Arti Debit dan Kredit Beserta Perbedaannya dalam Akuntansi

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam dunia akuntansi, debit dan kredit adalah suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Kendati demikian, masih banyak yang belum memahami arti debit dan kredit.
Tak sedikit masyarakat yang masih sulit membedakan debit dan kredit dalam akuntansi. Untuk mengetahui penjelasan lengkap seputar debit dan kredit, simak uraian ini hingga tuntas.
Arti Debit dan Kredit
Istilah debit berasal dari kata dalam bahasa Latin “debere”, yang berarti pencatatan akuntansi di mana aset serta biaya mengalami peningkatan. Debit biasanya terletak di sisi kiri dan dapat menambah aset berwujud ataupun tidak berwujud.
Sementara itu, kredit dalam bahasa Latin disebut “credere”. Dalam akuntansi, kredit adalah pencatatan akuntansi untuk akun utang dan ekuitas yang mengalami peningkatan. Kredit biasanya terletak pada sisi kanan.
Jika aset atau beban ada pada posisi kredit, artinya ada pengurangan dalam akun tersebut. Sebaliknya jika akun utang, akumulasi dan ekuitas ada dalam posisi debit artinya akun ini mengalami peningkatan nilai akun tersebut.
Baca juga: 66 Daftar Istilah Akuntansi dalam Bahasa Inggris yang Perlu Dipelajari Akuntan
Perbedaan Debit dan Kredit
Merujuk Buku Siswa EKONOMI Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial Untuk Siswa SMA/MA Kelas XII Kurikulum 2013 oleh Basuki Darsono, perbedaan debit dan kredit dalam akuntansi dapat dirincikan sebagai berikut:
1. Letak Kolom
Kolom debit terletak pada bagian kolom sebelah kiri akun, sedangkan kolom kredit terletak pada bagian sebelah kanan pada akun buku besar. Rekening penerima nantinya akan dimasukkan ke kolom debit, sedangkan kolom kredit akan berisi pemberi.
2. Aliran Dana
Semua aliran dana atau apapun yang masuk pada neraca dari sebuah perusahaan merupakan debit. Sementara apapun yang keluar dari neraca perusahaan itu termasuk ke dalam kolom kredit.
3. Laporan Rugi Laba
Semua bentuk pengeluaran dan kerugian nantinya akan masuk dalam kolom debit. Sementara itu, semua bentuk pendapatan dan keuntungan yang didapatkan perusahaan akan masuk dalam kolom kredit.
4. Sumber Peningkatan
Terdapat beberapa sumber peningkatan pada debit. Sebut saja inventaris, kenaikan cash, sarana dan prasarana, tanah dan bangunan, dan pengeluaran.
Sementara sumber peningkatan dari kredit ini bisa didapatkan dari dana pemegang saham atau investor, pendapatan biaya keanggotaan, laba yang ditahan, pendapatan sewa, dan utang.
(NDA)
