Mengenal Bidang Akuntansi yang Menghitung Laba/Rugi Suatu Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Secara umum, akuntansi adalah proses pencatatan, penggolongan, dan penyajian informasi keuangan yang berkaitan dengan bisnis. Akuntansi terbagi menjadi beberapa bidang ilmu. Lantas, apa bidang akuntansi yang menghitung laba/rugi suatu bisnis?
Menurut laman Investopedia, bidang akuntansi yang menghitung laba/rugi suatu bisnis adalah akuntansi keuangan (financial accounting). Adapun kegiatannya berupa mencatat, meringkas, dan melaporkan berbagai transaksi suatu bisnis selama periode tertentu.
Transaksi tersebut kemudian dirangkum dalam penyusunan laporan keuangan seperti neraca, laporan laba/rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas. Hal ini dimaksudkan untuk mencatat kinerja operasi perusahaan selama periode tertentu.
Karakteristik Akuntansi Keuangan
Berikut beberapa karakteristik akuntansi keuangan yang membedakannya dengan cabang ilmu akuntansi lainnya, sebagaimana dituliskan dalam buku Akuntansi Keuangan karya Gebriany Pirade Wenur, dkk.
Fokus informasi: Fokus pada data masa lalu (data historis).
Rentang waktu: Menggunakan rentang waktu yang kurang fleksibel dengan jangka waktu yang relatif panjang, seperti kuartal, semester, atau tahunan.
Lingkup informasi: Menyajikan informasi untuk keseluruhan perusahaan, seperti laporan laba/rugi, neraca, laporan perubahan modal, laporan arus kas.
Sifat informasi: Mengutamakan ketepatan informasi yang digunakan.
Pihak yang berkepentingan: Ditujukan untuk pelaporan kepada pihak eksternal seperti investor, kreditur, debitur, karyawan, dan pemerintah (Dirjen Pajak).
Baca juga: 10 Cara Membuat Laporan Keuangan dengan Siklus Akuntansi
Tujuan Akuntansi Keuangan
Mengutip laman Indeed, tujuan utama akuntansi keuangan adalah menghasilkan laporan keuangan untuk membantu pihak luar membuat keputusan tepat tentang nilai dan status fiskal perusahaan. Adapun tujuan akuntansi keuangan lainnya adalah sebagai berikut:
1. Menjadi Standardisasi Pencatatan Transaksi
Akuntansi keuangan menyediakan metode sistematis untuk menyusun dan mencatat transaksi bisnis perusahaan. Melalui metode sistematis ini, akuntan akan mudah menyusun, menyortir, meringkas, dan menganalisis transaksi untuk menyiapkan laporan keuangan.
2. Menentukan Profitabilitas
Tujuan lain dari akuntansi keuangan adalah untuk menentukan profitabilitas perusahaan dengan membandingkan laporan laba rugi perusahaan.
Melalui perbandingan ini, pemangku kepentingan dan manajemen dapat mengambil keputusan untuk meningkatkan kinerja atau mempertahankan hasil yang positif. Hasil ini, baik positif maupun negatif akan muncul dalam laporan keuangan.
3. Menentukan Kesehatan Keuangan
Akuntansi keuangan menyediakan informasi untuk membantu para pemangku kepentingan mengukur kondisi aset dan kewajiban (liabilitas) perusahaan.
Laporan dapat menunjukkan pada investor dan pemilik atau pemegang saham apakah aset mereka meningkat atau kewajiban meningkat.
Laporan keuangan juga menunjukkan posisi likuiditas dan solvabilitas perusahaan yang memberikan informasi pada pemangku kepentingan tentang kemampuannya untuk memenuhi kewajiban utang.
4. Membantu Pengambilan Keputusan
Laporan keuangan menyediakan semua informasi yang dibutuhkan para pemangku kepentingan untuk membuat keputusan rasional tentang bisnis.
Laporan keuangan merinci kesehatan dan nilai keuangan perusahaan, sehingga investor dan kreditor dapat menilai prospek mereka saat mengambil keputusan.
Sebagai contoh, laporan keuangan yang menunjukkan kesehatan keuangan yang kuat dapat menjadi pertanda bagi perusahaan untuk mempertimbangkan perluasan produk atau layanan ke wilayah atau pasar lain.
(NDA)
