Akuntan yang Bekerja pada Perusahan Tertentu dan Berstatus Pegawai Disebut Ini

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Profesi akuntan terbagi ke dalam beberapa jenis. Salah satunya adalah akuntan yang bekerja pada perusahan tertentu dan berstatus pegawai.
Kebutuhan akan jasa akuntansi meningkat dari waktu ke waktu seiring dengan berkembangnya dunia bisnis. Akuntan dibutuhkan pada banyak posisi di berbagai perusahaan maupun pemerintah.
Akuntan yang Bekerja pada Perusahan Tertentu dan Berstatus Pegawai Disebut Ini
Akuntan yang bekerja pada perusahaan tertentu dan berstatus sebagai pegawai disebut dengan akuntan internal atau intern.
Jabatan ini memiliki nama lain, yakni akuntan perusahaan atau akuntan manajemen. Posisi ini dapat diduduki mulai staf biasa hingga kepala bagian akuntansi atau direktur keuangan.
Seorang akuntan internal tak hanya dapat dipekerjakan dalam organisasi bisnis, tetapi juga dalam pemerintahan dan organisasi nirlaba.
Dalam buku Pasti Bisa Ekonomi untuk SMA/MA Kelas XII oleh Tim Ganesha Operation, bidang pekerjaan yang dipandang penting dalam bidang akuntansi internal adalah auditor internal.
Auditor internal adalah akuntan yang bertugas mengaudit akuntansi dan prosedur operasi yang dilakukan entitas tempat ia bekerja. Orang yang bekerja dengan spesialisasi ini harus memiliki sertifikat auditor internal.
Baca Juga: Mengenal Bidang Akuntansi yang Menghitung Laba/Rugi Suatu Bisnis
Tugas Akuntan Internal
Seorang akuntan internal yang bekerja di suatu perusahan memiliki tugas-tugas tertentu dalam hal menyusun sistem akuntansi dan lainnya.
Mengutip buku Pengantar Akuntansi Mudah Belajar Akuntansi (Jilid 1) oleh Dian Pratama, S.A., berikut tugas akuntan internal:
Menangani masalah perpajakan
Melakukan pemeriksaan intern
Menyusun laporan keuangan yang ditujukan ke pihak intern dan ekstern
Menyusun sistem akuntansi perusahaan
Menyusun anggaran
Informasi dari akuntan internal ini dapat membantu mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah, serta mengevaluasi kinerja. Selain itu, informasi tersebut dapat digunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk dalam perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan.
Dalam artikel berjudul Faktor-faktor yang Memengaruhi Profesionalisme Seorang Akuntan Intern di Kota Palembang oleh Dewi Sri yang terbit di "Jurnal Keuangan dan Bisnis", informasi dari akuntan internal dibutuhkan untuk membantu mengidentifikasi berbagai peluang untuk perbaikan.
Fungsi lainnya, untuk mengevaluasi kemajuan yang telah dicapai dalam mengimplementasikan berbagai tindakan yang didesain untuk menciptakan perbaikan.
Standar Kompetensi Akuntan Internal
Standar kompetensi dari seorang akuntan internal antara lain:
Menjaga tingkat kompetensi profesional yang diperlukan dengan terus menerus mengembangkan pengetahuan dan keahliannya.
Melakukan tugas-tugas profesionalnya sesuai hukum, peraturan, dan standar teknis yang berlaku.
Menyusun laporan dan rekomendasi lengkap serta jelas setelah melakukan analisis yang benar terhadap informasi yang relevan dan dapat dipercaya.
(SA)
