Inisiasi Berikan Protein Entaskan Stunting dan Gizi Buruk di Kabupaten Sukabumi

Berikan Protein Initiative
Dengan Kemandirian Protein, Bersama Cerdaskan Indonesia.
Konten dari Pengguna
12 Februari 2024 10:54 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berikan Protein Initiative tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dokumentasi diskusi Berikan Protein Initiative bersama Wakil Bupati Sukabumi, H. Iyos Sumantri beserta jajaran kepala dinas terkait, Selasa (5/7/22)
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi diskusi Berikan Protein Initiative bersama Wakil Bupati Sukabumi, H. Iyos Sumantri beserta jajaran kepala dinas terkait, Selasa (5/7/22)
ADVERTISEMENT
Pada hari Selasa, 5 Juli 2022, Berikan Protein Initiative sukses mengadakan diskusi bersama dengan Wakil Bupati Sukabumi, H. Iyos Somantri beserta jajaran kepala dinas di Pendopo. Diskusi tersebut membahas tentang pengentasan Gizi Buruk dan Stunting di Kabupaten Sukabumi.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Sukabumi mencapai 27,3%. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata - rata prevalensi stunting nasional menurut data SSGI 2022, yaitu 21,6%.
Banyak faktor yang menyumbang tingginya prevalensi stunting di Kabupaten Sukabumi, beberapa di antaranya adalah kurangnya sanitasi lingkungan dan akses terhadap air bersih, faktor ekonomi, ventilasi rumah yang kurang memadai, serta kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) dan anemia pada ibu hamil.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi menargetkan tiap - tiap kecamatan di Sukabumi untuk menurunkan prevalensi stuntingnya sampai dengan 50% untuk bisa mencapai target nasional sebesar 14% di 2024.
Melalui diskusi ini, Berikan Protein Initiative merencanakan sejumlah inovasi untuk pengentasan gizi buruk dan stunting yang bisa dilakukan dari hulu hingga ke hilir. Dari hulu, Berikan Protein Initiative melakukan kerjasama dengan pemda untuk melakukan pemetaan kecukupan konsumsi protein di Kabupaten Sukabumi. Ketika prevalensi kekurangan protein di Kabupaten Sukabumi sudah diketahui, maka akan lebih mudah bagi Berikan Protein Initiative untuk memetakan intervensi gizi berupa edukasi gizi dan donor protein (pemberian produk makanan fungsional tinggi asam amino dan protein yang mudah terserap tubuh) untuk pengentasan stunting.
Dokumentasi pelaksanaan pengukuran kecukupan konsumsi protein di salah satu SMP di Sukabumi melalui web-aplikasi "Protein Meter" oleh Berikan Protein Initiative
Berikan Protein Initiative juga merencanakan pembentukan ekosistem UKM bebas stunting yang memproduksi olahan pangan lokal unggulan Kabupaten Sukabumi. Nantinya, olahan pangan lokal unggulan tersebut akan difortifikasi dengan Hidrolisat Protein Ikan (HPI) dari Berikan Protein Initiative sehingga tinggi protein. Melalui pembentukan UKM ini, Berikan Protein Initiative mengharapkan akan terjadi peningkatkan kesejahteraan pada masyarakat Kabupaten Sukabumi.
ADVERTISEMENT
Melalui program intervensi gizi yang terintegrasi dari hulu ke hilir dan peningkatan taraf ekonomi masyarakat melalui pembentukan ekosistem UKM, Berikan Protein Initiative berharap dapat membantu menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Sukabumi.