Apa Itu G20? Ini Penjelasan dan Manfaatnya Bagi Indonesia

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi sebagian orang mungkin ada yang bertanya-tanya mengenai apa itu G20 dan manfaatnya bagi Indonesia? Pada 2022, Indonesia diketahui secara resmi memegang Presidensi G20 alias Group of 20.
Presidensi G20 Indonesia mengusung tema “Recover Together Recover Stronger”. Tema tersebut dijelaskan memiliki harapan dan mengajak negara-negara di dunia untuk bersama mendukung pemulihan di berbagai sektor agar memiliki ketahanan dan berkelanjutan.
Apa Itu G20 dan Manfaatnya
Lalu, apa yang dimaksud dengan G20? Apabila merujuk pada buku berjudul Indonesia Incorporated yang ditulis oleh Zaynur Ridwan, G20 atau Group of Twenty merupakan kelompok 19 negara di dunia dengan pertumbuhan ekonomi yang besar ditambah dengan Uni Eropa.
Dalam laman situs web resmi Bank Indonesia disebutkan juga bahwa G20 adalah forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU). G20 dinilai merepresentasikan lebih dari 60 persen populasi Bumi, 75 persen perdagangan global, dan 80 persen PDB dunia.
Negara apa saja yang termasuk ke dalam Group of 20 tersebut? Berdasarkan buku Kamus Hubungan Internasional dan Diplomasi yang ditulis oleh Khasan Ashari, anggota G20 meliputi berbagai negara berikut ini:
Afrika Selatan
Amerika Serikat
Arab Saudi
Argentina
Australia
Brasil
India
Indonesia
Inggris
Italia
Jepang
Jerman
Kanada
Meksiko
Republik Korea
Rusia
Prancis
Tiongkok
Turki
Uni Eropa
Manfaat G20 bagi Indonesia
Fokus Presidensi Indonesia di G20 diketahui terletak pada tiga isu utama, antara lain kesehatan global yang inklusif, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi menuju energi berkelanjutan.
Melansir dari laman situs web Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, berikut ini adalah berbagai manfaat G20 yang didapat Indonesia sebagai tuan rumah presidensi pada 2022.
Direncanakan akan membawa berbagai manfaat ekonomi sebesar 1,5 hingga 2 kali lipat secara agregat bila dibandingkan dengan penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali pada tahun 2018.
Selain itu, terdapat perkiraan terjadinya peningkatan konsumsi domestik sebesar 1,7 triliun rupiah dan PDB domestik sebesar 7,43 triliun rupiah dari kunjungan para delegasi.
Presidensi G20 Indonesia juga direncanakan akan meningkatkan peran UMKM dan membantu menyerap sebanyak 33.000 tenaga kerja di berbagai sektor.
Itulah kurang lebih manfaat G20 bagi Indonesia. Mengutip kembali laman situs web Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Sekretaris Kementerian Koordinasi Susiwijono menuturkan, selain mendapatkan manfaat ekonomi, Indonesia juga akan memperoleh manfaat strategis. Indonesia disebut akan berperan besar dalam menentukan arah kebijakan global di masa depan.
(AMP)
