Konten Media Partner

Selain di Rumah, dr Sunardi Juga Buka Praktik Pengobatan Gratis di Solo

Bengawan Newsverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tempat praktik pengobatan gratis dr Sunardi di Solo. FOTO: Tara Wahyu
zoom-in-whitePerbesar
Tempat praktik pengobatan gratis dr Sunardi di Solo. FOTO: Tara Wahyu

SOLO - Dokter Sunardi yang ditangkap dan ditembak Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Sukoharjo, Rabu (09/03/2022) malam, diketahui berprofesi sebagai dokter.

Selain membuka praktik di kediamannya di Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Sunardi diketahui juga membuka praktik pengobatan gratis di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.

Tempat praktik di Solo tersebut menjadi satu dengan Masjid Muhajirin, di daerah Semanggi.

Salah seorang takmir masjid, Abu Yunus (56) mengatakan Sunardi sudah berpraktik di balai pengobatan tersebut sebagai relawan sejak 2002.

embed from external kumparan

"Balai pengobatan itu di bawah unit kesehatan Masjid Muhajirin, di mana bergerak untuk kesehatan masyarakat lintas SARA. Jadi tidak hanya orang muslim yang boleh berobat di sini. Tidak pandang bulu," katanya saat ditemui, Sabtu (12/03/2022).

Menurutnya, Sunardi tidak mematok tarif untuk pengobatan yang dilakukannya. Namun di lokasi itu tersedia kotak, yang digunakan menampung donasi biaya pengobatan dari para pasien.

"Jadi tidak dipungut biaya, gratis. Hanya di sana ada kotak itu pun nggak seberapa, kan untuk masyarakat menengah ke bawah. Kalau untuk menunjang biaya operasional, sangat jauh," tuturnya.

Abu Yunus mengatakan, Sunardi terakhir berada di tempat praktik tersebut Senin (07/03/2022) atau 2 hari sebelum ia ditangkap Densus 88.

"Beliau kalau piket setiap Senin, kadang juga Jumat. Mulai pukul 08.00 WIB sampai 12.00 WIB," terang dia.

Menurut Abu Yunus, jadwal praktik Sunardi diketahui paling banyak diminati pasien ketimbang 3 dokter relawan lain.

Sebagian besar pasien Sunardi berasal dari Semanggi dan luar kota Solo.

"Kalau dilihat dari trend-nya, paling banyak (pasiennya) memang beliau (Sunardi). Sekitar 50-an lebih pasiennya. Paling membeludak," jelas Abu Yunus.

(Tara Wahyu)