Konten dari Pengguna

7 Contoh Kredit Pasif dalam Layanan Perbankan

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh kredit pasif. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Contoh kredit pasif. Foto: Pexels

Kredit adalah salah satu jenis layanan perbankan dalam bentuk pinjaman. Layanan ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu kredit aktif dan kredit pasif. Lantas, apa itu kredit pasif? Apa saja contoh kredit pasif?

Merujuk buku Ekonomi dan Akuntansi untuk Kelas X SMA oleh Bambang Widjajanta dkk., kredit pasif adalah bentuk kredit yang berbentuk penghimpunan dana dari masyarakat atau nasabah yang sifatnya tidak bergerak atau bergerak ketika diperlukan saja.

Salah satu contoh kredit pasif yaitu dana tabungan dari nasabah yang disetor ke bank. Di bawah ini akan dijabarkan beberapa contoh lain dari kredit pasif yang disediakan oleh bank untuk nasabah.

Contoh Kredit Pasif

Contoh kredit pasif. Foto: Pexels

Kembali mengutip buku Ekonomi dan Akuntansi untuk Kelas X SMA oleh Bambang Widjajanta dkk., berikut beberapa contoh kredit pasif lainnya:

  1. Tabungan: Simpanan yang penyetoran dan penarikannya dapat dilakukan setiap saat. Untuk mempermudah nasabahnya, bank kini menyediakan ATM yang melayani penarikan uang selama 24 jam nonstop.

  2. Tabungan Berjangka (Deposito): Simpanan yang penarikannya hanya bisa dilakukan setelah jangka waktu tertentu, misalnya setelah satu bulan, tiga bulan, enam bulan atau dua belas bulan.

  3. Sertifikat Deposito: Salah satu bentuk deposito berjangka yang surat buktinya dapat diperjualbelikan.

  4. Giro: Simpanan yang penarikannya bisa dilakukan setiap saat, dengan catatan hanya bisa diambil dengan menggunakan cek atau giro bilyet.

  5. Deposit on Call: Simpanan yang tetap berada di bank dan bisa diambil setelah ada pemberitahuan terlebih dulu dari nasabah.

  6. Loan Deposit: Pinjaman dari bank yang kemudian dititipkan lagi di bank untuk diambil sewaktu-waktu.

  7. Deposit Automatic Roll Over: Jenis deposito yang jika saat jatuh tempo uangnya tidak diambil, secara otomatis deposito tersebut langsung diperpanjang disertai dengan penghitungan bunganya.

Baca Juga: Arti Debit dan Kredit Beserta Perbedaannya dalam Akuntansi

Perbedaan Kredit Pasif dan Kredit Aktif

Ilustrasi skema kredit pasif. Foto: Pexels

Perbedaan kredit pasif dan aktif dapat dilihat pada skemanya. Menurut buku Kumpulan Soal dan Pembahasan Ujian Ekonomi Tingkat SMA susunan Nur Sri Lestari, S.Pd., kredit pasif memiliki skema berupa penghimpunan dana dari masyarakat atau nasabah yang sifatnya tidak bergerak atau bergerak ketika diperlukan saja.

Sementara itu, kredit aktif memiliki skema pemberian kredit oleh pihak bank kepada masyarakat atau nasabah untuk kegiatan produktifnya dalam jangka pendek, menengah, hingga panjang. Dengan kata lain, kredit aktif berarti uangnya selalu bergerak.

Adapun contoh kredit aktif antara lain berupa kredit usaha kecil dan mikro, kredit usaha rakyat, kredit modal kerja, pembelian surat berharga, dan kepentingan nasabah untuk kegiatan produktif lainnya.

(NDA)