SMA Warga Solo Hentikan PTM, Usai 10 Siswa dan Guru Terpapar Covid-19
·waktu baca 2 menit

SOLO - Sekolah Menengah Atas (SMA) Warga, Solo harus menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) dan menggantinya dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) usai 10 siswa dan guru terkonfirmasi positif Covid-19.
Kepala Sekolah SMA Warga, Purwoto, mengatakan kasus tersebut berawal dari seorang guru yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada Senin (24/01/2022).
Sebelum dinyatakan positif Covid-19, guru tersebut sempat membuat video untuk lomba di salah satu tempat wisata di Kabupaten Boyolali.
“Berawal dari itu, ada 12 kontak erat yang di-tracing. Hasilnya 8 siswa, 1 guru dan 2 karyawan dinyatakan positif Covid-19,” kata Purwoto, Kamis (27/01/2022).
Pihak sekolah lalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Solo, untuk memperluas tracing. Sebanyak 225 siswa, guru dan karyawan diikutkan dalam tracing lanjutan tersebut.
"Hasilnya belum keluar, karena tracing lanjutan itu baru dilakukan kemarin. Untuk siswa yang tidak ikut tracing lanjutan, sudah mulai mengikuti pembelajaran daring sejak kemarin," ungkapnya.
Mayoritas siswa dan guru yang dinyatakan positif Covid-19, kata Purwoto, saat ini tengah menjalani isolasi mandiri karena berstatus tanpa gejala.
Hanya 1 guru yang terkonfirmasi Corona pada kasus pertama, yang dirawat di rumah sakit.
Purwoto mengklaim, kasus ini adalah kasus pertama di SMA Warga sejak pemberlakuan PTM. Selama 2 pekan terakhir, SMA Warga sudah menyelenggarakan PTM 100 persen.
Meski demikian 400 siswa SMA Warga, guru dan karyawan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama berlangsungnya PTM tersebut.
Purwoto menambahkan, PTM di SMP Warga yang berada dalam satu kompleks dengan SMA Warga juga dihentikan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi penularan Covid-19 di sekolah tersebut.
(Tara Wahyu)
