Konten dari Pengguna

25 Contoh Soal Sosial Kultural Profiling ASN dan Kisi-kisinya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 12 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membahas contoh soal sosial kultural Profiling ASN. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membahas contoh soal sosial kultural Profiling ASN. Foto: Unsplash

Mempelajari contoh soal sosial kultural Profiling ASN atau ProASN dapat menjadi sarana efektif untuk menguji kesiapan diri. Dengan mendalami materi ini, para pegawai pemerintah dapat memahami bagaimana cara menyikapi keanekaragaman di lingkungan kerja.

Selain itu, pembiasaan terhadap materi ujian sosial kultural berguna untuk memperluas pemahaman terkait nilai-nilai toleransi, perekat bangsa, dan integritas. Penguasaan aspek-aspek tersebut akan memudahkan peserta dalam menentukan sikap yang paling tepat.

Kisi-Kisi Soal Sosial Kultural Profiling ASN

Ilustrasi memahami kisi-kisi soal sosial kultural Profiling ASN. Foto: Pexels

Ujian sosial kultural menjadi salah satu komponen dalam tahapan penilaian kompetensi ProASN. Bagian tes ini disajikan sebagai satu paket yang diujikan secara serentak bersama dengan tes manajerial.

Ketentuan tersebut sejalan dengan arahan dalam Surat Edaran (SE) Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Profiling Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Rangka Percepatan Penerapan Manajemen Talenta Instansi Pemerintah untuk Mewujudkan Asta Cita dan Visi Misi Kepala Daerah.

Rangkaian tes manajerial dan sosial kultural Profiling ASN mencakup dua subkelompok ujian dengan total 45 butir pertanyaan. Setiap pelamar dialokasikan waktu paling banyak 42 menit untuk menyelesaikan seluruh item soal tersebut.

Tes sosial kultural bertujuan untuk mengukur kompetensi perekat bangsa pada Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Lebih lanjut, merujuk pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen-PANRB) Nomor 38 Tahun 2017 tentang Standar Kompetensi Jabatan Aparatur Sipil Negara, deskripsi kompetensi sosial kultural terdiri dari:

  • Tanggap dalam mencermati dan menyikapi keberagaman di lingkungan kerja.

  • Giat menumbuhkan rasa saling menghormati serta mengutamakan kesetaraan dan kesatuan.

  • Mendukung dan memajukan semangat tenggang rasa dan kebersamaan.

  • Memanfaatkan keberagaman secara positif dan inovatif demi mengoptimalkan daya guna organisasi.

  • Utusan pemerintah dalam menjalin keterikatan hubungan kemasyarakatan dan kejiwaan.

Contoh Soal Sosial Kultural Profiling ASN

Berikut ini merupakan daftar contoh soal materi sosial kultural ProASN dan kunci jawabannya:

1. Peka dengan Keberagaman

1. Saat ditempatkan di wilayah kerja baru yang memiliki norma adat istiadat berbeda dari daerah asal, sikap yang seharusnya Anda tunjukkan adalah...

a. Meminta pindah ke unit kerja lain yang memiliki kesamaan latar belakang budaya dengan daerah asal.

b. Menyesuaikan diri secara aktif dengan mempelajari tradisi lokal tanpa mengorbankan prinsip dasar profesionalisme.

c. Membatasi interaksi dengan warga setempat demi menghindari potensi konflik sosial yang tidak diinginkan.

d. Meminta masyarakat sekitar untuk menyesuaikan cara berkomunikasi dengan kebiasaan yang Anda miliki.

Kunci jawaban: b.

2. Dalam sebuah rapat divisi, seorang rekan kerja menyampaikan gagasan yang dipengaruhi oleh sudut pandang budaya daerahnya, tindakan yang paling bijaksana, yaitu...

a. Mengabaikan usulan tersebut karena dinilai kurang relevan dengan standar operasional instansi secara umum.

b. Menghargai pandangan tersebut dan menganalisis kelebihannya untuk disesuaikan dengan kebutuhan tim.

c. Menolak usulan secara langsung di depan forum demi menjaga efisiensi waktu pelaksanaan rapat.

d. Menyampaikan kritik tajam atas perbedaan cara pandang yang dibawakan oleh rekan kerja tersebut.

Kunci jawaban: b.

3. Ketika ditunjuk menjadi ketua tim yang anggotanya terdiri dari beragam latar belakang agama, suku, dan budaya, strategi kepemimpinan yang tepat ditekankan pada...

a. Memberikan prioritas tugas penting hanya kepada anggota yang memiliki latar belakang daerah yang sama.

b. Membagi tugas secara adil berdasarkan kompetensi individu tanpa membedakan latar belakang sosial.

c. Memaksa seluruh anggota untuk mengikuti satu gaya komunikasi yang ditentukan secara sepihak.

d. Menyerahkan urusan pembagian tugas kepada kesepakatan masing-masing kelompok internal dalam tim.

Kunci jawaban: b.

4. Anda melihat adanya gesekan kecil antar-ASN di kantor yang dipicu oleh kesalahpahaman perbedaan kebiasaan daerah, respons yang selayaknya diberikan adalah...

a. Menganggap hal tersebut sebagai dinamika biasa dan tidak perlu ikut campur dalam penyelesaiannya.

b. Menjadi penengah yang netral untuk membantu memfasilitasi komunikasi yang jujur dan saling memahami.

c. Membela pegawai yang berasal dari daerah yang sama dengan Anda untuk menjaga solidaritas.

d. Melaporkan kedua pihak ke bagian kepegawaian agar diberikan sanksi disiplin secara langsung.

Kunci jawaban: b.

5. Instansi tempat Anda bekerja mengadakan acara kebudayaan tahunan yang mengharuskan setiap pegawai menampilkan tradisi lokal, langkah yang sebaiknya diambil, yaitu...

a. Menolak berpartisipasi karena merasa tidak mahir dalam menampilkannya di hadapan umum.

b. Berpartisipasi secara antusias sekaligus memanfaatkannya sebagai sarana mengenal keanekaragaman budaya lain.

c. Hadir sekadar memenuhi kewajiban presensi tanpa mengikuti jalannya rangkaian acara sampai selesai.

d. Mengkritik penyelenggaraan acara karena dianggap menguras pembiayaan operasional kantor.

Kunci jawaban: b.

2. Aktif Mengembangkan Sikap Saling Menghargai

1. Rekan kerja baru di unit Anda memiliki latar belakang budaya dan cara berkomunikasi yang sangat berbeda dari mayoritas pegawai lainnya. Tindakan yang sebaiknya Anda lakukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, yaitu...

a. Meminta atasan untuk memindahkan rekan tersebut ke unit kerja yang memiliki latar belakang budaya serupa.

b. Menunjukkan kepedulian dengan mengajak berinteraksi dan mempelajari kebiasaan positif dari latar belakang kebudayaannya.

c. Membiarkan rekan tersebut beradaptasi secara mandiri tanpa perlu memberikan bantuan khusus.

d. Membatasi komunikasi hanya pada urusan pekerjaan formal untuk menghindari kesalahpahaman budaya.

Kunci jawaban: b.

2. Dalam sebuah rapat penyusunan program kerja, seorang anggota tim menyampaikan ide yang bertentangan dengan pandangan umum kelompok, tetapi didasari oleh kearifan lokal daerah asalnya. Sikap yang paling tepat untuk Anda tunjukkan adalah...

a. Mendengarkan pendapat tersebut secara saksama dan mengapresiasi keberaniannya dalam memberi sudut pandang baru.

b. Menyela gagasan tersebut secara langsung karena dinilai tidak relevan dengan kondisi perkotaan saat ini.

c. Menolak usulan tersebut secara halus demi menjaga kesepakatan yang sudah dibangun oleh anggota mayoritas.

d. Mengabaikan masukan tersebut dan melanjutkan pembahasan ke topik berikutnya.

Kunci jawaban: a.

3. Saat instansi Anda mengadakan acara perayaan hari besar keagamaan, beberapa pegawai dari kelompok minoritas merasa kurang dilibatkan dalam kepanitiaan. Langkah proaktif yang dapat Anda ambil guna membangun rasa saling menghormati adalah...

a. Menyerahkan sepenuhnya urusan kepanitiaan kepada pihak yang biasa menangani kegiatan tersebut.

b. Mengusulkan kepada ketua panitia agar melibatkan perwakilan dari semua kelompok agama dalam struktur kepanitiaan.

c. Menyarankan kelompok minoritas untuk membuat acara keagamaan tersendiri secara terpisah.

d. Menjelaskan kepada mereka bahwa keterbatasan anggaran menjadi alasan utama pembatasan jumlah panitia.

Kunci jawaban: b.

4. Anda ditunjuk menjadi ketua tim proyek yang anggotanya terdiri dari berbagai suku dan latar belakang daerah yang berbeda. Strategi paling efektif untuk mengukuhkan sikap saling menghargai di dalam tim adalah...

a. Membagi tugas berdasarkan kemiripan latar belakang asal daerah agar komunikasi berjalan lebih lancar.

b. Mendorong setiap anggota untuk saling membagikan perspektif unik mereka dalam menyelesaikan tantangan kerja.

c. Mengarahkan seluruh anggota untuk melepaskan identitas budaya masing-masing selama berada di dalam tim.

d. Menentukan satu standar kebudayaan dominan yang wajib diikuti oleh seluruh anggota tim.

Kunci jawaban: b.

5. Sewaktu pelaksanaan tugas lapangan di daerah terpencil, Anda mendapati rekan kerja Anda mengkritik tradisi lokal masyarakat setempat yang dianggapnya kurang efisien. Sikap yang seharusnya Anda ambil untuk meluruskan hal tersebut, yaitu...

a. Membiarkan kritikan tersebut selama tidak diucapkan secara langsung di hadapan warga lokal.

b. Mengingatkan rekan tersebut secara sopan mengenai pentingnya menghormati adat istiadat setempat.

c. Melaporkan tindakan rekan tersebut kepada tokoh masyarakat lokal agar mendapat teguran langsung.

d. Mengikuti pandangan rekan tersebut karena menganggap efisiensi kerja sebagai prioritas utama.

Kunci jawaban: b.

3. Mempromosikan Sikap Toleransi dan Persatuan

1. Saat ditempatkan di unit kerja yang anggotanya memiliki latar belakang suku dan agama yang sangat beragam, tindakan yang seharusnya diutamakan untuk mempromosikan persatuan, yaitu...

a. Membentuk kelompok kecil berdasarkan kesamaan daerah asal agar komunikasi terasa lebih nyaman.

b. Menginisiasi kegiatan kebersamaan yang melibatkan seluruh anggota tanpa membedakan latar belakang.

c. Menyerahkan urusan integrasi sosial kepada pimpinan unit kerja masing-masing.

d. Mengikuti agenda kelompok mayoritas demi menjaga keharmonisan suasana kerja.

Kunci jawaban: b.

2. Ketika muncul perbedaan pandangan terkait perayaan hari besar keagamaan di lingkungan kantor, sikap paling tepat yang perlu ditunjukkan adalah...

a. Mengajukan usulan agar seluruh kegiatan perayaan keagamaan ditiadakan di lingkungan kerja.

b. Mendorong terciptanya dialog terbuka yang saling menghormati batas kepatutan antarumat beragama.

c. Mengabaikan diskusi tersebut dan berfokus pada penyelesaian tugas individu saja.

d. Meminta pihak luar untuk mengambil keputusan terkait pelaksanaan agenda kantor.

Kunci jawaban: b.

3. Di tengah maraknya isu sensitif berbau kedaerahan yang berpotensi memecah belah keharmonisan pegawai, langkah nyata yang dapat Anda lakukan adalah...

a. Menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar pegawai lain lebih waspada.

b. Mengaktifkan ruang edukasi mengenai pentingnya toleransi dan pentingnya menjaga keutuhan bangsa.

c. Menghindari interaksi dengan rekan kerja yang berasal dari wilayah yang sedang berkonflik.

d. Membiarkan rumor berkembang hingga mereda dengan sendirinya di kalangan pegawai.

Kunci jawaban: b.

4. Ketika mendengar salah satu rekan kerja melontarkan lelucon yang merendahkan tradisi budaya daerah lain, respons yang paling mencerminkan prinsip toleransi, yaitu...

a. Tertawa sekadar untuk menjaga rasa sopan santun di depan teman-teman.

b. Menegur rekan tersebut secara santun dan menjelaskan pentingnya saling menghargai tradisi.

c. Melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib tanpa peringatan terlebih dahulu.

d. Diam saja karena tidak ingin memperpanjang masalah atau memicu pertengkaran.

Kunci jawaban: b.

5. Dalam menyusun panitia kegiatan peringatan hari besar nasional di instansi, strategi utama untuk menguatkan rasa persatuan adalah...

a. Memilih anggota panitia yang hanya berasal dari satu divisi agar koordinasi berjalan cepat.

b. Membuka kesempatan keterlibatan secara inklusif bagi seluruh pegawai dari berbagai latar belakang.

c. Menunjuk kawan terdekat saja guna meminimalisasi potensi perbedaan pendapat.

d. Mengabaikan aspek keterwakilan daerah dalam komposisi kepanitiaan yang dibentuk.

Kunci jawaban: b.

4. Mendayagunakan Perbedaan

1. Ketika Anda ditunjuk memimpin tim lintas divisi yang terdiri dari pegawai dengan latar belakang budaya dan cara kerja yang amat beragam, strategi utama yang akan Anda terapkan untuk mengoptimalkan kinerja tim adalah...

a. Menyeragamkan seluruh metode kerja agar sesuai dengan kebiasaan pribadi Anda sebagai pemimpin.

b. Mengidentifikasi keahlian unik tiap anggota lalu membagi tugas sesuai keunggulan latar belakang mereka.

c. Membiarkan setiap anggota bekerja dengan caranya sendiri tanpa melakukan koordinasi berkala.

d. Mengubah komposisi tim dengan memilih anggota yang memiliki latar belakang homogen.

Kunci jawaban: b.

2. Instansi Anda sedang merancang program pelayanan publik baru, lalu terdapat perbedaan pendapat yang tajam antaranggota tim akibat perbandingan tradisi lokal daerah masing-masing. Sikap yang paling tepat untuk menghadapi situasi tersebut, yaitu...

a. Mengakomodasi ide dari anggota yang berasal dari daerah dengan populasi terbanyak.

b. Membatalkan pelaksanaan program pelayanan publik sampai semua anggota mencapai kesepakatan bulat.

c. Mengarahkan perbedaan pandangan tersebut menjadi bahan diskusi kreatif untuk memperkaya fitur layanan.

d. Mengabaikan semua usulan yang berbasis kearifan lokal demi menjaga netralitas program.

Kunci jawaban: c.

3. Dalam sebuah diskusi penyelesaian masalah operasional, seorang rekan kerja yang berasal dari daerah terpencil menyampaikan gagasan dengan sudut pandang unik yang jarang terpikirkan oleh anggota lain. Langkah yang sebaiknya Anda ambil adalah...

a. Mendengarkan usulan tersebut secara saksama dan mengintegrasikannya ke dalam rencana solusi jika relevan.

b. Meminta rekan tersebut untuk menyimpan idenya agar proses diskusi tidak berlangsung terlalu lama.

c. Menolak gagasan itu secara langsung karena dinilai tidak sesuai dengan kebiasaan kerja di perkotaan.

d. Menyerahkan keputusan penilaian gagasan sepenuhnya kepada pimpinan tanpa memberikan masukan.

Kunci jawaban: a.

4. Anda mengamati adanya kecenderungan pengelompokan pegawai berdasarkan asal daerah yang mulai memicu persaingan tidak sehat di lingkungan kantor. Tindakan yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi kondisi ini adalah...

a. Membiarkan hal tersebut terjadi karena pengelompokan sosial merupakan hal yang alamiah.

b. Menginisiasi kegiatan kolaboratif antarunit kerja yang mengharuskan interaksi lintas kelompok secara intensif.

c. Melaporkan seluruh pegawai yang terlibat pengelompokan kepada bagian kepegawaian untuk diberi sanksi.

d. Mengisolasi diri dari seluruh kelompok agar Anda tidak terlibat dalam dinamika konflik internal.

Kunci jawaban: b.

5. Saat ditempatkan pada unit kerja baru yang memiliki keberagaman generasi antara senior dan junior, tantangan utama yang dihadapkan adalah perbedaan gaya komunikasi. Cara terbaik untuk mendayagunakan kondisi ini demi efektivitas organisasi, yaitu...

a. Meminta kelompok senior untuk sepenuhnya mengikuti gaya komunikasi dan teknologi yang disukai kelompok junior.

b. Mewajibkan kelompok junior meniru seluruh pola kerja konvensional yang digunakan oleh kelompok senior.

c. Memfasilitasi program berbagi pengetahuan di mana pengalaman senior dipadukan dengan inovasi teknologi junior.

d. Memisahkan tugas kelompok senior dan junior agar tidak perlu saling berkomunikasi dalam pekerjaan.

Kunci jawaban: c.

5. Wakil Pemerintah untuk Membangun Hubungan Sosial

1. Saat ditugaskan ke wilayah konflik antarsuku yang sedang memanas, tindakan utama Anda sebagai perwakilan pemerintah untuk meredakan ketegangan masyarakat adalah...

a. Mengumpulkan para tokoh adat dan agama untuk membuka ruang dialog perdamaian secara terbuka.

b. Menyelesaikan masalah melalui jalur hukum tanpa perlu melibatkan pendekatan budaya lokal.

c. Membatasi interaksi dengan warga sekitar demi menjaga keamanan personal selama masa tugas.

d. Menyerahkan sepenuhnya penanganan konflik kepada aparat keamanan setempat.

Kunci jawaban: a.

2. Ketika muncul penolakan dari sebagian warga terhadap pembangunan fasilitas umum di wilayah pemukiman mereka, langkah awal Anda sebagai perekat bangsa, yaitu...

a. Mengabaikan aspirasi warga dan melanjutkan proses pembangunan sesuai rencana awal pemerintah.

b. Menyelenggarakan forum musyawarah untuk mendengarkan kekhawatiran warga dan memberikan penjelasan.

c. Melaporkan tindakan penolakan warga kepada pimpinan agar diambil langkah tegas.

d. Memindahkan lokasi pembangunan ke daerah lain tanpa melakukan koordinasi terlebih dahulu.

Kunci jawaban: b.

3. Dalam acara peringatan hari besar keagamaan di wilayah penugasan Anda yang heterogen, bentuk partisipasi yang paling mencerminkan peran perwakilan negara adalah...

a. Menghadiri seluruh rangkaian kegiatan keagamaan masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang.

b. Hanya menghadiri kegiatan keagamaan yang sama dengan keyakinan pribadi Anda.

c. Meminta masyarakat melangsungkan acara secara tertutup agar tidak memicu gesekan sosial.

d. Mengutus staf bawahan untuk menggantikan kehadiran Anda di setiap acara kemasyarakatan.

Kunci jawaban: a.

4. Anda mendapati adanya isu bohong (hoaks) bernuansa Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) yang berpotensi memecah belah warga di desa tempat Anda bertugas. Sikap yang harus diambil adalah...

a. Menganggap isu tersebut sebagai hal biasa yang akan mereda dengan sendirinya.

b. Membagikan ulang informasi tersebut ke media sosial untuk meminta klarifikasi dari publik.

c. Mengagendakan edukasi literasi digital dan mengklarifikasi fakta yang benar bersama tokoh masyarakat.

d. Meminta aparat kepolisian langsung menangkap semua warga yang membagikan isu tersebut.

Kunci jawaban: c.

5. Sebagai pegawai ASN baru yang ditempatkan di daerah dengan kebudayaan yang sangat berbeda dari daerah asal Anda, upaya terbaik untuk membangun hubungan sosial adalah...

a. Meminta warga lokal mengikuti kebiasaan dan tata cara hidup daerah asal Anda.

b. Berinisiatif mempelajari bahasa dan adat istiadat setempat untuk mempermudah komunikasi.

c. Membatasi pergaulan hanya pada sesama rekan kerja yang berasal dari daerah yang sama.

d. Fokus menyelesaikan pekerjaan kantor tanpa perlu berinteraksi dengan lingkungan masyarakat sekitar.

Kunci jawaban: b.

Rangkaian contoh soal sosial kultural Profiling ASN yang disajikan di atas ditujukan sebagai sarana latihan mandiri guna memperkaya pemahaman. Perlu dipahami bahwa penyusunan dan penerbitan materi uji yang sah sepenuhnya berada di bawah otoritas BKN.

Baca Juga: 40 Contoh Soal Preferensi Karier Profiling ASN dan Kisi-kisinya

(MDP)