Konten dari Pengguna

Profil Ki Joko Bodo yang Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun

Berita Artis

Berita Artis

Membicarakan apa saja seputar artis

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Artis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ki Joko Bodo. Foto: Jafri Anto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ki Joko Bodo. Foto: Jafri Anto/kumparan

Ki Joko Bodo, sosok yang pernah sangat terkenal sebagai paranormal, meninggal dunia pada hari ini, Selasa (22/11), pukul 09.57 WIB. Ia mengembuskan napas terakhir di usia 59 tahun.

Merasa asing dengan sosok Ki Joko Bodo? Simak profil singkatnya berikut ini.

Ki Joko Bodo. Foto: Jafri Anto/kumparan

Profil Ki Joko Bodo

Ki Joko Bodo lahir pada 17 Februari di Singaraja, Bali. Ia memiliki nama asli Agus Yulianto.

Sosoknya dikenal luas sebagai paranormal. Di samping itu, Ki Joko Bodo juga melebarkan sayap ke kancah akting dan musik.

Ki Joko Bodo pernah membintangi sejumlah film, yakni Terowongan Casablanca (2007), Jeritan Danau Terlarang (2013), dan Taman Langsat Mayestik (2014). Ia juga menjadi pengisi suara di film Si Juki the Movie: Panitia Hari Akhir (2017).

Ki Joko Bodo pada 2006 membentuk grup band yang diberi nama 3 Mantra, yang adalah singkatan dari 3 Manusia Tradisional. Grup musik itu beranggotakan dirinya, Ki Joko Wasis, dan Ki Joko Yono. Pada 2011, 3 Mantra merilis single berjudul Kadukuniku.

Penampilan Ki Joko Bodo. Foto: Jafri Anto/kumparan dan Instagram/@feripurwo

Terkait kehidupan pribadi, Ki Joko Bodo diketahui menjalani poligami. Istri keempatnya, Ni Kadek Leli Mariati, sempat melaporkan dugaan KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) oleh Ki Joko Bodo.

Ki Joko Bodo telah ditetapkan sebagai tersangka kala itu. Namun, laporan polisi pada akhirnya dicabut oleh sang istri.

Beberapa tahun lalu, Ki Joko Bodo disebut-sebut telah berhijrah. Terkait itu, ia mengaku memang telah berproses menjadi pribadi yang lebih baik. Hanya saja, dirinya tak lantas meninggalkan pekerjaaannya sebagai paranormal.

"Kalau profesi, itu enggak bisa ditinggalkan. Ya, kalau dulu mungkin salatnya jarang, sekarang jadi lebih taat," kata Ki Joko Bodo.