Konten dari Pengguna

7 Faktor Penyebab IHSG Turun yang Bikin Investor Merugi

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi faktor penyebab IHSG turun. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi faktor penyebab IHSG turun. Foto: Pexels

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghadapi tekanan jual yang masif, hingga sempat terkoreksi cukup dalam pada perdagangan beberapa waktu belakangan ini. Para investor pun mempertanyakan apa saja faktor penyebab IHSG turun yang mengakibatkan kerugian.

Penurunan ini pun memicu perbincangan hangat di kalangan pelaku pasar modal dan komunitas investasi dalam negeri. Berbagai pihak kini memantau dengan cermat pergerakan pasar untuk mengantisipasi tren pergerakan harga saham selanjutnya.

Lantas, apa saja yang menyebabkan IHSG anjlok?

Daftar Faktor Penyebab IHSG Turun

Ilustrasi faktor penyebab IHSG anjlok. Foto: Pexels

Berdasarkan jurnal Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Anjloknya IHSG karya Johni Eka Putra dkk., fluktuasi IHSG sangat bergantung pada pergerakan harga saham di bursa. Jika pergerakan harga saham secara umum naik, maka IHSG pun akan melejit, begitu pula sebaliknya.

Adapun hal-hal yang memengaruhi anjloknya IHSG sebagai berikut:

1. BI-Rate

BI-Rate merupakan suku bunga kebijakan yang menunjukkan sikap atau kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) dan diumumkan kepada publik.

Ketika suku bunga naik, maka diikuti dengan suku bunga deposito yang meningkat, sehingga penanam modal cenderung akan mendepositokan dananya dibandingkan bermain di pasar saham.

2. Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar rupiah atau kurs adalah perbandingan nilai atas harga rupiah dengan harga mata uang asing.

Setiap negara mempunyai nilai tukar mata uangnya sendiri, di mana nilai tersebut berasal dari perbandingan nilai suatu mata uang dengan mata uang lainnya, yang dikenal dengan istilah kurs valuta asing (valas).

Nilai tukar mata uang sangat memengaruhi aktivitas investasi perusahaan, karena ketika pasar valas lebih menarik daripada pasar modal, maka investor biasanya akan beralih ke pasar mata uang asing.

Oleh sebab itu, perubahan kurs akan berdampak pada harga saham di pasar modal, yang pada akhirnya mengakibatkan IHSG ambruk.

3. Inflasi

Inflasi merupakan proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam aktivitas perekonomian. Inflasi menjadi indikator penting yang mencerminkan stabilitas ekonomi dan memengaruhi IHSG.

Tingkat inflasi yang meroket dapat menyebabkan pelemahan daya beli masyarakat, meningkatkan biaya operasional perusahaan, dan menurunkan nilai aset keuangan. Hal tersebut bisa berefek negatif pada performa perusahaan di IHSG dan menekan minat investor untuk menanamkan modal.

4. Indeks Dow Jones

Indeks Dow Jones didefinisikan sebagai nilai rata-rata 30 perusahaan papan atas, yang dikenal sebagai Blue Chip Stock, dan diperdagangkan di New York Stock Exchange (NYSE).

Indeks ini menjadi cerminan kinerja saham dengan kualitas dan reputasi tinggi serta digunakan untuk menggambarkan kondisi bursa secara global.

5. Harga Minyak Dunia

Berdasarkan jurnal Analisis Pengaruh Harga Minyak Dunia, Nilai Tukar Rupiah, Inflasi Dan Suku Bunga Sbi Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) karya Bin Raudha Hanoeboen, harga minyak dunia mempengaruhi pasar modal suatu negara.

Ketika harga minyak dunia melonjak, maka bisa mendorong terjadinya inflasi yang menyebabkan harga saham akan menurun.

Minyak mentah dunia bisa disebut sebagai salah satu penggerak ekonomi dunia, sehingga dengan adanya konflik global dan kelangkaan minyak akan berpengaruh terhadap penurunan IHSG.

6. Harga Emas Global

Emas adalah salah satu instrumen investasi yang memiliki risiko relatif kecil dan nilai cenderung stabil. Emas mempunyai tingkat likuiditas tinggi dan nilainya tidak ditentukan oleh pemerintah.

Saat harga emas melambung, maka investor akan menjatuhkan pilihan pada investasi yang lebih aman. Akibatnya, investasi di pasar modal menurun dan berujung pada pelemahan IHSG.

Hal ini terjadi lantaran investor yang semula membeli saham cenderung mengalihkan dananya untuk menyimpan emas yang relatif aman.

7. Produk Domestik Bruto (PDB)

PDB merupakan indikator utama yang mengukur total nilai produksi barang dan jasa suatu negara, sekaligus menjadi cerminan dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Pertumbuhan ekonomi yang kuat menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tinggi dan aktivitas dunia usaha berjalan lancar.

Sebaliknya, ketika pertumbuhan PDB melambat atau berada di bawah ekspektasi pasar, hal ini mengindikasikan kelesuan ekonomi yang dapat menurunkan keuntungan emiten-emiten di bursa.

Penurunan kinerja keuangan perusahaan-perusahaan ini pada akhirnya akan direspons negatif oleh pelaku pasar, memicu aksi jual saham, dan menyebabkan IHSG merosot.

Strategi Investasi saat IHSG Anjlok

Meskipun IHSG turun drastis, investasi saham masih menjadi salah satu cara terbaik untuk menjaga nilai aset di masa depan.

Namun, penting untuk memahami profil risiko pribadi dan melakukan analisis secara mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.

Berikut ini tips investasi saat IHSG turun:

  • Tidak terburu-buru menarik kembali investasi (panic selling).

  • Menunggu dan mengamati pergerakan pasar modal.

  • Memilih saham perusahaan dengan kinerja dan prospek yang baik.

  • Mempertimbangkan instrumen lain, seperti emas.

Demikian informasi mengenai faktor penyebab IHSG turun yang kerap kali memicu kekhawatiran di kalangan penanam modal.

Meskipun fluktuasi pasar modal tidak dapat dihindari, pemahaman terhadap indikator-indikator ekonomi ini diharapkan dapat membantu para investor dalam mengambil keputusan investasi yang lebih cermat.

Baca Juga: Mengenal Saham dan Aturan Main di Bursa Efek Indonesia

(MDP)