Konten Media Partner

Muncul Kasus Covid-19 di SMA Warga Solo, Dinas Pendidikan: Itu Bukan Kecolongan

Bengawan Newsverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekolah Menengah Atas (SMA) Warga, Solo.  FOTO: Tara Wahyu
zoom-in-whitePerbesar
Sekolah Menengah Atas (SMA) Warga, Solo. FOTO: Tara Wahyu

SOLO - Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jateng enggan disebut kecolongan dengan munculnya kasus Covid-19 di Sekolah Menengah Atas (SMA) Warga, Solo, yang berakibat dihentikannya pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah tersebut.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jateng, Suratno, menegaskan jika setiap pengelola sekolah berwenang untuk menentukan jenis-jenis kegiatan yang akan mereka selenggarakan.

“Kalau kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler, memang masih kami batasi. Tidak boleh diselenggarakan. Tapi itu (pemicu munculnya kasus Covid-19 di SMA Warga) disebabkan kelompok kecil yang berkegiatan di luar sekolah. Seharusnya bisa aman,” tegas Suratno saat dihubungi wartawan, Kamis (27/01/2022).

Meski demikian, terpaparnya 8 siswa, 2 guru dan 2 karyawan SMA Warga usai pengambilan video di tempat wisata Kabupaten Boyolali untuk keperluan lomba, tetap dijadikan bahan evaluasi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII.

embed from external kumparan

"Nanti akan kami evaluasi lagi. Jika perlu sekolah-sekolah tidak boleh untuk menyelenggarakan kegiatan yang beresiko tinggi terhadap penularan Covid-19.”

Kegiatan di luar lingkungan sekolah juga diimbau untuk ditiadakan. Adapun aktivitas pembelajaran di luar ruang, diminta Suratno, untuk diselenggarakan dengan hati-hati.

Temuan kasus Covid-19 di SMA Warga ini, disebut Suratno, menjadi kasus pertama di area kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII sejak PTM 100 persen digelar pada awal Januari 2022.

Sebelumnya, SMA Warga, Solo harus menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) dan menggantinya dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) usai belasan siswa, guru dan karyawan terkonfirmasi positif Covid-19.

(Tara Wahyu)