Konten dari Pengguna

7 Dampak Kenaikan Suku Bunga yang Perlu Diwaspadai

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi memahami dampak kenaikan suku bunga. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memahami dampak kenaikan suku bunga. Foto: Pexels

Dampak kenaikan suku bunga tidak hanya mengkhawatirkan pelaku pasar, tetapi juga masyarakat secara luas. Pasalnya, kebijakan moneter ini secara langsung memengaruhi berbagai sektor riil yang menyangkut hajat hidup dan stabilitas finansial orang banyak.

Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) pada Selasa, 9 Juni 2026, kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,5%, suku bunga deposit facility sebesar 25 bps menjadi 4,5%, dan suku bunga lending facility sebesar 25 bps menjadi 6,25%.

Kebijakan ini disebut sebagai upaya lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah. Selain itu, BI memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga agar meningkatkan imbal hasil bagi daya tarik masuknya aliran investasi portofolio asing ke Indonesia.

Lantas, apa saja dampak dari kenaikan suku bunga?

Dampak Kenaikan Suku Bunga

Ilustrasi memahami dampak kenaikan suku bunga. Foto: Pexels

Berdasarkan laporan Analisis Dampak Kebijakan Higher For Longer The Fed terhadap Arus Modal di Indonesia oleh Cahyaning Tyas Anggorowati, kenaikan suku bunga yang berlangsung lama akan berimbas pada banyak pihak. Mulai dari bisnis, pemerintah, hingga ekonomi masyarakat secara keseluruhan.

Berikut beberapa dampak dari kebijakan kenaikan suku bunga:

1. Risiko Downside atas Investasi

Risiko downside merupakan potensi atau kemungkinan terjadinya penurunan nilai aset dan estimasi kerugian finansial dari sebuah investasi.

Ketika terjadi kenaikan suku bunga, risiko downside tersebut akan bertambah akibat peningkatan biaya pinjaman maupun arus modal keluar menuju negara yang lebih menarik.

2. Harga Saham Perseroan Bergejolak

Menurut jurnal Dampak Kenaikan Suku Bunga dan Inflasi terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur karya Agus Supriatna dkk., ketika suku bunga naik, harga saham perseroan bisa ikut naik atau turun.

Bagi perusahaan yang memiliki utang dengan tingkat bunga mengambang (floating rate), beban pembayaran bunga utang otomatis membengkak, sehingga menggerus laba bersih perusahaan.

3. Penurunan Jumlah Kredit yang Disalurkan

Tingginya suku bunga membuat biaya pinjaman atau bunga kredit perbankan menjadi jauh lebih mahal bagi nasabah.

Kondisi ini membuat pelaku usaha maupun masyarakat berpikir dua kali untuk mengajukan kredit baru, sehingga volume penyaluran kredit secara nasional mengalami penurunan.

4. Peningkatan Angka Pengangguran

Ketika biaya operasional membengkak akibat bunga utang yang tinggi, perusahaan cenderung melakukan efisiensi. Jika kondisi keuangan semakin tertekan, maka perusahaan terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) demi menjaga stabilitas pengeluaran.

5. Penurunan Daya Beli dan Konsumsi Masyarakat

Masyarakat akan lebih memilih untuk menabung, karena imbal hasil deposito yang menarik daripada membelanjakan uang.

Di sisi lain, cicilan kredit konsumsi, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yang ikut naik membuat sisa pendapatan yang dapat dibelanjakan masyarakat menjadi jauh berkurang.

6. Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi

Aktivitas sektor riil yang melambat akibat penurunan investasi dan konsumsi secara langsung akan menekan laju roda perekonomian. Ketika produktivitas nasional menurun, angka Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara cenderung stagnan atau menurun.

7. Meningkatnya Risiko Kredit Macet

Bagi debitur yang memiliki pinjaman dengan sistem bunga mengambang, kenaikan suku bunga akan menaikkan nilai cicilan bulanan.

Hal ini memperbesar risiko gagal bayar dari para pelaku usaha maupun perorangan, sehingga persentase kredit macet di sektor perbankan berpotensi melonjak.

Strategi Investasi saat Kenaikan Suku Bunga

Merujuk pada buku Model Keputusan Investasi: Pendekatan Praktis untuk Mengelola Risiko dan Pengembalian karya Susanti Widhiastuti dkk., suku bunga yang tinggi dapat memengaruhi keputusan investasi, karena meningkatkan nilai diskonto.

Kenaikan suku bunga akan mengurangi nilai sekarang dari arus kas masa depan, sehingga menyebabkan proyek yang sebelumnya terlihat menguntungkan menjadi kurang menarik.

Berikut ini kiat-kiat investasi saat menghadapi kenaikan suku bunga:

  • Memperhatikan perkembangan kenaikan suku bunga sebelum mengalokasikan uang ke instrumen investasi.

  • Mempertimbangkan saham blue-chip.

  • Bagi investor dengan tujuan investasi jangka pendek dan profil risiko konservatif, bisa memilih alokasi lebih besar pada reksa dana pasar uang.

Demikian penjelasan mengenai beragam dampak kenaikan suku bunga yang harus diwaspadai. Namun, perlu dipahami bahwa informasi di atas hanya murni sebagai edukasi, karena keputusan investasi berada di tangan masing-masing.

Baca Juga: 7 Dampak Kenaikan Suku Bunga terhadap Perekonomian

(MDP)