5 Jenis Laporan Keuangan dalam Dunia Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perusahaan umumnya perlu membuat lima jenis laporan keuangan ketika telah memasuki akhir periode akuntansi. Tujuannya untuk memberi informasi tentang kondisi finansial perusahan sehingga dapat dijadikan bahan evaluasi.
Secara sederhana, laporan keuangan perusahaan adalah sebuah catatan yang berisi informasi finansial suatu perusahaan dalam satu periode tertentu. Fungsinya, sebagai penggambaran situasi kinerja perusahaan tersebut.
Dengan laporan keuangan, perusahaan dapat melihat kondisi keuangan mereka, menentukan strategi yang tepat, dan memenuhi kebutuhan stakeholder. Lalu, apa saja lima jenis laporan keuangan yang perlu dibuat perusahaan?
Jenis Laporan Keuangan
Dikutip dari buku Manajemen Laporan Keuangan oleh Burhanuddin Bani dan Wardati Arfani, berikut jenis laporan keuangan yang perlu dibuat suatu perusahaan ketika memasuki akhir periode akuntansi.
1. Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menunjukkan pendapatan, biaya, dan laba atau rugi bersih perusahaan dalam suatu periode tertentu.
Laporan ini berfungsi untuk mengetahui sejauh mana perusahaan berhasil memperoleh keuntungan atau merugi. Laporan laba rugi umumnya terdiri dari dua bagian utama:
Pendapatan: Berisi semua pendapatan yang diperoleh perusahaan, termasuk pendapatan operasional dan non-operasional.
Biaya dan beban: Berisi semua biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan, seperti biaya operasional, pajak, dan beban lain-lain.
2. Neraca (Balance Sheet)
Neraca adalah laporan keuangan yang menunjukkan posisi aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan pada satu titik waktu tertentu. Laporan ini digunakan untuk melihat kondisi keuangan perusahaan dalam jangka pendek dan jangka panjang.
Baca juga: Perbedaan Aktiva dan Pasiva dalam Akuntansi
3. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)
Laporan arus kas adalah laporan yang menunjukkan pergerakan kas perusahaan dalam suatu periode tertentu, baik arus kas masuk maupun keluar. Laporan ini terbagi menjadi tiga aktivitas utama:
Arus kas dari aktivitas operasional: Kas yang dihasilkan atau digunakan dalam kegiatan operasional sehari-hari, seperti penjualan dan pembayaran biaya.
Arus kas dari aktivitas investasi: Kas yang dihasilkan atau digunakan dalam aktivitas investasi, seperti pembelian aset atau investasi lainnya.
Arus kas dari aktivitas pendanaan: Kas yang diperoleh atau dikeluarkan untuk pendanaan, misalnya, pembayaran dividen atau penerimaan dari penerbitan saham.
4. Laporan Perubahan Modal (Equity Statement)
Laporan perubahan modal adalah uraian yang menyajikan perubahan dalam ekuitas perusahaan selama periode tertentu. Laporan ini menunjukkan bagaimana perubahan modal terjadi, baik dari laba bersih, investasi pemilik, atau pembagian dividen. Elemen utama dalam laporan perubahan modal meliputi:
Modal awal: Saldo ekuitas pada awal periode.
Penambahan modal: Kenaikan modal yang berasal dari laba bersih, penjualan saham, atau kontribusi pemilik.
Pengurangan modal: Pengurangan yang disebabkan oleh dividen atau kerugian yang dialami perusahaan.
5. Catatan atas Laporan Keuangan (Notes to Financial Statements)
Catatan atas laporan keuangan adalah informasi tambahan yang menjelaskan detail dari angka-angka dalam laporan keuangan utama. Catatan ini mencakup informasi yang tidak dapat dijelaskan hanya dengan angka, seperti kebijakan akuntansi, rincian aset dan kewajiban, serta pengungkapan risiko.
(NDA)
