Konten Media Partner

Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku, Belasan Sapi di Boyolali Diisolasi

Bengawan Newsverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sapi diisolasi di kandang milik warga Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. FOTO: Agung Santoso
zoom-in-whitePerbesar
Sapi diisolasi di kandang milik warga Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. FOTO: Agung Santoso

BOYOLALI - Sebanyak 15 ekor sapi milik seorang peternak di Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali dinyatakan positif terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali, drh Aviany Rifdania, mengatakan 10 dari 15 sapi tersebut telah dinyatakan positif terjangkit PMK usai tes laboratorium. “Sementara potensi tertular 5 sapi lainnya antara 90-100 persen, karena masih satu kandang,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (11/05/2022).

Sapi-sapi yang terjangkit PMK itu memiliki gejala yang sama, seperti tidak nafsu makan dan suhu badan yang tinggi.

Pihaknya sudah melakukan pengobatan kepada sapi-sapi yang terjangkit penyakit itu. “Kami memberikan vitamin A, D, E seperti penanganan pada kasus COVID-19.”

Selain itu sapi-sapi itu juga diberi obat penurun panas hewan ternak, antibiotik untuk infeksi sekunder dan obat-obatan sportif atau vitamin.

“Ini untuk meningkatkan daya tahan tubuh hewan sapi, karena virus ini belum ada obatnya," terang Aviany.

Sapi-sapi tersebut juga diisolasi, agar tidak menularkan PMK ke hewan lainnya. Sapi itu juga dilarang dibawa keluar kandang atau dijual. “Sapi lain yang masuk kandang juga tidak boleh,” terang dia.

Penanganan berikutnya adalah biosecurity, antara lain dengan pembersihan kotoran hewan ternak. Caranya dengan disemprot desinfektan dan membatasi lalu lintas ternak.

Pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada seluruh kepala desa dan peternak dan menutup seluruh pasar hewan, sebagai antisipasi agar tidak memunculkan wabah yang lebih besar. Apalagi hampir semua warga desa di Boyolali beternak sapi.

“Jadi harus gerak cepat. Lebih dari itu, seluruh peternak diminta tidak melakukan pembelian. Apalagi dengan harga murah," kata dia.

(Agung Santoso)