News
·
8 Juli 2021 21:09
·
waktu baca 2 menit

Pengayuh Becak di Solo Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Konten ini diproduksi oleh Bengawan News
Pengayuh Becak di Solo Akhiri Hidup dengan Gantung Diri (177910)
searchPerbesar
Petugas melakukan evakuasi terhadap warga Kota Solo yang gantung diri.
SOLO-Seorang pengayuh becak asal Mojosongo, Kota Solo, Walidi (52) ditemukan warga tewas dalam kondisi tergantung di rumahnya, Kamis (08/07/2021). Pria yang hidup sendiri itu diduga kuat melakukan bunuh diri.
ADVERTISEMENT
"Dari hasil olah TKP dan temuan barang bukti, korban diduga gantung diri," kata Kapolsek Jebres Kompol Suharmono, Kamis (08/07/2021).
Peristiwa itu diketahui pertama kami oleh salah satu warga, Didik Harjanto yang masuk ke rumah korban untuk menumpang ke kamar mandi. Selama ini pintu rumah korban memang selalu terbuka lantaran biasa digunakan nongkrong oleh warga.
Hanya saja, dia terkejut saat melihat korban telah tewas tergantung di ruang dapur. Saksi menunda rencananya ke kamar mandi dan langsung memanggil warga yang lain. Mereka lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Jebres.
Polisi yang tiba segera melakukan pemeriksaan dan olah TKP. Menurut Suharmono, korban tewas dengan leher terikat tali nilon sepanjang 1,5 meter. Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.
ADVERTISEMENT
"Keluarga korban juga menghendaki untuk langsung dimakamkan tanpa adanya otopsi," kata Suharmono.
Berdasarkan keterangan dari warga, selama ini korban hidup sendiri di rumah tersebut. Istri dan anak-anaknya tinggal di luar kota. Selama ini dia juga diketahui mengidap penyakit gula atau diabetes.
(Agung Santosa)
Catatan Redaksi:
Bunuh diri bukan solusi dari semua permasalahan hidup.
Bila Anda, saudara, keluarga, atau teman yang Anda kenal sedang mengalami depresi atau krisis kejiwaan karena berbagai hal, dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, disarankan untuk menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan terdekat, seperti puskesmas, klinik atau rumah sakit.
Masyarakat yang mengetahui adanya upaya tindakan bunuh diri, disarankan untuk melakukan pencegahan dengan menghubungi aparat yang ada di desa atau kelurahan setempat.
ADVERTISEMENT