Apa Itu Hilirisasi? Ini Pengertian hingga Contoh Penerapannya di Indonesia

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hilirisasi menjadi salah satu program yang selalu digaungkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama masa jabatannya di periode kedua. Apa itu hilirisasi?
Dalam konteks industri, hilirisasi berarti mengolah bahan mentah menjadi produk setengah jadi atau produk jadi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Tujuan utama hilirisasi adalah untuk meningkatkan nilai ekonomis dari bahan mentah dan menciptakan lapangan kerja baru. Agar lebih mengenal apa itu hilirisasi, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Pengertian Hilirisasi
Mengutip buku Strategi dan Transformasi Digital terbitan Kepustakaan Populer Gramedia, hilirisasi adalah proses atau strategi suatu negara untuk meningkatkan nilai tambah komoditas yang dimiliki.
Proses hilirisasi terjadi setelah tahap produksi di pabrik atau tempat pengolahan lainnya dan melibatkan tahapan seperti pemrosesan, pengemasan, distribusi, dan penjualan produk.
Dengan menerapkan hilirisasi, komoditas yang tadinya diekspor dalam bentuk mentah atau bahan baku diubah menjadi barang setengah jadi atau jadi.
Hal ini bertujuan agar nilai ekspor negara yang melakukan hilirisasi menjadi lebih besar. Sehingga, mampu meningkatkan perekonomian bagi negaranya.
Baca Juga: 6 Lapangan Migas Baru Siap Dongkrak Produksi Minyak Nasional
Manfaat Hilirisasi
Beberapa manfaat yang bisa dirasakan suatu negara dari menerapkan program hilirisasi, antara lain sebagai berikut.
1. Meningkatkan Nilai Ekspor
Dengan mengolah bahan mentah menjadi produk yang lebih bernilai, negara dapat memperoleh keuntungan lebih besar dari ekspor.
2. Peningkatan Pendapatan Negara
Produk yang telah diolah memiliki harga jual yang lebih tinggi di pasar internasional, sehingga berkontribusi pada peningkatan pendapatan negara.
3. Penciptaan Lapangan Kerja
Proses hilirisasi memerlukan tenaga kerja yang lebih banyak, baik dalam sektor produksi maupun distribusi, sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran.
4. Pengembangan Teknologi dan Inovasi
Melalui hilirisasi, negara terdorong untuk mengembangkan teknologi dan inovasi dalam pengolahan bahan mentah.
Contoh Penerapan Hilirisasi di Indonesia
Di Indonesia, penerapan hilirisasi dapat dilihat dari kebijakan pemerintah yang melarang ekspor bijih nikel mentah sejak 1 Januari 2020.
Berdasarkan paparan Menteri Investasi dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia sebesar 23,7%.
Lewat hilirisasi nikel, ia percaya nilai jual komoditas bertambah hingga 68 kali lipat. Contoh hilirisasi nikel adalah pembuatan produk turunan sel baterai sebagai komponen utama mobil listrik.
Hilirisasi dipercaya menjadi batu loncatan Indonesia untuk menjadi pusat produksi mobil listrik dunia di masa depan.
Selain nikel, ekspor bijih bauksit juga dilarang pada 10 Juni 2023 yang dituangkan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba).
Pemerintah juga terus mendorong perluasan program hilirisasi untuk komoditas lainnya, termasuk batu bara, timah, sawit dan rumput laut.
Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KKP) Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa komoditas rumput laut memiliki banyak produk-produk turunan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah.
(NDA)
