Konten dari Pengguna

5 Contoh Neraca Saldo Berdasarkan Jenis-jenisnya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 4 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi neraca saldo. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi neraca saldo. Foto: Unsplash

Contoh neraca saldo seringkali dibutuhkan untuk dijadikan sebagai referensi pembuatan laporan keuangan. Neraca saldo umumnya difungsikan sebagai media pencatatan atas berbagai informasi keuangan perusahaan.

Tak hanya itu, neraca saldo kerap dijadikan sebagai acuan untuk meminimalkan terjadinya kesalahan. Sebab, setiap akun yang tercatat pada neraca saldo akan terlihat jumlahnya secara keseluruhan.

Berdasarkan hal tersebut, tak mengherankan bahwa neraca saldo memegang peranan penting terhadap kondisi perusahaan. Guna memahami jenis neraca yang satu ini dan contohnya, simak uraian artikel di bawah ini.

Pengertian Neraca Saldo

Ilustrasi sedang membuat neraca saldo. Foto: Unsplash

Mengutip buku Belajar Mudah Akuntansi Dasar oleh Siti Aisyah Siregar, neraca saldo adalah daftar nama-nama akun yang digunakan untuk mengetahui keseimbangan antara jumlah akhir dengan jumlah kredit yang terdapat dalam buku besar.

Neraca ini disusun secara sistematis sesuai kode akun yang bersumber dari buku besar perusahaan pada periode tertentu. Secara umum, neraca saldo dapat dibedakan menjadi tiga jenis, di antaranya:

  1. Neraca saldo belum disesuaikan, yakni neraca yang berisi informasi saldo untuk setiap akun yang terdapat dalam buku besar.

  2. Neraca saldo setelah penyesuaian, ialah neraca yang memuat saldo setiap akun dan telah disesuaikan kembali dengan jurnal penyesuaian. Penyesuaian tersebut didasarkan pada standar akuntansi aktual yang memungkinkan beberapa akun perlu disesuaikan.

  3. Neraca saldo tutup, yaitu neraca yang dibuat setelah pembukuan selesai. Umumnya, jenis neraca ini disusun setiap akhir periode.

Baca juga: Pengertian Piutang Dagang, Ciri-ciri, dan Metode Pencatatannya

Contoh Neraca Saldo

Sebagai bagian dari pembukuan pada seluruh akun yang terdapat dalam akun buku besar, neraca saldo memiliki berbagai jenis, salah satunya neraca saldo pada perusahaan dagang.

Merujuk buku Pengantar Akuntansi I Teori dan Praktik oleh Diyah Santi Hariyani, aturan mengenai debit dan kredit pada perusahaan dagang memiliki persamaan dengan perusahaan jasa.

Hanya saja, yang membedakan keduanya yakni keberadaan akun yang tak ditemukan pada perusahaan jasa. Berikut contoh neraca saldo berdasarkan jenis-jenisnya:

Contoh neraca saldo perusahaan dagang

Contoh neraca saldo perusahaan dagang. Foto: Buku Pengantar Akuntansi I Teori dan Praktik oleh Diyah Santi Hariyani.

Contoh neraca saldo perusahaan jasa

Contoh neraca saldo perusahaan jasa. Foto: Dok. Istimewa

Contoh neraca saldo setelah penutupan

Contoh neraca saldo setelah penutupan. Foto: Buku Membuka Cakrawala Ekonomi oleh Imamul Arifin dan Giana Hadi Wagiana.

Contoh neraca saldo sederhana

Contoh neraca saldo sederhana. Foto: Dok. Istimewa

Contoh neraca saldo setelah penyesuaian

Contoh neraca saldo setelah penyesuaian. Foto: Modul Pembuatan Neraca Saldo Setelah Jurnal Penyesuaian oleh Smart Accounting

Cara Menyusun Neraca Saldo

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sumber penyusunan neraca saldo berasal dari saldo-saldo akhir yang terdapat di buku besar. Berbagai saldo tersebut digolongkan berdasarkan kode akun yang tersedia.

Mengutip jurnal berjudul Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Secara Sederhana pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sorong oleh Wisang Candra Bintari, dkk., berikut cara membuat jurnal penyesuaian dari neraca saldo:

1. Susun jurnal

Penyusunan jurnal penyesuaian dapat dimulai ketika semua jurnal telah dibukukan ke dalam tiap-tiap rekening di buku besar. Sebelum hal tersebut dilakukan, informasi yang ada dapat digunakan untuk mengecek keseimbangan antara debit dengan kredit dari seluruh rekening yang ada dalam buku besar.

2. Kumpulkan data

Selanjutnya mengumpulkan data yang diperlukan untuk membuat jurnal penyesuaian. Umumnya, terdapat beberapa transaksi yang kemungkinan belum tercatat dan belum sesuai dengan kondisi di akhir periode. Dengan demikian, data tersebut dikumpulkan dalam menyusun jurnal penyesuaian.

3. Susun neraca lajur

Fungsi penyusunan neraca ini untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan yang dimulai dari neraca saldo lalu disesuaikan dengan data yang ada pada jurnal penyesuaian. Lalu, saldo yang telah mengalami penyesuaian akan nampak pada neraca saldo.

4. Susun laporan

Setelah itu, laporan-laporan tersebut dapat disusun secara langsung pada neraca lajur.

5. Susun jurnal penutupan

Bila rekening pada buku besar telah disesuaikan, jurnal penutupan dapat disusun.

6. Susun neraca saldo

Guna mengecek keseimbangan antara debit dan kredit pada rekening yang masih terbuka, dilakukan penyusunan neraca saldo setelah penutupan.

Pada langkah ini akan mencantumkan rekening riil saja dan tak termasuk nominal yang sudah ditutup. Sumber data keuangan untuk menyusun neraca saldo setelah penutupan berasal dari buku besar setelah posting penutupan.

7. Sesuaikan dengan laporan keuangan

Setelah itu, lakukan penyesuaian kembali pada laporan keuangan dengan mengembalikannya pada rekening normal. Kemudian hitung keseimbangan antara jumlah saldo debit dengan jumlah saldo kredit. Apabila keduanya terdapat perbedaan, dapat dipastikan bahwa data di dalamnya terjadi kesalahan.

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan neraca saldo?
chevron-down

Neraca saldo adalah daftar nama-nama akun yang digunakan untuk mengetahui keseimbangan antara jumlah akhir dengan jumlah kredit yang terdapat dalam buku besar.

Apa saja isi neraca saldo?
chevron-down

Isi atau sumber penyusunan neraca saldo berasal dari saldo-saldo akhir yang terdapat di buku besar.

Apa kegunaan neraca saldo?
chevron-down

Neraca saldo umumnya difungsikan sebagai media pencatatan atas berbagai informasi keuangan perusahaan. Tak hanya itu, neraca saldo kerap dijadikan sebagai acuan untuk meminimalkan terjadinya kesalahan.