Konten dari Pengguna

Apa Fungsi BEP dalam Proyeksi Keuangan? Ini Penjelasannya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fungsi BEP dalam proyeksi keuangan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fungsi BEP dalam proyeksi keuangan. Foto: Pexels

Penting bagi para pengusaha untuk mempelajari break even point (BEP). Pasalnya, BEP memiliki banyak fungsi dalam proyeksi keuangan suatu usaha atau bisnis. Apa fungsi BEP dalam proyeksi keuangan?

Menurut Wahyudi dalam buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran SMK/MAK Kelas XII karya Wakhid Bashori dan Windu Mahmud, BEP adalah suatu keadaan di mana suatu usaha tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi.

Dengan kata lain, suatu usaha dikatakan impas jika jumlah pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya atau apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja.

Maka dapat disimpulkan, BEP berfungsi untuk membantu pelaku bisnis dalam mengefisienkan produksi barang maupun jasa guna mencapai keuntungan yang optimal. Adapun fungsi lain dari BEP dalam proyeksi keuangan akan dijabarkan dalam uraian di bawah ini.

Fungsi BEP dalam Proyeksi Keuangan

Ilustrasi menghitung BEP. Foto: Pexels

Analisis BEP umumnya digunakan untuk menghitung kapan sebuah usaha/bisnis/ proyek akan menghasilkan keuntungan dengan cara menyamakan total pendapatannya dengan total biaya produksi.

Dengan analisis BEP, manajemen perusahaan dapat mengetahui jumlah penjualan minimum yang harus dipertahankan agar tidak mengalami kerugian. Analisis ini juga bermanfaat untuk mengetahui jumlah penjualan agar memperoleh keuntungan tertentu.

Selain itu, analisis BEP juga bisa membantu manajemen dalam pengambilan keputusan apakah pebisnis perlu melanjutkan atau memberhentikan bisnisnya. Menghitung BEP amat penting dilakukan agar mengetahui batas minimum produksi, sehingga tidak mengalami kerugian.

Baca juga: Cara Menentukan Laba Usaha dan Contohnya

Dikutip dari buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK/MAK Kelas XII Semester 1 oleh Muh, Nur Eli Brahim, M.Si, fungsi BEP dalam proyeksi keuangan suatu bisnis dapat dirincikan sebagai berikut:

  • Alat perencanaan untuk menghasilkan laba.

  • Memberikan informasi mengenai berbagai tingkat volume penjualan serta hubungannya dengan kemungkinan memperoleh laba menurut tingkat penjualan yang bersangkutan.

  • Mengevaluasi laba dari perusahaan secara keseluruhan.

  • Mengganti sistem laporan yang tebal dengan grafik yang mudah dibaca dan dimengerti.

  • Sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan harga jual.

  • Sebagai bahan atau dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan terhadap hal-hal berikut.

  1. Jumlah penjualan minimal yang harus dipertahankan agar perusahaan tidak mengalami kerugian.

  2. Jumlah penjualan yang harus dicapai untuk memperoleh keuntungan tertentu.

  3. Seberapa jauhkah berkurangnya penjualan agar perusahaan tidak menderita rugi.

  4. Untuk mengetahui bagaimana efek perubahan harga jual, biaya, dan volume penjualan terhadap keuntungan yang diperoleh.

Rumus Menghitung BEP

Ilustrasi rumus BEP. Foto: Pexels

Secara umum, terdapat dua cara untuk menghitung BEP, yaitu: (1) berdasarkan berapa Rupiah penjualan yang diterima; dan (2) berapa unit yang harus dijual.

Berikut masing-masing penjelasannya seperti dikutip dari buku Produk Kreatif dan Kewirausahaan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran SMK/MAK Kelas XII oleh Wakhid Bashori dan Windu Mahmud.

1. Rumus BEP Rupiah

Rumus BEP untuk menghitung berapa Rupiah penjualan yang perlu diterima dapat dilakukan dengan cara membagi total biaya tetap produksi (Production Fixed Cost) dengan Harga Jual per Unit (Sales Price per Unit), lalu dikurangi Biaya Variabel yang digunakan untuk menghasilkan produk (Variable Cost), kemudian dikalikan dengan Harga per Unit lagi. Rumusnya:

BEP (dalam Rupiah) = Biaya Tetap Produksi / (Harga per Unit-Biaya Variabel per Unit) x Harga per Unit

2. Rumus BEP Unit

Rumus BEP untuk menghitung berapa unit yang harus dijual dapat dilakukan dengan cara membagi total biaya tetap produksi (Production Fixed Cost) dengan Harga Jual per Unit (Sales Price per Unit) dikurangi biaya Variabel yang digunakan untuk menghasilkan produk (Variable Cost). Berikut rumusnya:

BEP (dalam Unit) = Biaya Tetap Produksi / (Harga Jual per Unit-Biaya Variabel per Unit)

Atau

BEP (dalam Unit) - Biaya Tetap Produksi / Margin Kontribusi per unit.

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan break even point?
chevron-down

Break even point atau BEP adalah suatu keadaan di mana suatu usaha tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi.

Apa tujuan dalam menghitung BEP?
chevron-down

Analisis BEP umumnya digunakan untuk menghitung kapan sebuah usaha/bisnis/ proyek akan menghasilkan keuntungan dengan cara menyamakan total pendapatannya dengan total biaya produksi.

Bagaimana cara menghitung titik impas Break Even Point?
chevron-down

Secara umum, terdapat dua cara untuk menghitung BEP, yaitu: (1) berdasarkan berapa Rupiah penjualan yang diterima; dan (2) berapa unit yang harus dijual.