Konten dari Pengguna

Profil Nasida Ria, Grup Musik Kasidah Asal Semarang yang Manggung di Jerman

Berita Artis

Berita Artis

Membicarakan apa saja seputar artis

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Artis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Grup musik Qasidah asal Semarang, Nasida Ria menghibur penonton Synchronize Fest hari ketiga di JiExpo Kemayoran, Jakarta Pusat (7/10). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Grup musik Qasidah asal Semarang, Nasida Ria menghibur penonton Synchronize Fest hari ketiga di JiExpo Kemayoran, Jakarta Pusat (7/10). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Grup musik kasidah asal Semarang, Nasida Ria, menjadi sorotan usai tampil di gelaran Documenta Fifteen di Jerman. Pelantun lagu Perdamaian itu tampil pada Sabtu (18/6) pukul 20.00 waktu setempat di Friedrichs Pltaz, Kassel.

Kompak mengenakan seragam gamis warna kuning dan hitam, Nasida Ria membawakan sejumlah lagu populer mereka. Sebut saja Dunia dalam Berita, Perdamaian, Bila Bom Nuklir Diledakkan, hingga Kota Santri.

Penampilan Nasida Ria lantas menjadi perbincangan publik. Sebagian netizen di Twitter mengaku bangga melihat Nasida Ria menjadi salah satu grup musik wanita asal Indonesia yang mendunia. Bahkan tak sedikit netizen yang berkelakar bahwa Nasida Ria bakalan mampu mengalahkan girlband asal Korea Selatan, Blackpink hingga SNSD.

Penyanyi Nasida Ria Semarang. Foto: Instagram/ @nasidariasemarang

Profil Nasida Ria

Grup musik kasidah Nasida Ria dibentuk pada 1975 oleh HM Zain. Pendirinya merupakan seorang guru qiraah asal Semarang, Jawa Tengah.

Kala itu, HM Zain mengumpulkan sembilan siswanya untuk bergabung dalam grup musik religi yang dibentuknya. Ia pun berhasil mendirikan grup musik tersebut dengan anggota Mudrikah Zain, Mutoharoh, Rien Jamain, Umi Kholifah, Musyarofah, Nunung, Alfiyah, Kudriyah, dan Nur Ain.

Di awal perintisannya, Nasida Ria hanya bermodalkan alat musik rebana sebagai instrumen musik mereka. Kendati demikian, kehadirannya diduga menarik perhatian Wali Kota Semarang Iman Soeparto Tjakrajoeda (1980-1990). Nasida Ria pun mendapatkan sumbangan berupa alat-alat musik modern dari Wali Kota.

Grup musik Qasidah asal Semarang, Nasida Ria menghibur penonton Synchronize Fest hari ketiga di JiExpo Kemayoran, Jakarta Pusat (7/10). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Karier Nasida Ria semakin berkembang. Mereka merilis album debutnya, Alabaladil Makabul, yang diakui terinspirasi dari musik Arab. Sejumlah lagu mereka pun mulai populer, yakni Pengantin Baru, Tahun 2000, Jilbab Putih, Anakku, dan Kota Santri.

Di tahun 2000, grup musik Nasida Ria pun mengalami perubahan anggota. Alasannya karena sebagian telah meninggal dunia hingga memutuskan untuk hengkang dengan alasan pribadi.

Kini, Nasida Ria memiliki 12 personel dengan manajer Cholil Zain, anak dari pendiri Nasida Ria, HM Zain. Mereka pun tetap pada pendiriannya, yakni membawakan lagu-lagu yang melekat dengan dakwah Islam.

Tak hanya itu, Nasida Ria juga diketahui memiliki sejumlah lagu yang menyinggung soal isu-isu keadilan, seperti judi, perang, bencana, hingga kebebasan pers. Karya musik mereka pun tetap berdasarkan pada pedoman ajaran agama dalam Al-Quran.