5 Budaya Kerja Alfamart yang Perlu Dipahami Setiap Karyawannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) adalah sebuah perusahaan perdagangan ritel yang berkantor pusat di Tangerang, Indonesia. Sama seperti perusahaan lainnya, Alfamart juga memiliki budaya kerja yang perlu dipahami oleh setiap karyawannya.
Mengutip buku Budaya Organisasi: Sebuah Konsep karya Nenny Ika Putri Simarmata, budaya kerja merupakan nilai-nilai yang dirumuskan para pemimpin puncak untuk dianut, dijalankan, dan dipertahankan anggota perusahaan.
Dengan nilai-nilai tersebut, diharapkan seluruh anggota perusahaan dapat menjadi lebih produktif, kreatif, dan berkembang. Lantas, apa saja budaya kerja Alfamart? Simak uraian di bawah ini untuk mengetahui informasi lengkapnya.
Budaya Kerja Alfamart
Menurut Investopedia, budaya kerja dapat membuat suatu perusahaan lebih mudah bersaing di pasar dan meraih tujuannya. Melalui budaya kerja, operasional bisnis secara internal dapat berjalan dengan sinergis dan kolaboratif.
Adanya budaya kerja juga bisa membuat karyawan tertarik dan memiliki sense of belonging terhadap perusahaan. Hal ini tentunya akan mendorong retensi karyawan dan perolehan bakat baru dari mereka.
Dengan itu, budaya kerja berfungsi sebagai faktor pendukung hubungan masyarakat atau publik. Alfamart menjadi salah satu perusahaan yang turut menerapkan dan mengajarkan budaya kerja kepada seluruh karyawannya.
Budaya kerja Alfamart dibuat oleh pendirinya, Djoko Susanto bersama para petinggi perusahaan lainnya. Berikut budaya kerja Alfamart seperti dikutip dari laman resminya:
Integritas yang tinggi: Jujur, disiplin, dan konsisten dalam bekerja berlandaskan etika serta bertanggung jawab terhadap pekerjaan.
Inovasi untuk kemajuan yang lebih baik: Kreatif dalam bekerja, berkomitmen untuk melakukan perbaikan cara kerja secara terus menerus.
Kualitas dan produktivitas yang tertinggi: Mampu menjalankan tugas serta fokus pada pencapaian hasil kerja yang lebih baik.
Kerja sama tim: Terlibat aktif serta mendorong terciptanya semangat dan kekompakan tim.
Kepuasan pelanggan melalui pelayanan terbaik: Berinisiatif tinggi memenuhi kebutuhan dan memastikan terciptanya kepuasan pelanggan.
Sekilas Tentang Alfamart
Alfamart menjadi salah satu jaringan minimarket paling ternama di Indonesia. Ada belasan ribu gerai Alfamart yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan.
Berada di bawah naungan PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk., Alfamart berdiri pada 27 Juni 1999. Lokasinya yang mudah dijangkau dan tempat belanjanya yang nyaman membuat Alfamart terus eksis hingga saat ini.
Sampai sekarang, Alfamart juga konsisten menyediakan barang-barang kebutuhan sehari-hari. Mulai dari bahan makanan, makanan ringan, hingga perlengkapan rumah tangga tersedia lengkap di minimarket ini.
Alfamart dapat mudah dicari dari logonya yang didominasi warna merah dan kuning dengan sedikit aksen warna biru. Di samping itu, Albi, maskot Alfamart yang ikonik juga membuat perusahaan ritel ini gampang dikenali.
Dalam beberapa kesempatan, Albi hadir dalam kostum lebah besar. Dengan mengenakan kostum Albi, pegawai Alfamart akan menyambut pelanggan dengan ramah dan riang.
(NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan budaya kerja?

Apa yang dimaksud dengan budaya kerja?
Budaya kerja merupakan nilai-nilai yang dirumuskan para pemimpin puncak untuk dianut, dijalankan, dan dipertahankan anggota perusahaan.
Apa tujuan dibuatnya budaya kerja?

Apa tujuan dibuatnya budaya kerja?
Dengan adanya budaya kerja, diharapkan seluruh anggota perusahaan dapat menjadi lebih produktif, kreatif, dan berkembang.
Apa fungsi dari budaya kerja?

Apa fungsi dari budaya kerja?
Budaya kerja dapat membuat suatu perusahaan lebih mudah bersaing di pasar dan meraih tujuannya.
