Konten dari Pengguna

6 Cara Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mempelajari cara investasi reksadana untuk pemula. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mempelajari cara investasi reksadana untuk pemula. Foto: Unsplash

Investasi reksa dana semakin populer karena dianggap mudah dan praktis, terutama bagi para pemula. Reksa dana memberi kesempatan bagi siapa saja untuk berinvestasi di pasar modal tanpa harus memiliki pengetahuan mendalam tentang saham.

Bagi pemula, reksa dana bisa menjadi cara yang aman dan praktis untuk memulai investasi. Di bawah ini akan diuraikan cara investasi reksa dana untuk pemula yang bisa dijadikan sebagai panduan agar semakin percaya diri dan mendatangkan cuan.

Apa Itu Reksa Dana?

Ilustrasi investasi reksadana. Foto: Unsplash

Mengutip buku Mengenal Investasi di Pasar Modal oleh Andy Ismail, dkk., reksa dana adalah produk investasi yang dikelola oleh manajer investasi dengan cara mengumpulkan dana dari para investor untuk diinvestasikan ke dalam berbagai instrumen keuangan, seperti saham, obligasi, dan lainnya.

Reksa dana menawarkan diversifikasi yang dapat mengurangi risiko, sehingga cocok untuk pemula yang ingin menginvestasikan dana dengan risiko lebih terkendali. Berikut beberapa manfaat investasi reksa dana lainnya yang menarik bagi pemula:

  • Pengelolaan profesional. Dana investor akan dikelola oleh manajer investasi berpengalaman yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola portofolio investasi.

  • Diversifikasi risiko. Investasi reksa dana memungkinkan dana tersebar ke berbagai instrumen sehingga membantu mengurangi risiko investasi.

  • Modal terjangkau. Reksa dana memungkinkan investor berinvestasi dengan jumlah kecil, bahkan mulai dari Rp10.000.

  • Kemudahan akses. Reksa dana bisa dibeli secara daring melalui platform investasi sehingga lebih mudah diakses.

Baca Juga: Cara Memilih Saham ala Warren Buffett agar Dapat Cuan

Cara Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Ilustrasi mempelajari cara investasi reksadana untuk pemula. Foto: Unsplash

Dirangkum dari buku Siasat Investasi Cerdik: Bagi Investor Pemula yang ditulis William Tanuwidjaja, berikut cara investasi reksa dana untuk pemula.

1. Tentukan Tujuan Investasi

Langkah pertama adalah menetapkan tujuan investasi. Tentukan alasan melakukan investasi, apakah untuk menabung dana darurat, pendidikan, membeli rumah, atau pensiun. Tujuan investasi akan membantu investor memilih jenis reksa dana yang sesuai dan menentukan jangka waktu investasi.

2. Kenali Profil Risiko

Mengetahui profil risiko adalah langkah penting untuk membantu investor memilih jenis reksa dana yang sesuai dengan kenyamanan dan tujuan investasi. Profil risiko terbagi menjadi tiga kategori, yaitu:

  • Konservatif: Cenderung menghindari risiko dan memilih instrumen yang stabil. Cocok dengan reksa dana pasar uang.

  • Moderat: Bersedia menanggung risiko sedang untuk mendapatkan hasil yang lebih tinggi. Cocok dengan reksa dana pendapatan tetap atau campuran.

  • Agresif: Siap menghadapi risiko tinggi demi potensi hasil besar. Cocok dengan reksa dana saham.

3. Pilih Platform atau Aplikasi Reksa Dana

Saat ini, investasi reksa dana bisa dilakukan secara daring melalui platform digital atau aplikasi investasi. Beberapa platform yang populer di Indonesia, antara lain, Bareksa, Bibit, Ajaib, dan Tokopedia. Pilihlah platform tepercaya dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan keamanan investasi.

4. Pilih Manajer Investasi dan Produk Reksa Dana

Manajer investasi adalah pihak yang akan mengelola dana investor. Pilih manajer investasi dengan rekam jejak yang baik dan produk reksa dana yang sesuai dengan tujuan serta profil risiko pribadi. Investor bisa memeriksa kinerja produk reksa dana berdasarkan return historis serta peringkatnya di pasar.

5. Tentukan Jumlah Investasi dan Mulai Berinvestasi

Mulailah dengan nominal yang sesuai dengan anggaran pribadi. Sebaiknya, tentukan nominal investasi secara rutin, misalnya, bulanan, agar investor dapat memanfaatkan strategi dollar-cost averaging. Strategi ini membantu mengurangi risiko dengan membeli reksa dana secara berkala, sehingga harga beli rata-rata cenderung lebih stabil.

6. Pantau dan Evaluasi Investasi

Setelah memulai investasi, pantau juga kinerja reksa dana secara berkala, misalnya, setiap tiga atau enam bulan. Evaluasi ini penting untuk memastikan investasi masih sesuai dengan tujuan dan profil risiko pribadi. Jika ada perubahan kondisi pasar atau tujuan investasi, investor mungkin perlu melakukan penyesuaian.

(NDA)