Konten Media Partner

Nikmatnya Makan di Sungai, Konsep Unik dari Restoran Pawon Glagahan

Bengawan Newsverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menu-menu yang disajikan Restoran "Pawon Glagahan", yang berlokasi di Desa Glagahan, Dusun I, Jipangan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. (Tara Wahyu N.V.)
zoom-in-whitePerbesar
Menu-menu yang disajikan Restoran "Pawon Glagahan", yang berlokasi di Desa Glagahan, Dusun I, Jipangan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. (Tara Wahyu N.V.)

BOYOLALI - Makan di sebuah restoran sudah menjadi hal yang biasa untuk sebagian orang. Kebanyakan dari restoran menjual interior yang menarik dan suasana yang menyenangkan. Namun, berbeda halnya dengan restoran satu ini. Terdapat sebuah restoran di Desa Glagahan, Dusun I, Jipangan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, yang mengusung konsep unik, yaitu makan di sungai.

Adalah Restoran "Pawon Glagahan". Nama Pawon Glagahan diambil dari kata "Pawon" yang berarti dapur, dan Glagahan yang diambil dari nama Desa Glagahan, Boyolali.

Restoran ini berada tepat di sungai. Sang pemilik Pawon Glagahan, Nyut Sri Lestari, menceritakan tema yang diusungnya ini spontan karena terdapat sungai yang berada di samping rumah makan miliknya.

"2 tahun yang lalu, saya beli tanah yang rencananya dijadikan rumah. Terus nggak jadi, akhirnya dibuat restoran. Tanah sebelahnya berdampingan langsung dengan sungai, kami manfaatkan saja sekalian untuk menarik perhatian pengunjung." ujar Sri saat ditemui Bengawan News.

Madang Ning Kali (makan di sungai) memang menjadi sebuah nilai jual dari Pawon Glagahan, karena menjadi satu-satunya rumah makan yang mengusung nuansa makan di sungai. Pengunjung tak perlu khawatir, air sungai dijamin bersih karena sudah melalui proses penyaringan.

Restoran Pawon Glagahan menyajikan konsep unik, yaitu makan di sungai.

Konsep rumah makan ini juga mengusung nuansa khas Bali. Terlihat dari adanya payung khas Bali dan juga Kain Poleng yang terpasang di setiap tiang restoran.

"Suami berasal dari Banyuwangi, perbatasan dengan Pulau Bali, Jadi, kami sajikan nuansa khas Bali sesuai keinginan suami. Kami juga menyediakan fasilitas untuk berenang. Air yang digunakan langsung dari sumber mata air di Desa Glagahan." jelas Sri.

Selain mengusung tema yang unik, menu yang disajikan juga cukup menggiurkan, seperti ayam goreng, nasi goreng, hingga bebek goreng. Harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau, mulai dari Rp. 10.000-Rp. 35.000. (Tara Wahyu N.V.)