Sapi di Solo dan Sukoharjo Masih Negatif PMK, Perdagangan di Pasar Hewan Diawasi
·waktu baca 2 menit

SOLO - Sapi-sapi di peternakan seputar TPA Putri Cempo, Solo saat ini masih bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Solo, Agus Sasmito.
“Belum ada indikasi, belum ada laporan. Tanggal 11 April lalu kami juga diberi hasil sampel uji lab dari Kimia Farma dan hasilnya negatif,” katanya, Jumat (13/05/2022).
Meski demikian DKPP mewaspadai penularan PMK yang berasal dari lalu lintas perdagangan sapi yang masuk ke Solo. Menurut Agus, di Solo juga terdapat sapi-sapi asal daerah lain seperti Wonogiri, Karanganyar dan Sukoharjo yang diperdagangkan.
Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, juga menerangkan hal senada. “Sampai sekarang hasilnya masih negatif PMK,” jelasnya saat dikonfirmasi.
Dari hasil pengecekan sapi di sekitar TPA Putri Cempo, didapati respons para peternak yang tidak menginginkan hewan mereka tertular virus PMK.
“Kami juga mengecek semua daging sebelum dilakukan penyembelihan dan dijual, di rumah potong hewan (RPH),” kata Ade.
Meskipun hasil masih negatif, pihaknya turut mengawasi perdagangan sapi di Solo bersama DKPP Kota Solo.
“Kalau ditemukan kasus PMK, maka disiapkan langkah-langkah mitigasi mulai lockdown sampai penyembelihan,” tegas Ade.
Terpisah, Polres Sukoharjo bersama Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo juga mengecek kondisi sapi di wilayah tersebut.
“Sampai sekarang belum ada yang terjangkit PMK,” terang Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan.
Pengecekan itu, menurut dia, dilakukan di peternakan sapi Rohani Farm di Kecamatan Bendosari.
“Kami juga melakukan pengawasan terhadap pemotongan hewan dan pasar hewan. Terutama untuk sapi-sapi yang masuk ke Sukoharjo dari luar kota,” terang petugas Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Agus.
(Agung Santoso)
