Konten Media Partner

Mencicipi Rica-Rica Menthog Mas Gethok, di Hutan Karet Karanganyar

Bengawan Newsverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah Makan 'Alaska' di tepi hutan karet Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar. FOTO: Fernando Fitusia
zoom-in-whitePerbesar
Rumah Makan 'Alaska' di tepi hutan karet Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar. FOTO: Fernando Fitusia

KARANGANYAR - Jika berwisata ke Kabupaten Karanganyar, rica-rica menthog di Rumah Makan ‘Alaska’ di kawasan hutan karet Kecamatan Kerjo ini, nampaknya tidak boleh dilewatkan oleh pecinta kuliner.

Berdiri sejak 2004, Rumah Makan ‘Alaska’ berada di tepi jalan yang membelah hutan karet di Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar.

Rumah makan ini berjarak sekitar 750 meter dari Kantor Kecamatan Kerjo ke arah timur. Atau sekitar 20 km dari pusat kota Karanganyar, dengan jarak tempuh sekitar 40 menit menggunakan kendaraan pribadi.

Dilengkapi 6 saung atau gazebo yang dapat digunakan 4-20 orang, Rumah Makan ‘Alaska’ menyediakan 2 varian menu utama. Yaitu rica-rica menthog dan menthog goreng.

Sesuai namanya rica-rica menthog ini berbumbu pedas. Karena bertaburan bubuk merica dan kaya rempah, yang dicampur menjadi 1 dengan kuah.

Rica-rica menthog yang jadi menu andalan Rumah Makan 'Alaska', Kabupaten Karanganyar. FOTO: Fernando Fitusia

Adapun menthog goreng terdiri dari potongan daging yang sudah dibumbui, sehingga terasa gurih dan nikmat jika dipadukan dengan sambal hijau.

Seporsi rica-rica menthog hanya dibanderol Rp 20 ribu untuk makan di tempat. Jika pembeli menginginkan rica-rica dibungkus untuk dibawa pulang, maka harganya hanya Rp 15 ribu.

Sugimin adalah orang di balik kemasyhuran Rumah Makan ‘Alaska’. Pria yang akrab dipanggil Gethok ini adalah pemilik ide sekaligus pendiri tempat kuliner khusus olahan daging menthog tersebut.

Awalnya Gethok adalah seorang tukang ojek yang mangkal di sekitar Pasar Kerjo. Namun naluri bisnis akhirnya menuntun Gethok menekuni bisnis kuliner tersebut.

“Saat awal-awal buka, dalam sehari biasanya cuma menghabiskan puluhan ekor menthog. Tetapi sekarang bisa menghabiskan 120 menthog pada hari biasa, dan lebih dari 150 menthog setiap Minggu atau hari libur,” ungkap Gethok.

Menthog goreng menjadi menu lain di Rumah Makan 'Alaska', Kabupaten Karanganyar. FOTO: Fernando Fitusia

Untuk melayani pembeli, Gethok mempekerjakan belasan karyawan yang kebanyakan masih bersaudara dengannya. Adapun bahan baku masakannya didapatkan dari 2 pemasok yang berasal dari Karanganyar dan Ngawi, Jawa Timur.

“Menthog dikirim dalam keadaan bersih dan siap dimasak. Jadi kami tinggal memotong-motong,” jelasnya.

Gethok memilih tidak membuka cabang rumah makannya. Setiap hari, Rumah Makan 'Alaska' buka mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

“Tapi biasanya sebelum pukul 17.00 WIB rica-rica menthog sudah habis,” kata Gethok.

(Fernando Fitusia)