Venue Renang ASEAN Para Games Belum Siap, Presiden APSF Mengaku ‘Senam Jantung’
·waktu baca 2 menit

SOLO - Venue ASEAN Para Games 2022 untuk cabang olahraga (cabor) renang dinilai ASEAN Para Sport Federation (APSF) sama sekali belum siap. Sebab kolam renang di Kabupaten Karanganyar itu hingga kini masih berupa tanah.
“Memang informasi yang kami terima, spesifikasi (venue itu berstandar) internasional. Tapi kolam renang itu belum ada,” ungkap Presiden APSF, Mayjen Osoth Bhavilai, kepada awak media di Solo pada Senin (09/05/2022).
Hal ini diketahuinya, usai APSF mengecek lokasi venue tersebut. Osoth bahkan mengaku sempat dibuat ‘senam jantung’ atas kondisi kolam renang tersebut.
Meski demikian, Osoth menyebut jika panitia menjamin kolam renang tersebut siap digunakan saat ASEAN Para Games 2022 pertengahan Juli.
“Kami berharap, proyek kolam renang terjadi sesuai yang direncanakan. Kualitas, spesifikasi maupun waktunya,” tegas dia.
Tak hanya kolam renang, APSF juga menyoroti akses toilet bagi para atlet. Dari peninjauan diketahui bahwa ada toilet yang pintunya belum sesuai dengan kebutuhan atlet.
“Lebar pintu masuk toilet minimal 80 cm, tapi ada yang belum 80 cm,” jelas Osoth.
Sementara itu Wasekjen National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Rima Ferdianto, tak menampik jika venue cabor renang masih dalam proses pembangunan.
Pihaknya terus berkomunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) perihal progres pembangunan venue tersebut.
“Mereka (Kementerian PUPR) komitmen pertengahan Juli sudah siap digunakan,” kata Rima.
Diketahui, ASEAN Para Games 2022 akan diselenggarakan di Solo dan sekitarnya pada 30 Juli-6 Agustus 2022. Sebanyak 1.648 atlet dari 11 negara telah mengkonfirmasi keikutsertaannya dalam ajang tersebut.
(Agung Santoso)
