Konten Media Partner

Sambut ASEAN Para Games, Perajin Batik Difabel Solo Buat Batik Motif Rajamala

Bengawan Newsverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembuatan batik ASEAN Para Games 2022 di Batik Toeli Laweyan, Solo. FOTO: Fernando Fitusia
zoom-in-whitePerbesar
Pembuatan batik ASEAN Para Games 2022 di Batik Toeli Laweyan, Solo. FOTO: Fernando Fitusia

SOLO - Perajin batik difabel bisu tuli dari Batik Toeli Laweyan, Solo, Dian Primadyka, turut memeriahkan event ASEAN Para Games 2022 dengan membuat batik spesial.

Batik tersebut bermotif maskot ASEAN Para Games, Kiai Rajamala, dan Stadion Manahan Solo yang menjadi venue pembukaan dan penutupan ASEAN Para Games.

“Pembuatannya sejak seminggu yang lalu. Kami cari desain logonya, kemudian kami tempatkan sesuai pola baju batik yang diinginkanm: terang Muhammad Taufan Wicaksono, pemilik Batik Toeli Laweyan.

Batik tulis tersebut dibuat di atas kain berukuran 2 meterx1,15 meter. Untuk saat ini, baru 1 motif batik ASEAN Para Games yang dibuat Dian.

embed from external kumparan

“Ke depannya kami mau buat kreasi motif yang bisa dikombinasikan dengan cabang olahraga lain. Mungkin sepak bola atau yang lain. Ini untuk mengawali saja,” papar Taufan.

Motif batik ASEAN Para Games 2022. FOTO: Fernando Fitusia

Pembuatan batik ASEAN Para Games ini dikerjakan cukup detail selama 13 hari. Di gambar Stadion Manahan pun terdapat batik motif parang, seperti corak hiasan asli di stadion itu.

“Ini nanti kita jual dan blow up. Kalau ada warga Solo atau wisatawan dari luar kota ingin mempunyai batik ASEAN Para Games ini, silakan,” jelas dia.

Taufan juga berencana memperlihatkan batik produksi perajin bisu tuli itu kepada Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Apalagi ia mengaku jika tak memiliki cukup anggaran untuk promosi.

“Mungkin kami coba kontak lewat media sosial. Mungkin kalau Pemkot Solo melihat batik ASEAN Para Games yang dibuat disabilitas, bisa lebih mendapat apresiasi untuk promosi,” tuturnya.

(Fernando Fitusia)