Kumparan Logo

Mereka-mereka yang Layak Diperhatikan di Piala Eropa U-21

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Logo Euro U-21. (Foto: UEFA)
zoom-in-whitePerbesar
Logo Euro U-21. (Foto: UEFA)

Piala Eropa U-21 selalu saja memunculkan pemain-pemain hebat. Setiap tahunnya, ada saja pemain besar yang muncul setelah sebelumnya melewati ajang dua tahunan ini. Di kompetisi termutakhir pada 2015 lalu, deretan bintang Portugal di Piala Eropa 2016 lalu adalah para pemain yang di tahun sebelumnya mampu menjadi finalis Piala Eropa U-21.

Di tahun itu, Joao Mario, Raphael Guerreiro, sampai William Carvalho menunjukkan kebintangannya sehingga bisa naik kelas. Di kompetisi tahun yang sama, nama Victor Lindeloef juga mencuat sehingga semakin nyaman berada di tim utama Benfica dan kini sudah bermain bersama Manchester United.

Dua tahun sebelumnya, anak-anak muda Spanyol: Thiago Alcantara, Koke, Isco, Dani Carvajal, David de Gea, hingga Alvaro Morata mencuat setelah bersama-sama di bawah asuhan Julen Lopetegui keluar sebagai juara. Di musim yang sama, dari Italia, nama-nama sepetri Alessandro Florenzi, Marco Verratti, sampai Ciro Immobile semakin mencuat walau hanya berakhir sebagai runner-up.

[Baca Juga: Euro U-21: Inggris Menang, Swedia Kembali Bermain Imbang]

[Baca Juga: Euro U-21: Jerman dan Italia Sama-sama Menang Meyakinkan]

Sebelum itu, nama-nama seperti Luis Figo, Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro, Andrea Pirlo, Francesco Totti, Petr Cech, Alberto Gilardino, Juan Mata, sampai Gary Cahill juga terbit setelah melewati turnamen ini. Singkatnya, turnamen ini adalah batu pijakan untuk naik ke level yang lebih tinggi lagi sebagai pemain.

Walau memang, ada juga yang gagal. Tapi setidaknya para pemain muda patutlah optimistis menyambut turnamen ini. Kebetulan, sejak 16 hingga 30 Juni kelak, Piala Eropa U-21 tengah diselenggarakan di Polandia. Para pemain muda pun sudah pasti ingin memaknai turnamen ini sebagai batu pijakan tadi.

Kami mencoba memberikan lima pemain yang benar-benar patut diperhatikan pada gelaran di Polandia ini. Adalah mereka yang benar-benar memaknai ajang ini sebagai pusat sorotan dan ajang membuktikan diri. Terlebih, mereka sebelumnya juga telah sempat menjadi sorotan. Sekadar pesan, lupakan Gianluigi Donnarumma karena dia tak masuk dalam daftar ini. Berikut nama-nama pilihan kami:

Lorenzo Pellegrini (Italia)

Sorotan kepada Italia saat ini memang tengah datang kepada Donnarumma. Wajar saja, polemiknya bersama AC Milan tengah jadi pembicaraan publik. Terlebih pada laga perdana Italia menghadapi Denmark pada Minggu (18/6) lalu, ada insiden pelemparan uang palsu dari para suporter kepadanya. Mata publik jelas menyorot Donnarumma setiap Italia tampil.

Namun sesungguhnya, satu nama sedang membuktikan diri di turnamen ini. Dia adalah Lorenzo Pellegrini. Bagi Pellegrini, ini adalah turnamen besar internasional pertamanya. Jelas apabila ini sangat penting baginya, dan juga kariernya tentu. Ditambah lagi, pemain Sassuolo ini tengah mendapat sorotan besar.

Pellegrini dianggap sebagai salah satu gelandang muda paling potensial yang dimiliki Italia saat ini. Statistiknya musim lalu kebetulan cukup baik. Pellegrini mampu mencatatkan 6 gol dan 6 assist untuk Sassuolo di Serie A. Sebagai gelandang tengah yang bisa bermain menyerang dan bertahan, Pellegrini juga memiliki intersepsi bola yang baik dan long pass ciamik.

Tak heran karenanya, pelatih Italia senior, Giampiero Ventura, sudah mempercayainya turun di tim senior mendampingi gelandang penuh pengalaman, Daniele De Rossi, dalam sebuah laga kualifikasi Piala Dunia melawan Liechtenstein awal Juni lalu. Kebetulan, di laga perdana Piala Eropa U-21 ini dia juga bermain baik.

Lorenzo Pellegrini (kiri) bersama De Rossi. (Foto: Reuters/Alessandro Garofalo)
zoom-in-whitePerbesar
Lorenzo Pellegrini (kiri) bersama De Rossi. (Foto: Reuters/Alessandro Garofalo)

Pada laga melawan Denmark itu, Pellegrini tak hanya menjadi kreator ulung serangan Azzurrini, namun ia juga mampu menciptakan gol dengan cara yang sangat ciamik: lewat sebuah tendangan salto penuh kejutan. Jika saja tak ada insiden pelemparan uang untuk Donnarumma, sudah pasti publik tertuju kepada gol Pellegrini di laga tersebut.

Jika saja ia bisa terus membuat kejutan dan penampilan bagus seperti di laga perdana itu, Piala Eropa U-21 kali ini bisa menjadi panggung megah untuk pemain berusia 21 tahun ini. Apalagi Italia juga tengah memiliki kans besar untuk bisa keluar sebagai juara di akhir turnamen.

Sandro Ramirez (Spanyol)

Pada pertandingan pertama Spanyol di Polandia menghadapi Makedonia, Marco Asensio memborong tiga gol. Saul Niguez dan Gerard Deulofeu kemudian mencetak masing-masing satu gol untuk membuat anak-anak Spanyol menang 5-0 di laga tersebut. Di laga itu, penyerang tengah Spanyol, Sandro Ramirez, tak berhasil mencetak gol.

Sandro tak bisa berbuat apa-apa. Bayangkan saja, sebagai target man, tak ada satu pun tembakan yang mampu dilepaskan pemain Malaga itu. Alhasil, ia kemudian ditarik keluar pada menit 47. Penampilannya boleh dibilang mengecewakan. Padahal turnamen ini seharusnya menjadi turnamen di mana ia harus membuktikan diri.

Pasalnya, Sandro tengah banyak mendapat sorotan. Bagaimana tidak, penampilan apiknya dengan mampu mencetak 14 gol di La Liga musim lalu membuatnya menjadi buruan banyak klub tenar Eropa, terutama dari Inggris. Everton, Tottenham Hotspur, hingga Arsenal dikabarkan berminat menggunakan jasanya. Penampilan yang baik seharusnya ditunjukkan Sandro.

X post embed

Pemain berusia 21 tahun ini, perlu memperbaiki penampilannya di dua laga sisa. Karenanya, ia patut terus disorot. Ketajamannya juga jelas dibutuhkan Spanyol untuk bisa keluar sebagai juara, mengingat saat ini tim besutan Albert Celades banyak dihuni oleh pemuda-pemuda berpengalaman yang sudah pernah tampil di tim senior. Jadi, mari kita tunggu aksi Sandro Ramirez berikutnya.

Jordan Pickford (Inggris)

Pickford tampil di Polandia setelah resmi menjadi pemain anyar Everton. Tak hanya itu, saat bermain di Polandia, statusnya juga sebagai penjaga gawang termahal Inggris. Jelas apabila sorotan publik, terutama media-media Inggris tertuju padanya. Pickford tengah menggendong beban besar di pundaknya untuk bisa membuktikan diri apabila ia memang pantas dengan label tersebut.

Eks-kiper Sunderland itu beruntung. Pada laga pertama menghadapi Swedia, ia tampil apik. Satu penalti berhasil digagalkannya untuk kemudian membuat Inggris terhindar dari kekalahan. Pickford mendapat pujian. Kali ini, setelah tampil apik di Premier League musim lalu, Pickford masih menunjukkan performa baik.

Pickford saat berlatih bersama Timnas Inggris. (Foto: Reuters/Jason Cairnduff )
zoom-in-whitePerbesar
Pickford saat berlatih bersama Timnas Inggris. (Foto: Reuters/Jason Cairnduff )

Namun kita tahu, pemain muda Inggris kapan saja bisa menurun performanya dan kemudian dengan mudah flop. Dengan label tinggi ditambah ekspektasi yang tak kalah tinggi tengah menaungi Pickford, penampilannya di Polandia jelas perlu terus diperhatikan. Apalagi, ia berada di sekeliling pemain lain yang tak tengah mendapat perhatian besar.

Serge Gnabry (Jerman)

Gnabry menjadi nama pemain Jerman yang tengah diawasi di Piala Eropa U-21 kali ini. Pasalnya, Gnabry baru saja didatangkan raksasa Jerman, Bayern Muenchen, sebelum ia berangkat ke Polandia. Pemain Jerman yang direkrut Bayern, apalagi ia berusia masih muda, jelas akan menjadi sebuah perbincangan. Mata penonton pasti akan tertuju kepadanya.

Apalagi pada musim lalu, Gnabry berhasil mencetak 11 gol dan 1 assist bersama Werder Bremen. Sebagai pemain muda potensial yang berhasil mencetak lebih dari 10 gol, seharusnya kita tahu kemampuannya tak perlu diragukan. Apalagi sejak dulu masih berseragam Arsenal, potensi dan bakatnya yang besar memang sudah jadi bahan perbincangan.

Gnabry saat berseragam Bremen. (Foto: Carmen Jaspersen/dpa via AP)
zoom-in-whitePerbesar
Gnabry saat berseragam Bremen. (Foto: Carmen Jaspersen/dpa via AP)

Karenanya, publik ingin membuktikan secara langsung bagaimana bagusnya penampilan seorang Gnabry ini. Terlebih ia diproyeksikan sebagai pengganti Arjen Robben atau Franck Ribery di Bayern. Dan beruntung baginya, pada pertandingan pertamanya di Polandia, Gnabry sukses bermain bagus dan mencetak satu gol saat Jerman menang 2-0 atas Republik Ceko. Konsistensi seperti ini, patut terus dijaga pemain 21 tahun ini.

Patrik Schick (Republik Ceko)

Setelah Republik Ceko lama tak memunculkan bintang besar macam Petr Cech, Pavel Nedved, atau Milan Baros, kini tampaknya mereka bakal menghadirkan bintang baru. Dia adalah Patrik Schick, pemain yang musim lalu bersinar di Serie A bersama Sampdoria. Tengok saja bagaimana pada musim lalu ia berhasil mencetak 11 gol dan 3 assist.

Schick berposisi sebagai penyerang tengah. Namun, ia juga bisa ditempatkan sebagai penyerang sayap maupun dimainkan sebagai second striker. Berdasar Whoscored, kelebihannya adalah tendangan jarak jauh dan umpan kunci. Ia juga pemain yang gemar bermain umpan-umpan pendek dan melakukan dribel untuk melewati lawan.

Dengan penampilannya yang apik pada musim lalu, Schick dikabarkan pada musim 2017/18 kelak akan bermain untuk Juventus. Sampdoria dan Juventus dikabarkan sudah menjalin kesepakatan dengan nilai transfer sebesar 30 juta euro untuk pemain berusia 21 tahun itu. Tes medisnya diketahui bakal dilaksanakan setelah Piala Eropa U-21 ini.

X post embed

Sayangnya, pada pertandingan di Polandia ini, Ceko harus takluk 0-2 dari Jerman kendati Schick bermain bagus. Dengan kekalahan, sinarnya memang menjadi sedikit redup. Karena itu, dengan masih menyisakan dua laga sisa lagi, kebintangan Schick masih patut terus dinantikan. Apalagi di laga berikutnya ia akan menghadapi negara tempat di mana kariernya melambung, Italia.