Konten dari Pengguna

7 Tips Membeli Saham untuk Para Investor Pemula

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mempelajari tips membeli saham. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mempelajari tips membeli saham. Foto: Pexels

Saham (stock) menjadi salah satu instrumen pasar keuangan yang diminati investor. Alasannya, berinvestasi saham dapat memberikan keuntungan secara cepat dan besar.

Perkembangan teknologi saat ini juga membuat pembelian saham bisa dilakukan secara daring melalui aplikasi yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk membelinya, investor perlu mendaftarkan diri menggunakan KTP terlebih dulu.

Meski semua orang bisa berinvestasi saham di pasar modal, risiko kerugian berinvestasi juga perlu diperhatikan. Itu karena permintaan dan penawaran saham tak dapat diatur dan ditentukan.

Selain membutuhkan analisis dalam berinvestasi saham, berikut tips membeli saham unutk investor pemula yang bisa disimak dan dipraktikkan.

Tips Membeli Saham

Ilustrasi mempelajari tips membeli saham. Foto: Pexels

Dirangkum dari buku Cara Cepat Investasi Saham yang ditulis oleh Sawidji Widioatmodjo, berikut tips membeli saham yang bisa dijadikan pedoman bagi investor pemula.

1. Perbanyak pengetahuan tentang saham

Pengetahuan dan kemampuan yang cukup akan mengarahkan investor ke peluang investasi yang semakin luas. Investor bisa memulainya dengan mempelajari istilah dasar tentang trading saham.

2. Mulai dengan modal kecil

Bagi pemula, mulailah dengan menanamkan modal kecil terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk mengukur seberapa peluang keuntungan yang didapatkan dan meminimalkan kerugian yang diterima.

3. Gunakan aplikasi trading yang tepercaya

Karena aktivitas trading saham meningkat, ada juga berbagai aplikasi sekuritas yang muncul. Pastikan investor menggunakan aplikasi trading yang sudah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Usahakan untuk memilih aplikasi dari perusahaan sekuritas yang memiliki rekam jejak yang baik.

Baca juga: Mekanisme Perdagangan Saham dan Karakteristiknya

New York Stock Exchange (NYSE) Foto: REUTERS/Lucas Jackson

4. Buat trading plan

Trading plan adalah rencana perdagangan saham yang dijadikan pedoman oleh investor atau trader dalam melakukan jual beli saham di Bursa Efek. Trading plan terdiri dari empat komponen berikut:

  • Daftar saham untuk trading.

  • Titik entry atau momen untuk membeli saham.

  • Titik exit atau momen untuk menjual saham.

  • Titik cut loss atau momen untuk menjual saham ketika harganya turun.

5. Perhatikan risk/reward setiap trade

Risk Reward Ratio (R/R Ratio) adalah indikator yang digunakan dalam mengukur perbandingan antara potensial profit dan risiko dalam sebuah trading.

Ini bisa diperoleh dengan cara membagi risiko kerugian dengan potensi keuntungan trading berdasarkan trading plan yang dibuat sebelumnya.

6. Disiplin menjalankan trading plan

Disiplin menjalankan trading plan sesuai rencana memang tidak mudah dilakukan. Apalagi mengetahui sifat dasar manusia yang cenderung mengambil keputusan berdasarkan pengaruh emosional ketimbang otak atau akal. Akan tetapi, jika disiplin ini dijalankan keuntungan investasi akan mudah didapatkan.

7. Miliki manajemen keuangan yang baik

Manajemen keuangan adalah strategi mengelola dana yang tersedia agar tak habis. Hal itu bisa dilakukan lewat banyak cara, di antaranya memisahkan dana yang dipakai untuk investasi dan trading, membatasi jumlah saham yang dibeli, hingga memperbesar atau mengurangi modal untuk trading saham tertentu sesuai kebutuhan.

(NDA)