Konten dari Pengguna

50 Soal Tes Petugas Haji Layanan Transportasi dan Kisi-kisinya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 17 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membahas soal tes petugas haji layanan transportasi. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membahas soal tes petugas haji layanan transportasi. Foto: Pexels

Mempelajari contoh soal tes petugas haji layanan transportasi menjadi bekal pengetahuan yang perlu dilakukan oleh para pelamar. Pasalnya, pendaftar yang telah menyelesaikan registrasi akan menghadapi Computer Assisted Test (CAT) pada Sabtu, 5 September 2026.

Adapun pada penyelenggaraan seleksi CAT Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter dan PPIH Arab Saudi 1448 Hijriah/2027 Masehi, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Kisi-Kisi Soal Tes Petugas Haji Layanan Transportasi

Ilustrasi memahami kisi-kisi soal tes petugas haji layanan transportasi. Foto: Pexels

Merujuk pada Keputusan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Nomor 78 Tahun 2026 tentang Pedoman Seleksi dan/atau Penunjukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji, Pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji, dan Petugas Haji Daerah (PHD), CAT terdiri dari Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB).

1. TKD

TKD diujikan untuk menilai wawasan perhajian, kemampuan bahasa Arab dasar, dan wawasan kebangsaan calon PPIH. Selain itu, tes ini diadakan untuk mengukur kesehatan mental atau psikologi pelamar.

2. TKB

TKB digelar untuk menilai wawasan dan kompetensi teknis agar sesuai dengan peminatan dan tuntutan tugas spesifik yang akan dijalankan.

Melalui ujian ini, panitia dapat memastikan bahwa calon petugas memiliki kesiapan dalam mengelola pelayanan di bidangnya.

Contoh Soal Tes Petugas Haji Layanan Transportasi

Sebagai bahan pembelajaran, berikut contoh soal tes petugas haji layanan transportasi dan kunci jawabannya:

1. Wawasan Perhajian

1. Tugas utama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daker Makkah Sektor Transportasi adalah...

a. Membagikan konsumsi di pemondokan jamaah

b. Mengatur dan memantau pergerakan bus Shalawat serta bus antarkota

c. Membimbing pelaksanaan ibadah umrah wajib jamaah

d. Mengurus dokumen paspor jamaah yang hilang

e. Menyediakan obat-obatan di tempat penginapan

Kunci jawaban: b

2. Layanan bus gratis yang disediakan oleh Pemerintah Indonesia untuk mengantar jamaah haji dari pemondokan di Makkah menuju Masjidil Haram dan sebaliknya adalah...

a. Bus Sholawat

b. Bus Tarwiyah

c. Bus Armuzna

d. Bus Masyair

e. Bus Haramain

Kunci jawaban: a

3. Pada saat fase puncak haji Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), sistem transportasi jamaah diatur dengan pola...

a. City tour

b. Shuttle bus / Taraddudi

c. Point-to-point ekspres

d. Sistem ganjil genap

e. Transit terminal pusat

Kunci jawaban: b

4. Hal pertama yang harus dilakukan oleh petugas transportasi ketika menemukan jamaah lansia tersesat di Terminal Bus Makkah adalah...

a. Meminta jamaah naik ke bus mana saja yang kosong

b. Mengamankan jamaah, memeriksa gelang identitas, dan mengarahkannya ke rute bus yang sesuai

c. Menyuruh jamaah menyewa taksi sendiri menuju hotel

d. Menyuruh jamaah menunggu sampai rombongannya datang mencari

e. Membawa jamaah ke kantor kedutaan besar

Kunci jawaban: b

5. Pengangkutan jamaah haji gelombang I dari Madinah menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib menggunakan sarana transportasi darat berupa...

a. Bus Antarkota (Intercity Bus)

b. Kereta Cepat Haramain

c. Mobil angkutan kota Makkah

d. Bus Taraddudi Armuzna

e. Pesawat penerbangan domestik

Kunci jawaban: a

6. Hal yang perlu diperhatikan petugas transportasi saat proses pendorongan (boarding) jamaah dari hotel Makkah menuju Arafah adalah...

a. Memastikan seluruh jamaah sudah memakai pakaian ihram dan mengecek jumlah jamaah sesuai manifest

b. Membiarkan jamaah membawa seluruh koper besar ke dalam kabin bus

c. Meminta sopir berjalan secepat mungkin tanpa memedulikan kapasitas bus

d. Mendahulukan barang bawaan daripada jamaah lansia

e. Memutus komunikasi dengan ketua rombongan

Kunci jawaban: a

7. Warna stiker atau penanda rute pada bus Shalawat berfungsi untuk...

a. Menandakan harga tiket perjalanan jamaah

b. Memudahkan jamaah mengenali rute bus yang menuju pemondokan/wilayah masing-masing

c. Menunjukkan kasta atau kelas pelayanan bus

d. Menandai kapasitas maksimal barang di bagasi

e. Menentukan jam operasional bus di Makkah

Kunci jawaban: b

8. Tempat pemberhentian (terminal) bus Shalawat di sekitar area Masjidil Haram yang melayani jamaah dari berbagai wilayah pemondokan dinamakan...

a. Terminal Jamarat

b. Terminal Ji'ranah

c. Terminal Syib Amir dan Bab Ali

d. Terminal Bir Ali

e. Terminal Yalamlam

Kunci jawaban: c

9. Jika terjadi kemacetan parah atau kendala teknis pada armada bus saat pemulangan jamaah menuju bandara, maka tindakan cepat petugas transportasi adalah...

a. Menyuruh jamaah berjalan kaki menuju bandara

b. Berkoordinasi dengan penanggung jawab transportasi Daker/Sektor dan perusahaan bus (Naqabah) untuk armada pengganti

c. Membatalkan penerbangan jamaah yang bersangkutan

d. Meminta jamaah membayar biaya perbaikan bus

e. Meninggalkan bus dan mencari angkutan umum secara pribadi

Kunci jawaban: b

10. Instansi atau lembaga resmi Pemerintah Arab Saudi yang mengatur dan bertanggung jawab atas tata kelola transportasi antarkota dan Masyair bagi jamaah haji adalah...

a. Muassasah

b. Markaz

c. Naqabah Ammah lil Sayyarat (General Cars Syndicate)

d. Majmuah

e. Syarikah Wikalah

Kunci jawaban: c

2. Bahasa Arab Dasar

1. Kata dalam bahasa Arab yang berarti "Bus" atau angkutan armada adalah...

a. Mahaththah (مَحَطَّة)

b. Hafilah (حَافِلَة)

c. Syari' (شَارِع)

d. Saiyarah (سَيَّارَة)

e. Thaiyarah (طَائِرَة)

Kunci jawaban: b

2. Ketika petugas transportasi ingin menanyakan lokasi bus kepada pengemudi, ungkapan yang tepat adalah...

a. Ayna al-hafilah? (أَيْنَ الْحَافِلَةُ؟)

b. Man hadza? (مَنْ هَذَا؟)

c. Kaifa haluk? (كَيْفَ حَالُكَ؟)

d. Kam al-hisab? (كَمِ الْحِسَابُ؟)

e. Mata al-wusul? (مَتَى الْوُصُوْلُ؟)

Kunci jawaban: a

3. Kata "Mahaththah" (مَحَطَّة) dalam konteks pelayanan transportasi haji memiliki arti...

a. Jalan raya

b. Terminal / Stasiun

c. Bagasi

d. Hotel / Pemondokan

e. Bandara

Kunci jawaban: b

4. Istilah bahasa Arab yang digunakan untuk menyebut "Pengemudi / Sopir" adalah...

a. Musafir (مُسَافِر)

b. Sa-iq (سَائِق)

c. Muwadhdhaf (مُوَظَّف)

d. Thabib (طَبِيْب)

e. Syurthah (شُرْطَة)

Kunci jawaban: b

5. Apabila petugas meminta jamaah atau bus untuk "Berhenti" di titik tertentu, kata perintah yang digunakan dalam bahasa Arab adalah...

a. Ijms (إِجْلِسْ)

b. Imtsil (إِمْثِلْ)

c. Qif (قِفْ)

d. Ukhruj (أُخْرُجْ)

e. Idkhul (إِدْخُلْ)

Kunci jawaban: c

6. Ungkapan "Tathriq" atau kata "Syari'" (شَارِع) dalam navigasi perjalanan berarti...

a. Jalan

b. Lampu lalu lintas

c. Kendaraan

d. Pintu keluar

e. Penumpang

Kunci jawaban: a

7. Untuk mengarahkan kendaraan atau jamaah menuju arah "Kanan" dan "Kiri", istilah bahasa Arab yang tepat secara berurutan adalah...

a. Yamin (يَمِيْن) dan Yasar (يَسَار)

b. Amam (أَمَام) dan Khalf (خَلْف)

c. Fauq (فَوْق) dan Taht (تَحْت)

d. Dakhil (دَاخِل) dan Kharij (خَارِج)

e. Qarib (قَرِيْب) dan Ba'id (بَعِيْد)

Kunci jawaban: a

8. Kata "Haqibah" (حَقِيْبَة) atau bentuk jamaknya "Haqa-ib" (حَقَائِب) yang sering diatur petugas di bagasi bus memiliki arti...

a. Paspor

b. Kursi / Tempat duduk

c. Tas / Koper

d. Pakaian ihram

e. Tiket perjalanan

Kunci jawaban: c

9. Ketika menyapa pengemudi atau petugas lokal di Arab Saudi dengan ucapan "Shabahul khair" (صَبَاحُ الْخَيْرِ), jawaban yang benar adalah...

a. Masa-ul khair

b. Shabahun nur

c. Afwan

d. Syukran

e. Na'am

Kunci jawaban: b

10. Istilah "Mathar" (مَطَار) yang menjadi tujuan utama pengangkutan jamaah pada fase pemulangan berarti...

a. Pelabuhan

b. Rumah sakit

c. Bandara

d. Perbatasan

e. Pos penjagaan

Kunci jawaban: c

3. Psikologi

1. Seorang jamaah lansia terlihat sangat panik dan menangis di terminal bus karena terpisah dari rombongannya. Sikap psikologis pertama yang paling tepat dilakukan oleh petugas transportasi adalah...

a. Meminta jamaah tersebut diam agar tidak mengganggu operasional lalu lintas bus

b. Menunjukkan sikap tenang, memberikan kenyamanan emosional, dan mendudukkannya di tempat aman

c. Langsung mencari bus yang kosong dan menyuruhnya naik agar tidak tertinggal

d. Menyuruh jamaah lain di sekitar untuk membantu menenangkan jamaah tersebut

e. Melaporkan ke posko utama tanpa mendatangi atau menyapa jamaah terlebih dahulu

Kunci jawaban: b

2. Di tengah cuaca terik dan antrean bus Shalawat yang mengular, para jamaah mulai emosional dan memprotes keterlambatan armada. Cara penanganan emosi publik yang paling efektif bagi petugas adalah...

a. Membalas argumentasi jamaah dengan nada keras agar situasi tetap terkendali

b. Mengabaikan protes jamaah dan fokus mengatur lalu lintas bus yang melintas

c. Tetap tenang, menunjukkan empati, serta memberikan informasi situasi terkini secara jujur dan santun

d. Meninggalkan area antrean untuk menghindari konflik dengan jamaah yang marah

e. Menyalahkan pihak pengelola transportasi di depan para jamaah

Kunci jawaban: c

3. Selama bertugas di lapangan dengan jadwal yang padat dan fisik yang lelah, seorang petugas mulai merasa jenuh dan mudah marah. Langkah manajemen diri (self-regulation) yang sebaiknya diambil adalah...

a. Meminta izin pulang lebih awal setiap kali merasa lelah

b. Melampiaskan rasa lelah kepada rekan kerja satu tim

c. Mempraktikkan teknik relaksasi pernapasan sejenak dan menjaga fokus pada niat pengabdian

d. Menolak melayani jamaah yang terlalu banyak bertanya

e. Mengabaikan rasa lelah hingga kondisi fisik benar-benar drop

Kunci jawaban: c

4. Saat mengatur penaikan jamaah ke bus, terjadi perdebatan antarjamaah yang saling berebut kursi dekat pintu. Prinsip komunikasi interpresonal yang harus diterapkan petugas haji Kemenhaj adalah...

a. Memilih salah satu jamaah yang paling keras bersuara untuk didahulukan

b. Mengambil tindakan tegas dengan cara menaikkan volume suara melebihi jamaah

c. Bersikap netral, mendengarkan keluhan secara adil, dan mengarahkan penataan kursi secara tertib

d. Membiarkan jamaah menyelesaikan perselisihan mereka sendiri di dalam bus

e. Mengancam akan menurunkan kedua belah pihak dari bus

Kunci jawaban: c

5. Seorang petugas transportasi dituntut memiliki tingkat kepedulian tinggi terhadap kondisi psikologis jamaah risiko tinggi (risti). Karakteristik kepribadian yang paling mendasari kemampuan ini adalah...

a. Empati dan kesabaran

b. Dominasi dan ketegasan

c. Ambisi dan kecepatan

d. Formalitas dan ketegakan aturan

e. Kemandirian dan sifat individualistis

Kunci jawaban: a

6. Ketika rekan satu tim di pos transportasi mengalami stres berat akibat beban kerja yang menumpuk, sikap kepemimpinan dan kerja sama tim yang ideal adalah...

a. Mengambil alih seluruh pekerjaannya tanpa berkoordinasi dengan anggota tim lain

b. Menyampaikan kritik atas kinerjanya yang menurun di depan jamaah

c. Memberikan dukungan moral, membagi beban tugas secara adil, dan mengajak berdiskusi

d. Membiarkan rekan tersebut menyelesaikan masalahnya sendiri demi profesionalisme

e. Melaporkan ketidakmampuan rekan tersebut langsung kepada komandan daker agar diganti

Kunci jawaban: c

7. Saat terjadi perubahan rute bus secara mendadak akibat penutupan jalan oleh kepolisian setempat, petugas dituntut memiliki kemampuan adaptasi psikologis yang baik berupa...

a. Fleksibilitas kognitif dan ketenangan dalam mengambil keputusan di bawah tekanan

b. Sikap acuh tak acuh terhadap instruksi baru selama bus tetap jalan

c. Kepatuhan kaku pada rencana awal meskipun jalan sudah ditutup

d. Kebiasaan menunggu perintah tanpa berinisiatif memberikan pengarahan awal ke jamaah

e. Kecenderungan menyalahkan situasi lalu lintas yang tidak menentu

Kunci jawaban: a

8. Dalam melayani jamaah haji dari berbagai latar belakang budaya, suku, dan tingkat pendidikan di area terminal, petugas transportasi perlu menghindari stereotip melalui pendekatan...

a. Kesadaran budaya (cultural awareness) dan toleransi tinggi

b. Perlakuan istimewa khusus bagi jamaah dari daerah asal petugas

c. Penggunaan bahasa daerah pribadi saat memberikan pengumuman umum

d. Penerapan aturan yang berbeda-beda tergantung status sosial jamaah

e. Penyeragaman komunikasi tanpa memedulikan tingkat pemahaman jamaah

Kunci jawaban: a

9. Seorang jamaah yang menderita pikun (densia) terus-menerus menolak naik ke bus karena merasa bus tersebut bukan miliknya. Pendekatan psikologis yang tepat adalah...

a. Memaksa jamaah masuk ke dalam bus secara fisik agar jadwal tidak terlambat

b. Membentak jamaah agar sadar dan memahami situasi tempat ia berada

c. Buat suasana nyaman, bicara dengan suara lembut, gunakan gestur menenangkan, dan dampingi hingga masuk

d. Meninggalkan jamaah tersebut di terminal agar diurus oleh petugas gelombang berikutnya

e. Meminta jamaah lain untuk membujuknya dengan cara menakut-nakuti

Kunci jawaban: c

10. Daya tahan psikologis (resilience) seorang petugas transportasi pelayanan haji sangat diuji ketika menghadapi dinamika lapangan yang berat. Indikator utama petugas yang memiliki resiliensi tinggi adalah...

a. Tidak pernah merasa lelah atau sedih sedikit pun selama bertugas

b. Mampu bangkit dari tekanan kerja, tetap berorientasi pada solusi, dan menjaga kualitas pelayanan

c. Selalu menghindari tugas-tugas lapangan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi

d. Menyelesaikan tugas hanya bila ada pengawasan langsung dari atasan

e. Mengubah aturan pelayanan sesuai dengan keinginan pribadi agar tugas cepat selesai

Kunci jawaban: b

4. Wawasan Kebangsaan

1. Pelayanan transportasi haji yang diberikan oleh petugas kepada seluruh jamaah Indonesia tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, dan daerah asal merupakan pengamalan Pancasila, khususnya sila ke...

a. Pertama

b. Kedua

c. Ketiga

d. Keempat

e. Kelima

Kunci jawaban: e

2. Di Arab Saudi, petugas transportasi haji berinteraksi dengan jamaah dari berbagai suku bangsa dan budaya seluruh Indonesia. Sikap menghargai keragaman tersebut mencerminkan komitmen terhadap konsensus dasar berbangsa dan bernegara, yaitu...

a. Pancasila

b. UUD NRI Tahun 1945

c. Negara Kesatuan Republik Indonesia

d. Bhinneka Tunggal Ika

e. Sumpah Pemuda

Kunci jawaban: d

3. Petugas transportasi haji Indonesia merupakan cerminan dari bangsa Indonesia di mata dunia internasional dan jamaah negara lain. Sikap yang menunjukkan pengamalan wawasan kebangsaan dalam konteks ini adalah...

a. Mengutamakan kepentingan kelompok atau kedaerahan saat melayani di terminal

b. Menjaga integritas, kerapian, kedisiplinan, dan keramahan sebagai cerminan budaya bangsa

c. Membandingkan kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan negara lain secara negatif

d. Menggunakan bahasa daerah masing-masing saat berkoordinasi dengan petugas negara lain

e. Berfokus pada kepentingan pribadi selama bertugas di Tanah Suci

Kunci jawaban: b

4. Dalam mengelola antrean bus jamaah yang padat, seorang petugas mengutamakan prinsip keadilan sosial dan tidak memberi keistimewaan kepada jamaah tertentu, karena latar belakang jabatan atau kekayaan. Hal ini sesuai dengan nilai Pancasila, yaitu...

a. Ketuhanan Yang Maha Esa

b. Kemanusiaan yang adil dan beradab

c. Persatuan Indonesia

d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Kunci jawaban: e

5. Pengabdian petugas haji pelayanan transportasi yang rela mengorbankan waktu, tenaga, dan kenyamanan pribadi demi kelancaran ibadah jamaah Indonesia di Tanah Suci merupakan wujud dari...

a. Sikap chauvinisme

b. Wujud bela negara dan rasa cinta tanah air

c. Kewajiban politik hukum

d. Sikap primordialisme

e. Ketaatan administrasi belaka

Kunci jawaban: b

6. Landasan hukum tertinggi di Indonesia yang menjamin kebebasan warga negara untuk beribadah sesuai dengan agama dan kesenangannya sebagaimana melatarbelakangi penyelenggaraan ibadah haji adalah...

a. UUD NRI 1945 Pasal 27 Ayat (3)

b. UUD NRI 1945 Pasal 29 Ayat (2)

c. UUD NRI 1945 Pasal 30 Ayat (1)

d. UUD NRI 1945 Pasal 31 Ayat (1)

e. UUD NRI 1945 Pasal 33 Ayat (1)

Kunci jawaban: b

7. Ketika terjadi dinamika atau kendala teknis penataan armada bus di lapangan, petugas transportasi melakukan musyawarah bersama tim sektor untuk menemukan solusi terbaik demi kepentingan bersama. Hal ini mencerminkan pengamalan sila ke...

a. 1

b. 2

c. 3

d. 4

e. 5

Kunci jawaban: d

8. Memastikan seluruh jamaah haji dari Sabang sampai Merauke mendapatkan pelayanan transportasi yang aman dan layak selama berada di Makkah dan Madinah bertujuan untuk memperkokoh...

a. Otonomi daerah

b. Ekonomi nasional

c. Persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah NKRI

d. Kerja sama antar-organisasi masyarakat

e. Pertahanan militer di luar negeri

Kunci jawaban: c

9. Integritas seorang petugas pelayanan transportasi haji diuji saat menjalankan tugas tanpa menerima imbalan (tip) dalam bentuk apa pun dari jamaah. Nilai karakter kebangsaan yang ditunjukkan oleh petugas tersebut adalah...

a. Kejujuran dan profesionalisme

b. Kedermawanan

c. Keberanian fisik

d. Kemandirian finansial

e. Kepasrahan

Kunci jawaban: a

10. Sikap etnocentrism (menganggap budayanya sendiri paling superior) yang harus dihindari oleh petugas transportasi dalam melayani jamaah dari berbagai pelosok Nusantara bertentangan dengan nilai...

a. Wawasan Nusantara dan Bhinneka Tunggal Ika

b. Kebijakan internasional

c. Tata tertib lalu lintas Arab Saudi

d. Struktur kepemimpinan daker

e. Regulasi keagenan bus

Kunci jawaban: a

5. Wawasan sesuai Peminatan Tugas

1. Pada operasional bus Shalawat di Makkah, terdapat istilah rute Terminal Syib Amir – Mahbas Jin. Jika terjadi penutupan jalan sementara menuju Masjidil Haram karena kepadatan jemaah menjelang shalat fardhu, tindakan teknis petugas transportasi di halte pemondokan yang tepat adalah...

a. Memaksa bus untuk tetap menerobos jalan utama agar jemaah tidak terlambat

b. Mengarahkan jemaah untuk menyewa taksi umum secara mandiri

c. Memerintahkan sopir bus mematikan mesin dan menunggu jalan dibuka kembali tanpa memberi imformasi

d. Mengatur antrean jemaah di area tunggu terlindung dan memberikan penjelasannya secara santun terkait jeda operasional sementara

e. Menyuruh seluruh jemaah berjalan kaki tanpa pengawasan ke Masjidil Haram

Kunci jawaban: d

2. Pengangkutan jemaah haji gelombang II dari Makkah menuju Madinah menggunakan bus antarkota (Intercity). Sebelum jemaah naik ke dalam bus, petugas layanan transportasi wajib melakukan verifikasi...

a. Jumlah porsi makanan yang tersisa di kamar hotel

b. Dokumen manifest jemaah, kesiapan bagasi bawah, dan kelayakan AC bus

c. Berat badan masing-masing jemaah haji

d. Uang saku (*living cost*) yang dibawa jemaah

e. Sertifikat vaksinasi tambahan jemaah

Kunci jawaban: b

3. Pada fase pendorongan jemaah dari Makkah menuju Arafah (8 Dzulhijjah), standar skema pengangkutan jemaah per maktab/sektor umumnya dialokasikan menggunakan...

a. 1 armada bus untuk seluruh jemaah dalam satu kloter sekaligus

b. Sistem bus shuttle (Taraddudi) yang berputar bertahap sesuai alokasi unit dari Naqabah

c. Kereta cepat Haramain secara bergelombang

d. Truk terbuka khusus angkutan barang dan jemaah

e. Kendaraan pribadi yang disewa oleh ketua rombongan

Kunci jawaban: b

4. Ketika bus antarkota yang mengangkut jemaah dari Bandara Jeddah menuju Makkah mengalami mogok mesin di jalan tol, langkah taktis pertama petugas transportasi yang mendampingi/menerima laporan adalah...

a. Meminta jemaah mendorong bus hingga ke rest area terdekat

b. Mengontak pihak Naqabah Ammah lil Sayyarat (General Cars Syndicate) dan penanggung jawab Sektor Transportasi untuk pengiriman bus pengganti (*badal*)

c. Menyuruh jemaah turun dan menghentikan bus umum yang lewat

d. Menghentikan operasional seluruh rombongan kloter lain yang berada di belakang

e. Menunggu bantuan tiba tanpa melakukan koordinasi ke Daker

Kunci jawaban: b

5. Bagi jemaah haji disabilitas atau pengguna kursi roda yang akan menggunakan fasilitas bus Shalawat, standar pelayanan aksesibilitas yang wajib dipastikan oleh petugas di halte adalah...

a. Meminta jemaah melipat kursi roda dan menaikkannya sendiri ke bagasi

b. Memprioritaskan jemaah tersebut untuk masuk terlebih dahulu melalui pintu/rampa khusus dan membantunya hingga mendapat tempat duduk aman

c. Menolak jemaah pengguna kursi roda karena memakan ruang tempat duduk jemaah lain

d. Menyuruh jemaah menunggu hingga bus dalam kondisi benar-benar kosong di malam hari

e. Meminta keluarga jemaah menyewa ambulans khusus untuk ke Masjidil Haram

Kunci jawaban: b

6. Apa fungsi utama dari keberadaan Stiker Rute dan Nomor Bus yang ditempel pada kaca depan serta samping armada bus Shalawat?

a. Sebagai tanda bahwasanya bus tersebut milik pribadi pemerintah Indonesia

b. Memudahkan identifikasi rute wilayah pemondokan jemaah dan integrasi tujuan ke terminal akhir (Syib Amir/Bab Ali)

c. Syarat utama untuk melewati pemeriksaan Bea Cukai Arab Saudi

d. Hiasan khusus agar jemaah merasa nyaman selama perjalanan

e. Tanda bahwa bus tersebut beroperasi selama 24 jam nonstop tanpa jeda pemeliharaan

Kunci jawaban: b

7. Pada fase pergerakan jemaah dari Muzdalifah menuju Mina pada malam 10 Dzulhijjah, terjadi keterlambatan penjemputan akibat kemacetan parah di jalur Masyair. Peran petugas transportasi di Muzdalifah adalah...

a. Menyuruh jemaah berjalan kaki langsung menuju jamarat tanpa berkoordinasi

b. Menyisir keberadaan jemaah, menjaga ketenangan jemaah di kantong tunggu, dan mengatur antrean pendorongan bus Taraddudi secara ketat

c. Meninggalkan lokasi Muzdalifah menuju Mina terlebih dahulu untuk mengamankan tenda

d. Membatalkan proses penjemputan bus dan mengalihkan jemaah ke tenda Arafah kembali

e. Menyalahkan pengemudi bus di depan jemaah agar jemaah paham kendala lapangan

Kunci jawaban: b

8. Dokumen legalitas operasional dan data angkutan penumpangan bus yang dipegang oleh pengemudi bus antarkota di Arab Saudi dan harus dipantau ketat oleh petugas transportasi Indonesia disebut...

a. Paspor jemaah

b. Naqabah Card / Tasrih Transportasi dan Manifest Bus

c. Visa Umrah/Haji jemaah

d. Tiket pesawat terbang

e. Bukti kuitansi sewa hotel

Kunci jawaban: b

9. Pembagian operasional pemberangkatan jemaah dari Makkah ke Bandara Jeddah/Madinah pada fase pemulangan (exit tawaf) mewajibkan bus sudah bersiap di depan hotel pemondokan paling lambat...

a. 1 jam sebelum jadwal keberangkatan bus ke bandara

b. 2-4 jam sebelum jadwal keberangkatan (atau sesuai kesepakatan *schedule* Syarikah/Naqabah)

c. 12 jam sebelum jadwal keberangkatan

d. Tepat pada saat jam keberangkatan pesawat

e. 10 menit sebelum pendorongan tanpa persiapan bagasi

Kunci jawaban: b

10. Di bawah ini yang bukan merupakan tugas dan fungsi pokok dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sektor/Daker Pelayanan Transportasi adalah...

a. Mengawasi kelayakan dan operasional armada bus jemaah

b. Mengatur kelancaran naik-turun jemaah di halte dan terminal

c. Menyusun jadwal catering dan memasak makanan harian jemaah di hotel

d. Melakukan koordinasi dan mediasi dengan pihak penyedia bus (*Syarikah*) serta Naqabah

e. Membantu penanganan jemaah lansia/disabilitas saat mengakses sarana transportasi

Kunci jawaban: c

Perlu diingat bahwa contoh soal tes petugas haji layanan transportasi di atas hanyalah bahan latihan dan pembelajaran untuk memperluas pemahaman materi. Naskah soal asli beserta penyusunannya sepenuhnya menjadi kewenangan resmi dari BKN dan Kemenhaj.

Baca Juga: Berapa Passing Grade CAT PPIH 2027? Simak Penjelasannya

(MDP)