Apa Cara Terbaik untuk Menginvestasikan Uang untuk Pensiun?

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menginvestasikan uang untuk memenuhi kebutuhan di masa tua sangat penting dilakukan sejak usia 20-an. Lantas, apa cara terbaik untuk menginvestasikan uang untuk pensiun?
Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho mengatakan, kunci utama dari menginvestasikan uang untuk pensiun adalah mengatur keuangan secara ketat sejak awal.
Dari pengalaman dan riset yang dilakukan Andy, di bawah ini adalah beberapa instrumen investasi yang tepat dan bisa dipilih masyarakat untuk persiapan pensiun dini.
Cara Terbaik untuk Menginvestasikan Uang untuk Pensiun
1. Saham
Bicara soal saham, Andy langsung mengerucut pada pembahasan dividen sebagai sumber pendapatan. Dalam proyeksinya, jika seorang investor membeli saham dengan cara mencicil setiap bulan, ia bisa memperoleh dividen yang cukup besar dari jumlah perhitungan selisih dan lebih sahamnya.
"Saham, mereka bisa dapat dividen. Kita tidak bicara soal trading, ya, jadi investasi yang periodenya lebih panjang. Ada dividen satu tahun sekali, itu lumayan. Jika belinya nyicil, tiap bulan dari sekarang, enggak berasa, nanti umur 40 tahun devidennya besar karena kepemilikan saham juga sudah besar," pungkas Andy, dikutip dari kumparanBisnis.
2. Reksa Dana Pasar Saham, lalu ke Deposito atau Obligasi Ritel
Melihat ke dalam tren yang sedang tinggi di kalangan milenial dan gen Z, Andy merasa bahwa investasi di reksa dana berbasis pasar saham juga dapat memberikan peluang yang cemerlang sebagai persiapan pensiun dini.
Ia menyarankan supaya masyarakat dapat mulai menabung di reksa dana pasar saham secepatnya. Sehingga, pada saat pensiun nanti, seluruh simpanan dapat dicairkan sekaligus.
Tak berhenti di sana, dana yang sudah diterima secara tunai tersebut tidak hanya disimpan dalam lemari atau bawah kasur, teman kumparan. Anda disarankan untuk segera memasukkan jumlah dana tersebut ke dalam Deposito atau Obligasi Ritel.
Bukan tanpa alasan, perpindahan dana ini merupakan trik Andy untuk mengakali penerimaan pendapatan yang lebih besar. Ketika pensiun, katanya, Anda dapat menggunakan bunga yang dihasilkan dari deposito atau obligasi ritel tersebut.
Baca juga: Cara Beli Saham Luar Negeri dan Persyaratannya
3. Peer-to-Peer Lending (P2PL)
Dengan imbal hasil yang cukup besar, instrumen investasi lain yang Andy sarankan adalah peer-to-peer lending (P2PL). Terdapat dua metode P2PL yang ia maksud.
Pertama, secara online melalui perusahaan pihak ketiga; atau kedua, secara manual dengan menawarkan diri sebagai pemodal dalam usaha milik kerabat, rekan kerja, atau keluarga.
"Mulai banyak yang peer-to-peer lending karena return yang besar. Enggak harus yang online, tapi kalau mau harus yang resmi, ya. Bisa juga perseorangan dalam konteks perdagangan, misalnya kita buat persetujuan untuk dapat 5 persen dari income per penjualan. Jadi, kita bisa join sebagai pemodal," kata Andy.
Dari kacamatanya sebagai perencana keuangan, cara ini sangatlah cocok bagi orang-orang yang tidak pandai berwirausaha secara independen. Supaya ‘uang dingin’ tidak hanya terjebak di rekening, Anda dapat mempertimbangkan cara P2PL sebagai solusi mendapatkan income stream yang potensial.
4. Properti
Andy juga teringat bahwa investasi pada aset properti juga memiliki potensi keuntungan yang tak hanya besar, tetapi juga deras. Lantaran, tanah atau bangunan yang dimiliki bisa diubah menjadi lahan serbaguna. Mulai dari kontrakan, indekos, rumah toko, dan masih banyak lagi.
Ditambah lagi dengan banyaknya instansi pihak ketiga yang biasanya menawarkan jasa “auto pilot project”, di mana Anda sebagai pemilik aset properti membagi persentase penghasilan dengan pihak ketiga, yang akan bekerja sebagai pemasar dan pengelola properti.
“Ide yang bagus itu, jadi diserahkan ke agen. Biar agen yang urus pemasarannya, pengelolaan operasionalnya. Tapi itu pilihan, ya. Karena ada yang lebih suka terjun langsung secara end-to-end,” tutupnya.
(NDA)
