Konten dari Pengguna

5 Indikator Kepuasan Kerja Karyawan yang Bisa Perusahaan Perhatikan

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi indikator kepuasan kerja karyawan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi indikator kepuasan kerja karyawan. Foto: Pexels

Indikator kepuasan kerja bagi setiap karyawan dapat berbeda-beda. Secara sederhana, kepuasan kerja adalah seberapa bahagia seorang karyawan terhadap pekerjaan dan lingkungan kerjanya.

Dikutip dari laman AIHR, karyawan yang puas dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya kemungkinan besar akan bertahan lama di perusahaan tempatnya bekerja.

Mereka bahkan juga akan berdedikasi untuk membantu perusahaan mencapai tujuannya. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk mengukur kepuasan kerja setiap karyawannya.

Indikator Kepuasan Kerja Karyawan

Ilustrasi indikator kepuasan kerja karyawan. Foto: Pexels

Berikut beberapa hal yang bisa perusahaan jadikan sebagai indikator kepuasan kerja para karyawannya, sebagaimana dirangkum dari laman Walters People.

1. Rasa inisiatif

Seorang karyawan yang bahagia melakukan lebih dari apa yang diharapkan darinya dan berusaha mendapatkan kepuasan dari semua yang dilakukannya setiap hari.

Selain rasa inisiatif, ia juga memiliki jalur karier yang jelas. Dia memiliki misi yang konstan untuk berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan dan meningkatkan layanan di dalamnya.

2. Tingkat ketidakhadiran yang rendah

Jika sakit, karyawan yang merasa puas akan lebih jarang berada di rumah. Pilek atau sakit kepala biasa tidak akan menghentikannya untuk berangkat kerja. Hal ini tentunya akan memberikan kontribusi terhadap suasana kerja yang positif di kantor.

3. Bangga dengan pekerjaannya

Karyawan yang bahagia akan bangga dengan pekerjaannya. Bahkan, ia juga akan dengan sendirinya memperkenalkan perusahaan tempatnya bekerja ke mata dunia luar.

Dia terlibat secara emosional, memiliki perhatian terhadap detail dan bersedia melakukan upaya ekstra untuk berkontribusi terhadap kesuksesan perusahaan Anda, bahkan tanpa diminta.

4. Bersikap positif

Sikap positif merupakan indikasi jelas bahwa karyawan bahagia. Perusahaan dapat mengetahui lebih lanjut tentang sikap ini melalui komunikasi terbuka.

Mereka yang secara sukarela dan antusias berpartisipasi dalam percakapan, menganggap diri mereka sebagai anggota penuh komunitas perusahaan.

5. Menjaga hubungan baik dengan rekan kerja

Karyawan yang puas sering kali menjaga hubungan baik dengan rekan kerja mereka, sehingga bermanfaat bagi etos kerja dan produktivitas di dalam perusahaan.

Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Produktivitas Karyawan bagi Perusahaan

Cara Mengukur Kepuasan Kerja Karyawan

Ilustrasi mengukur kepuasan kerja karyawan menggunakan survei. Foto: Pexels

Menurut Hubstaff, cara mengukur kepuasan kerja karyawan bisa dilakukan dengan melakukan survei. Dari hasil survei tersebut, perusahaan dapat mengetahui serta mempelajari lebih lanjut tentang apa yang disukai dan tidak disukai karyawan.

Perusahaan dapat menggunakan survei untuk mengukur kepuasan di bidang tertentu seperti ekspektasi manajemen, hubungan rekan kerja, tingkat stres, dan kemajuan karier.

Saat merancang survei kepuasan kerja karyawan, pastikan pertanyaannya menggunakan tata bahasa yang mudah dipahami. Sertakan juga pertanyaan dengan jawaban terbuka dan pilihan ganda.

Hal ini untuk menciptakan perpaduan yang baik antara data kualitatif dan kuantitatif. Berikut beberapa pertanyaan yang perlu dipertimbangkan untuk ditanyakan dalam survei kepuasan karyawan:

  • Apakah Anda senang dengan peluang pertumbuhan yang tersedia di perusahaan? (Nilai dari 1 hingga 10)

  • Apakah Anda merasa bahwa Anda mendapat imbalan yang memadai atas dedikasi dan komitmen Anda terhadap pekerjaan Anda? (Nilai dari 1 hingga 10)

  • Apakah Anda menikmati menjadi anggota tim Anda? (Nilai dari 1 hingga 10)

  • Apakah tim Anda memberi Anda dukungan yang Anda perlukan di tempat kerja? (Nilai dari 1 hingga 10)

  • Apakah menurut Anda tim Anda menghargai waktu pribadi Anda? (Nilai dari 1 hingga 10)

  • Jika Anda menghadapi masalah di tempat kerja, tahukah Anda siapa yang harus dihubungi untuk mendapatkan solusinya? (Jawaban terbuka)

  • Seberapa sering Anda merasa stres di tempat kerja? (Jawaban terbuka)

  • Apakah menurut Anda pekerjaan didistribusikan secara merata di antara anggota tim Anda? (Nilai dari 1 hingga 10)

  • Bagaimana Anda meningkatkan cara pendistribusian pekerjaan? (Jawaban terbuka)

(NDA)