Konten dari Pengguna

5 Karakteristik Proses Bisnis yang Efektif bagi Perusahaan

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi merancang proses bisnis. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi merancang proses bisnis. Foto: Unsplash

Banyak perusahaan menggunakan karakteristik proses bisnis untuk menjaga kegiatan operasionalnya agar tetap teratur dan konsisten. Dengan begitu, perusahaan pun bisa mencapai tujuannya.

Secara garis besar, proses bisnis sendiri dapat dimaknai sebagai serangkaian aktivitas usaha yang dilakukan secara terstruktur dan berkaitan satu sama lain guna mencapai suatu tujuan.

Orang-orang yang menjadi pelaksana kegiatan ini akan menjalankan tugas tertentu sesuai spesialisasi mereka dengan berpatokan pada standar perusahaan.

Pelaksanaan proses bisnis biasanya juga akan diawasi dan dievaluasi secara rutin. Hal tersebut bertujuan agar pelaksanaan proses bisnis dapat sesuai dengan selera konsumen maupun target perusahaan.

Karakteristik Proses Bisnis

Ilustrasi merancang proses bisnis. Foto: Unsplash

Proses bisnis yang efektif memiliki beberapa karakteristik. Mengutip dari laman Indeed, karakteristik proses bisnis tersebut, di antaranya sebagai berikut:

  1. Proses bisnis dapat diulang. Tim dapat menggunakannya berkali-kali, dengan harapan dapat menghasilkan sesuatu yang sama ataupun baru.

  2. Proses bisnis bersifat fleksibel. Pelaksanaannya bisa diubah apabila diperlukan, namun tidak mempengaruhi kegiatan operasional perusahaan.

  3. Proses bisnis terbatas. Ada titik awal dan akhir yang terdefinisi dengan baik dengan langkah-langkah yang jelas dan ringkas.

  4. Proses bisnis dapat diukur.

  5. Proses bisnis menambah nilai. Setiap tugas dapat diselesaikan tanpa membuang tenaga, bahan, atau sumber daya lainnya.

Baca juga: Dampak Kegagalan Proses Bisnis bagi Materi dan Psikis

Jenis-jenis Proses Bisnis

Ilustrasi merancang proses bisnis. Foto: Unsplash

Proses bisnis terbagi menjadi beberapa jenis. Mengutip buku Analisis Proses Bisnis karya Elly Rahayu, Wan Mariatul Kifti, Rohminatin Rohminatin, dan Santoso Santoso, berikut jenis-jenis proses bisnis:

1. Proses Utama

Proses utama merupakan proses utama yang terlibat langsung dalam menghasilkan produk atau layanan pelanggan. Yang termasuk proses bisnis utama di antaranya adalah pengembangan Produk, perolehan komitmen kepada pelanggan, pemenuhan pesanan pelanggan, layanan pelanggan.

2. Proses Dukungan

Ini merupakan proses yang mendukung proses utama. Contohnya seperti Manajemen Keuangan, Manajemen Sumberdaya Manusia, Manajemen Informasi dan lain sebagainya yang secara langsung tidak terlibat dalam proses utama namun keberadaanya sangat mendukung proses utama.

Misalnya, menyelesaikan proses rekrutmen pegawai untuk pegawai yang terlibat langsung dalam proses utama. Atau membuat lingkungan kerja menjadi lebih nyaman dan kondusif sehingga proses utama bias berjalan dengan baik.

3. Proses manajemen

Proses ini biasanya berada pada tingkatan manajemen, di mana proses ini akan merencanakan dan mengatur proses utama dan proses pendukung melalui berbagai aturan dan tata kelola perusahaan.

Manfaat Proses Bisnis

Ilustrasi merancang proses bisnis. Foto: Unsplash

Gie mengemukakan dalam buku Analisis Proses Bisnis karya Elly Rahayu, dkk bahwa terdapat beberapa manfaat dari proses bisnis, di antaranya sebagai berikut:

1. Pengurangan pengeluaran dan risiko

Jika langkah-langkah dalam sebuah aktivitas bisnis dapat dipahami dengan baik, dijalankan sesuai aturannya tentu akan berdampak positif pada hasil yang dicapai.

Kesalahan dalam menjalankan prosedur akan berakibat pada pengeluaran biaya. Meminimalisasi kesalahan yang dilakukan artinya meminimalkan pengeluaran biaya untuk perbaikan

2. Mengurangi kesalahan manusia

Proses bisnis yang baik menuntut spesialisasi. Pekerjaan yang dilakukan para spesialis akan mengurangi kesalahan yang dilakukan karena ketidakmampuan tenaga kerja. Pemahaman terhadap langkah-langkah dalam sebuah aktivitas bisnis dapat meminimalisasi human eror.

3. Meningkatkan efisiensi

Dengan memetakan langkah-langkah apa yang harus dilakukan guna mencapai tujuan perusahaan, menghasilkan sebuah produk atau melakukan pelayanan kepada pelanggan pasti akan dapat meningkatkan efisiensi.

4. Lebih fokus pada pelanggan

Sebuah perencanaan proses bisnis yang baik, dapat dipahami dan dijalankan dengan baik pula oleh pemangku kepentingan yang terkait, akan meningkatkan efisiensi pelaksanaan kegiatan dan pada akhirnya dapat meminimalisasi kesalahan. Ketika proses berjalan lancar perusahaan bisa lebih focus ke pelanggan.

5. Menjembatani kesenjangan komunikasi

Kepuasan pelanggan menjadi tujuan akhir dari tiap perusahaan. Ketika pelanggan puas pasti akan kembali dan melakukan pembelian ulang. Rancangan proses bisnis yang baik tentunya Menjembatani kesenjangan komunikasi antara perusahaan dan pelanggannya melalui ulasan dan riset pasar

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apakah yang dimaksud dengan proses bisnis?
chevron-down

Secara garis besar, proses bisnis sendiri dapat dimaknai sebagai serangkaian aktivitas usaha yang dilakukan secara terstruktur dan berkaitan satu sama lain guna mencapai suatu tujuan.

Apa tujuan proses bisnis?
chevron-down

Proses bisnis bertujuan agar suatu usaha dapat meminimalisasi kesalahan yang terjadi di masa depan.

Proses bisnis ada berapa?
chevron-down

Proses bisnis terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya proses utama, dukungan, dan manajemen.