Konten Media Partner

Tangis Ibu Angkat Iringi Pemakaman Bocah Sukoharjo yang Tewas Dianiaya Kakaknya

Bengawan Newsverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ibu angkat korban, Kartini (tengah), mengikuti prosesi pemakaman UF di Ngabeyan, Sukoharjo, Rabu (13/04/2022). FOTO: Agung Santoso
zoom-in-whitePerbesar
Ibu angkat korban, Kartini (tengah), mengikuti prosesi pemakaman UF di Ngabeyan, Sukoharjo, Rabu (13/04/2022). FOTO: Agung Santoso

SUKOHARJO - Jenazah UF (7), bocah asal Ngabeyan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo yang meninggal usai diduga dianiaya kakak sepupunya dimakamkan di kompleks pemakaman umum setempat, Rabu (13/04/2022).

Prosesi pemakaman UF tersebut diiringi tangisan ibu angkatnya, Kartini.

“Ibunya (ibu angkat korban) ini adalah budenya, yang mengasuh sejak kecil di rumah ini. Tadi setelah ibunya datang, (jenazah) langsung dimakamkan,” ungkap Camat Kartasura, Joko Miranto.

Menurut Joko, ibu angkat UF baru tiba dari Jakarta. Sejak bercerai dengan suaminya atau ayah angkat korban pada 3 tahun lalu, Kartini memang merantau ke Ibu Kota.

embed from external kumparan

“Setelah Pak Haryoto (ayah angkat korban) bercerai dengan Ibu Kartini, semuanya akhirnya tinggal terpisah. Si anak ini (korban) tinggal bersama kakak sepupunya.”

Adapun ayah angkat korban, tidak hadir saat pemakaman. Sepengetahuan Joko, ayah angkat korban tersebut juga tinggal di Jakarta dan bekerja di Rutan Cipinang.

“Kami berharap kejadian ini yang terakhir. Kami mengimbau warga yang melihat hal-hal yang mencurigakan, segera melapor RT setempat atau polisi,” pesan Joko.

Sementara itu Kartini beberapa kali berteriak penuh penyesalan, saat mengetahui keponakannya meninggal secara tragis.

Warga dan kerabat menenangkan ibu angkat korban, Kartini, di rumah duka. FOTO: Agung Santoso

“Maafkan Ibu ya Dik,” katanya sembari terisak.

Ketua RT 01 RW 2 Ngabeyan, Suraji mengatakan, warga prihatin atas tragedi yang dialami UF.

“Warga kaget. Kenapa bisa sampai terjadi,” tuturnya usai pemakaman.

Ia menceritakan, UF diasuh Kartini sejak berusia 35 hari.

“Untuk mengasuh 3 anak dan 1 keponakan, Ibu Kartini harus merantau ke Jakarta dan kerja di perusahaan konfeksi. Apalagi setelah bercerai 3 tahun lalu, membuat Ibu Kartini harus bekerja keras,” terang Suraji.

Sebelumnya, UF meninggal usai diduga dianiaya kakak sepupu sekaligus kakak angkatnya yang berinisial J (18).

Menurut polisi, UF diketahui menderita luka trauma di kepala dan sejumlah luka lebam di beberapa bagian tubuh.

Saat ini polisi telah mengamankan J, yang mengaku menganiaya UF lantaran menganggap korban nakal dan gemar mencuri.

(Agung Santoso)