Konten dari Pengguna

8 Penyebab Terjadinya Pengangguran dan Cara Mengatasinya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengangguran. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengangguran. Foto: Unsplash

Pengangguran merupakan salah satu masalah serius yang dihadapi oleh hampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia. Penyebab terjadinya pengangguran sendiri cukup beragam.

Secara umum, pengangguran dapat diartikan sebagai kondisi saat seseorang yang termasuk dalam angkatan kerja tak memiliki pekerjaan, tetapi sedang aktif mencari pekerjaan.

Adapun angkatan kerja merupakan individu berusia produktif, biasanya 15 hingga 64 tahun yang memiliki kemampuan dan keinginan untuk bekerja.

Tingginya angka pengangguran dapat berdampak negatif terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Untuk lebih memahami seputar pengangguran dan faktor penyebabnya, simak informasinya di bawah ini.

Penyebab Terjadinya Pengangguran

Ilustrasi pengangguran. Foto: Unsplash

Merangkum buku Pengantar Ilmu Ekonomi oleh Tri Sulistyani, S.E., M.M., dkk., berikut faktor utama yang menyebabkan terjadinya pengangguran:

1. Pertumbuhan Penduduk yang Tinggi

Pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang dengan pertumbuhan lapangan kerja merupakan salah satu penyebab utama pengangguran. Setiap tahun, angkatan kerja baru terus bertambah, sementara ketersediaan lapangan pekerjaan terbatas.

2. Kurangnya Keterampilan dan Pendidikan

Pendidikan dan keterampilan merupakan faktor yang memengaruhi seseorang untuk mendapatkan pekerjaan. Pencari kerja yang tak memiliki keterampilan sesuai tuntutan pasar kerja akan kesulitan untuk bersaing dalam mendapatkan pekerjaan.

3. Perubahan Teknologi dan Otomatisasi

Kemajuan teknologi dan otomatisasi di berbagai sektor industri menyebabkan banyak pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia digantikan oleh mesin. Misalnya, pekerjaan manufaktur yang menggunakan robot atau perangkat otomatis.

4. Resesi Ekonomi

Kondisi ekonomi yang menurun atau resesi membuat perusahaan terpaksa mengurangi produksi atau bahkan menutup operasionalnya. Akibatnya, banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan dan perusahaan enggan merekrut tenaga kerja baru.

5. Ketidaksesuaian Antara Penawaran dan Permintaan Tenaga Kerja

Ketidakseimbangan antara keterampilan pencari kerja (penawaran tenaga kerja) dengan kebutuhan perusahaan (permintaan tenaga kerja) juga menjadi penyebab terjadinya pengangguaran. Hal ini disebut juga dengan skill mismatch.

6. Pengangguran Musiman

Jenis pengangguran ini terjadi di sektor tertentu, seperti pertanian dan pariwisata karena bergantung pada musim. Misalnya, pekerja di sektor pertanian hanya bekerja pada musim tanam dan panen.

7. Kurangnya Investasi

Investasi berperan penting dalam membuka lapangan pekerjaan. Minimnya investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, menghambat pembangunan industri yang dapat menyerap tenaga kerja.

8. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

PHK juga bisa terjadi akibat penurunan kinerja perusahaan, perubahan struktur organisasi, atau efisiensi biaya. PHK massal menyebabkan lonjakan angka pengangguran dalam waktu singkat.

Baca Juga: Pengangguran Friksional: Arti, Penyebab, dan Solusinya

Cara Mengatasi Pengangguran

Ilustrasi pengangguran. Foto: Unsplash

Untuk mengurangi angka pengangguran, Nabil Perdana Putra menjabarkan dalam bukunya yang berjudul Memahami Inti Masalah Ekonomi, beberapa solusi yang dapat diterapkan:

  • Meningkatkan pendidikan dan pelatihan. Pemerintah dan pihak swasta dapat bekerja sama untuk menyediakan pendidikan dan pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan industri.

  • Mendorong investasi. Kebijakan yang mendukung investasi akan membantu menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.

  • Mengembangkan wirausaha. Mendorong semangat wirausaha dan menyediakan akses modal bagi pelaku usaha kecil dapat membantu menciptakan lapangan kerja baru.

  • Melakukan diversifikasi sektor ekonomi. Mengembangkan sektor ekonomi baru, seperti teknologi, pariwisata, dan ekonomi kreatif, dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

  • Menguatkan program padat karya. Program padat karya dapat menjadi solusi jangka pendek untuk menyediakan pekerjaan bagi masyarakat yang menganggur.

(NDA)