Konten dari Pengguna

7 Jenis Investasi Jangka Pendek yang Cocok untuk Pemula

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengenal jenis investasi jangka pendek. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengenal jenis investasi jangka pendek. Foto: Pexels

Investasi jangka pendek merupakan instrumen yang dimaksudkan agar dapat segera dicairkan selama 12 bulan atau kurang. Terdapat berbagai jenis investasi jangka pendek yang cocok untuk pemula, karena biasanya risikonya relatif rendah.

Menurut Iiz Izmuddin dkk. dalam buku Indeks Saham Syariah di Pasar Modal (Analisis Investasi di Bursa Efek Indonesia), setidaknya terdapat dua karakteristik yang membuat sarana investasi memenuhi syarat sebagai investasi jangka pendek. Pertama, investasi harus berkualitas tinggi, serta kedua, sarana investasi harus sangat likuid dan mudah dijual kembali.

Jenis Investasi Jangka Pendek

Ilustrasi membahas jenis investasi jangka pendek. Foto: Pexels

Berdasarkan Lampiran VII Peraturan Bupati Maluku Tenggara Nomor 2.a Tahun 2010 tentang Kebijakan Akuntansi, investasi jangka pendek harus memenuhi karakteristik dapat segera diperjualbelikan atau dicairkan dan berisiko rendah. Selain itu, investasi tersebut ditujukan dalam rangka manajemen kas.

Berikut ini beberapa instrumen investasi jangka pendek:

1. Deposito Berjangka

Deposito berjangka merupakan produk simpanan perbankan yang menawarkan tingkat pengembalian tetap dengan risiko yang sangat rendah. Melalui instrumen ini, investor menyimpan sejumlah dana dalam jangka waktu tertentu, mulai dari satu, tiga, hingga 12 bulan.

Uang yang disimpan tidak dapat ditarik sebelum tanggal jatuh tempo tanpa dikenakan denda penalti dari pihak bank. Oleh karena itu, produk ini sangat cocok bagi masyarakat yang ingin mengamankan modal sekaligus mendapatkan imbal hasil yang pasti.

2. Surat Utang Negara (SUN)

Surat Utang Negara merupakan instrumen obligasi yang diterbitkan secara resmi oleh pemerintah untuk mendanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Calon investor dapat memilih seri SUN dengan tenor pendek yang biasanya berkisar antara satu hingga dua tahun.

Investasi ini memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi, karena pembayaran pokok dan kupon bunga dijamin penuh oleh undang-undang. Masyarakat dapat memanfaatkan produk ini untuk mendapatkan keuntungan berkala secara aman dan berkontribusi langsung pada pembangunan nasional.

3. Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang merupakan jenis investasi yang menghimpun dana kolektif untuk ditempatkan pada instrumen pasar uang berjangka pendek di bawah satu tahun. Portofolio dari produk ini biasanya berisi deposito perbankan dan surat berharga dengan masa jatuh tempo yang sangat singkat.

Keunggulan utamanya terletak pada tingkat likuiditas yang sangat tinggi dan fleksibilitas pencairan dana yang bisa dilakukan kapan saja tanpa penalti. Nilai fluktuasinya yang stabil membuat instrumen ini menjadi pilihan favorit bagi investor pemula untuk menyimpan dana darurat.

4. Obligasi Ritel Indonesia (ORI)

ORI merupakan bagian dari Surat Berharga Negara (SBN) yang dijual khusus kepada individu atau warga negara Indonesia (WNI) melalui agen penjual resmi. Walaupun umumnya memiliki tenor sekitar tiga tahun, instrumen ini dapat diperjualbelikan kembali di pasar sekunder setelah melewati masa tunggu tertentu.

Karakteristik tersebut memberikan fleksibilitas bagi para pemegang modal yang ingin mencairkan investasinya lebih cepat sebelum jatuh tempo. Keuntungan yang didapatkan berupa kupon tetap yang dibayarkan setiap bulan langsung ke rekening investor.

5. Peer-to-Peer (P2P) Lending

P2P lending merupakan inovasi teknologi keuangan yang mempertemukan pemberi pinjaman secara langsung dengan peminjam dana, baik individu maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Investor dapat memilih dana mereka disalurkan pada proyek dengan durasi pinjaman pendek mulai dari beberapa bulan saja.

Keuntungan yang ditawarkan instrumen P2P lending cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan produk perbankan konvensional. Namun, calon investor perlu melakukan analisis mendalam terhadap tingkat risiko gagal bayar dan memilih platform yang sudah berizin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

6. Sukuk Tabungan

Sukuk Tabungan (ST) merupakan instrumen investasi syariah yang diterbitkan oleh pemerintah sebagai bukti penyertaan terhadap aset negara.

Produk ini memiliki masa tenggang yang relatif singkat dan tidak dapat diperjualbelikan di pasar sekunder, tetapi dilengkapi dengan fasilitas pencairan awal (early redemption).

Skema pengembalian keuntungan ST menggunakan sistem imbalan dengan prinsip bagi hasil yang mengambang dengan batas minimal. Instrumen ini sangat diminati oleh investor yang mengutamakan prinsip syariah dalam ajaran agama Islam.

7. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)

SBI merupakan surat berharga atas unjuk dalam mata uang rupiah yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) sebagai instrumen pengendalian moneter.

SBI diterbitkan dengan sistem diskonto dan memiliki jangka waktu pendek, biasanya berkisar antara satu hingga tiga bulan saja.

Pembelian SBI umumnya dilakukan melalui pasar sekunder atau lembaga perantara keuangan yang terafiliasi resmi. Investor institusi maupun masyarakat bermodal besar kerap menggunakan produk ini untuk menjaga likuiditas dana dalam waktu singkat.

Tujuan Investasi

Melansir Buku Referensi Investasi Pasar Modal karya Destina Paningrum, ketegasan pada tujuan sangat diperlukan agar keputusan investasi berjalan efektif dan efisien. Berikut ini beberapa harapan umum dari adanya aktivitas investasi:

  • Terciptanya keberlanjutan dalam investasi.

  • Terbentuknya keuntungan yang maksimal.

  • Memperoleh kemakmuran bagi investor.

  • Turut andil dalam pembangunan bangsa dan negara.

  • Mengurangi tekanan inflasi.

  • Dorongan untuk menghemat pajak.

Demikian penjelasan mengenai jenis-jenis investasi jangka pendek yang cocok untuk pemula. Namun, perlu dipahami bahwa keputusan investasi tetap berada di tangan pribadi dengan mempertimbangkan profil risiko.

Baca Juga: 10 Aplikasi Investasi Jangka Pendek yang Terdaftar di OJK

(MDP)