Konten Media Partner

Ritual Adat Pertama Bhre Cakrahutomo sebagai Raja: Wilujengan Ruwahan

Bengawan Newsverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Raja Pura Mangkunegaran, KGPAA Mangkunegara X. FOTO: Tara Wahyu
zoom-in-whitePerbesar
Raja Pura Mangkunegaran, KGPAA Mangkunegara X. FOTO: Tara Wahyu

SOLO - Usai dikukuhkan sebagai raja Pura Mangkunegaran bergelar Kanjeng Gusti Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X, Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo bakal melakoni sejumlah ritual adat.

Ritual adat pertama yang akan dilakukan Mangkunegara X adalah Wilujengan Ruwahan, yang digelar Kamis (17/03/2022).

"Saya jelaskan untuk agenda pertama setelah ini adalah Wilujengan Ruwahan Pura Mangkunegaran. Wilujengan Ruwahan dalam adat Jawa adalah kegiatan rutin sebelum memasuki bulan Ramadan," jelas Pengageng Wedhana Satriya Pura Mangkunegaran, KRMT Lilik Priarso Tirtodiningrat, Rabu (16/03/2022).

Kegiatan tersebut berupa doa selamatan, yang dilanjutkan ziarah ke makam-makam raja Kerajaan Mataram.

embed from external kumparan

“Jadi nanti sampai ke (makam raja di) Imogiri, Kotagede, Wonogiri dan Punggawa Baku," ungkapnya.

Menurut Lilik, wilujengan tersebut digelar malam Jumat saat sudah menginjak tanggal 10 Ruwah.

Orang Jawa menyebut ritual itu sebagai nyadran (ziarah) sebelum puasa dan sebelum padusan.

Meski begitu, Mangkunegara X hanya akan mengikuti prosesi Wilujengan Ruwahan yang diselenggarakan di dalam Pura Mangkunegaran.

“Kanjeng Gusti (Mangkunegara X) tidak boleh nyekar (ziarah). Jadi nanti akan diberangkatkan utusan untuk Wilujengan Ageng di pendapa dan ditunggui beliau.”

Sesudah Wilujengan Ruwahan, Bhre Cakrahutomo dijadwalkan mengikuti ritual Syawalan selepas Ramadan.

“Biasanya keluarga besar datang, sungkem dan nyalami (berjabat tangan). Tapi ini masih rencana, karena pelaksanaannya nanti belum tahu akan digelar atau tidak karena pandemi. Kalau pada 2020 tidak digelar, tapi 2021 digelar terbatas,” urai Lilik.

(Tara Wahyu)