen seharga Rp 15.750 per liter. Namun pengecer lain membanderol minyak goreng curah itu senilai Rp 16-17 ribu per kg.
“Padahal dalam harga eceran tertinggi (HET), minyak goreng curah ini ditetapkan di angka Rp 14 ribu per liter atau Rp 15.500 per kg,” terangnya.
Meski demikian Satgas Pangan tidak menemukan praktik penimbunan minyak goreng curah oleh distributor maupun pengecer. Secara umum, stok minyak juga relatif aman dan mencukupi.
Terkait perbedaan harga jual minyak goreng curah, Ade mengatakan, Dinas Perdagangan Kota Solo akan menindaklanjutinya dengan melakukan pembinaan terhadap pedagang. Termasuk bagi pedagang yang menjual minyak dengan syarat membeli produk lain terlebih dahulu.
Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Solo, Erni Susiatun berharap masyarakat cerdas dalam membeli sesuai kebutuhan.
“Hari ini kita sidak di 4 lokasi. 3 tempat menjual minyak goreng curah dan 1 lokasi menjual (minyak goreng) kemasan," jelasnya.
Sementara itu salah satu distributor minyak goreng di kawasan Pasar Legi, Solo yakni Toko Nugroho diketahui memberikan syarat bagi pembelinya.
Setiap pembeli yang akan membeli 1 jeriken minyak berukuran 17 kg wajib membeli pula 1 sak gula, gandum atau tepung.
Meski demikian mandor Toko Nugroho, Watik (47) mengatakan, pembelian minyak di toko itu tidak dibatasi.
“Kami juga menjual seharga Rp 15.300 per liter. Kalau di tempat lain ada yang menjual sampai Rp 17 ribu per liter,” katanya.
(Agung Santoso)
