Konten Media Partner

Pelayanan dr Sunardi Diprioritaskan untuk Takmir, Korban Bencana dan Ponpes

Bengawan Newsverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kediaman dokter Sunardi di Gayam, Kabupaten Sukoharjo. FOTO: Agung Santoso
zoom-in-whitePerbesar
Kediaman dokter Sunardi di Gayam, Kabupaten Sukoharjo. FOTO: Agung Santoso

SUKOHARJO - Dokter Sunardi yang ditangkap dan ditembak Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Sukoharjo, Rabu (09/03/2022) malam, dikenal sebagai dokter yang kerap memberi pelayanan pengobatan gratis.

Namun layanan pengobatan gratis Sunardi itu sebetulnya dikhususkan bagi jamaah dan takmir masjid, korban bencana dan santri pondok pesantren (ponpes).

“Untuk melayani pengobatan-pengobatan itu, dia berpraktik di beberapa klinik di Solo Raya,” beber Sekretaris The Islamic Study and Action Center (ISAC), Endro Sudarsono, Sabtu (12/03/2022).

Salah satu lokasi praktik Sunardi yang diketahui sebagai aktivis Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) ini, berada di depan Masjid Muhajirin, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.

Selain bekerja sama dengan takmir masjid dalam menyelenggarakan layanan pengobatan gratis, Sunardi juga bekerja sama dengan pengelola ponpes. Salah satunya adalah Ponpes Ulul Albab.

embed from external kumparan

“Beliau mem-backup masalah kesehatan santri dan ustaznya,” kata Endro.

Seluruh pelayanan pengobatan di klinik-klinik tersebut, menurut Endro, dilengkapi izin dari instansi terkait.

“Semuanya resmi,” tegasnya.

Adapun di luar pelayanan pengobatan gratis di masjid dan ponpes, Sunardi diketahui juga kerap menjadi relawan bencana. Aktivitas sebagai relawan itu biasanya dilakoni Sunardi di luar provinsi.

“Di situlah dari keterangan dokter lainnya, dia memakai tongkat penyangga dalam aktivitasnya sebagai relawan bencana," urai dia.

Meski demikian, Sunardi juga kerap dilibatkan dalam aktivitas sosial. "Untuk memberikan pengobatan gratis."

Dalam kesempatan berbeda, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Sukoharjo, dr Arif Budi Satria, mengatakan jika Sunardi pernah mengalami kecelakaan sewaktu menjadi relawan gempa Jogja pada 2006.

Saat itu kakinya cedera setelah terkena becak. Informasi itu didapat Arif dari bapak almarhum.

(Agung Santoso)