Stres, Pemuda di Sukoharjo Nekat Bunuh Diri dengan Telan Obat Racikan

Konten Media Partner
27 November 2022 19:55
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kondisi AP (24) saat ditemukan anggota Polres Kabupaten Sukoharjo terlihat lemas. FOTO: Agung Santoso
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi AP (24) saat ditemukan anggota Polres Kabupaten Sukoharjo terlihat lemas. FOTO: Agung Santoso
ADVERTISEMENT
SUKOHARJO - Seorang Pemuda di Sukoharjo berinisial AP (24) nekat bunuh diri dengan menelan obat racikan. Saat ditemukan di kamar kosnya di Makam Haji, Kartasura, korban dalam kondisi lemas. Aksi nekat korban diduga karena stres yang dilatarbelakangi oleh masalah dengan teman dekatnya.
ADVERTISEMENT
“Korban sudah dalam keadaan lemas dan muntah-muntah ketika kami sampai di kosnya. Korban langsung kami bawa ke Rumah Sakit UNS untuk mendapatkan perawatan,” kata Kepala Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Sukoharjo, Ajun Komisaris Polisi Wahyu Nugroho Setyawan, Minggu (27/11/2022).
Polisi menemukan puluhan butir pil dan obat racikan yang kemudian disita untuk dijadikan barang bukti. Secara rinci obat yang disita berupa obat jenis Lansoprazole sebanyak 10 butir, Divalproex Sodium sebanyak 16 butir, dan obat racikan dari rumah sakit sebanyak 18 butir.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Obat-obat tersebut masih dalam penyelidikan, obat mana yang dikonsumsi korban. Begitu juga dengan dosisnya," terangnya.
Terbongkarnya tindakan nekat pemuda asal Ponorogo ini bermula dari kecurigaan teman korban yang bernama Aditya Prasetyo. “Korban mengirimkan pesan kepada temannya yang isinya berpamitan dan menanyakan tempat sepi. Setelah teman korban membacanya, pesan tersebut langsung dihapus oleh korban,” papar Wahyu.
ADVERTISEMENT
Tidak berselang lama, korban kembali mengirimkan pesan yang bertuliskan terima kasih. “Pesannya diterima teman korban pada Kamis (24/11/2022). Karena merasa ada yang janggal, si teman langsung mencari korban ke kosnya dan menemukannya dalam keadaan lemas dan muntah-muntah. Kemudian si teman ini langsung menghubungi kami melalui quick respon dari layanan call center 110,” jelas Wahyu lagi.
(Agung Santoso)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020