Konten Media Partner

Masuk Kawasan Cagar Budaya, Tembok Bekas Keraton Kartasura Dijebol Pakai Begu

Bengawan Newsverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tembok bekas Keraton Kartasura yang jebol. FOTO: Fernando Fitusia
zoom-in-whitePerbesar
Tembok bekas Keraton Kartasura yang jebol. FOTO: Fernando Fitusia

SUKOHARJO - Tembok bekas Keraton Kartasura di Kampung Krapyak Lor, Kelurahan/Kecamatan Kartasura, Sukoharjo dijebol menggunakan alat berat begu.

Padahal tembok tersebut merupakan peninggalan sejarah dan masuk kawasan cagar budaya.

Menurut informasi yang diperoleh, penjebolan tembok sepanjang 3 meter tersebut dilakukan sejak Kamis (21/4/2022).

Dari pantauan pada Jumat (23/04/2022), proyek pengerukan dan perataan tanah dengan begu di lokasi bekas tembok tersebut masih berlangsung.

“Saya dapat informasi itu kemarin sore dan langsung ke sini. Saya pun langsung menghubungi perangkat wilayah setempat,” ungkap Juru Pelihara, Fredo Candrakusuma saat ditemui di lokasi, Jumat (23/04/2022).

Ia mengaku, telah menghubungi lurah, camat serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo atas kejadian ini.

“Saya langsung gerak cepat ke sini. Proyek sudah kami minta dihentikan dulu sementara,” imbuhnya.

Petugas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo, polisi dan perangkat wilayah memeriksa lokasi tembok bekas Keraton Kartasura. FOTO: Fernando Fitusia

Fredo mengatakan, rencananya lokasi tembok bekas Keraton Kartasura yang dijebol itu akan dimanfaatkan untuk akses keluar masuk lahan. Sedangkan lahan yang dikeruk dan diratakan akan dibuat bengkel.

“Ini dijebol sengaja pakai begu, rencana mau dibuat pintu. Begu masih ada dan tadi masih beroperasi. Tapi ini sudah dihentikan sementara,” papar Fredo.

Atas kejadian tersebut, ia mengaku sangat menyayangkan. Sebab tembok itu sudah berusia lebih dari 100 tahun.

Selama ini ia bersama warga Kartasura juga rutin memelihara kawasan kawasan bekas keraton tersebut.

“Sedih pastinya. Saya itu yang merawat dan nguri-nguri juga bersama warga. Ibaratnya itu batu bata 1 jatuh disusun kembali, apalagi dijebol kayak gini. Nangis pastinya,” tutur Fredo.

(Fernando Fitusia)