Apa itu Money Laundry? Berikut Pengertian dan Tahapannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Money laundry adalah kegiatan ilegal untuk menghasilkan uang dalam jumlah besar. Tindakan ini kerap dikaitkan untuk mendanai aktivitas terorisme, akuisisi senjata, dan lainnya.
Money laundering dinilai berbahaya bagi tatanan sosial dan ekonomi suatu negara. Sebab, aktivitas ini mendorong kejahatan lain, seperti korupsi, perdagangan narkoba, penipuan pajak, dan sebagainya.
Untuk mengetahui apa itu money laundry lebih lanjut, simak pembahasannya dalam artikel Berita Bisnis berikut ini.
Apa itu Money Laundry?
Mengutip investopedia.com, money laundry adalah proses ilegal untuk membuat uang dalam jumlah besar. Itu dihasilkan dari kegiatan kriminal yang terlihat seperti berasal dari sumber yang sah.
Di Indonesia, money laundering dikenal juga dengan istilah pencucian uang, yakni oknum yang mendapatkan uang dari kegiatan kriminal dan melakukan 'pencucian' agar terlihat bersih.
Merujuk wallstreetmojo.com, oknum tersebut dapat melakukan cara seperti mengaburkan asal usul uang tunai, mengubah bentuknya, atau memindahkannya ke rekening yang tak terlalu menarik perhatian.
Dengan demikian, mereka pada akhirnya dapat 'membersihkan' semua uang ketika menjalankan bisnis dan transaksi tanpa menimbulkan keraguan.
Sederhananya, money laundry adalah kegiatan yang dilakukan individu atau kelompok untuk membuat uang kotor mereka menjadi terlihat legal (bersih), sehingga dapat masuk ke perekonomian suatu negara.
Proses money laundering sendiri umumnya melipatkan tiga tahapan, yakni penempatan, pelapisan, dan integrasi. Untuk mengetahui tiap tahapan tersebut, simak informasinya di bawah ini.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Sistem Payroll dan Metode Perhitungannya
Tahapan Money Laundry
Berikut tiga tahap utama yang biasanya terlibat dalam proses money laundry yang dikutip dari laman wallstreetmojo.com:
1. Penempatan (Placement)
Tahap penempatan menunjukkan kegiatan mengendapkan hasil uang ilegak ke dalam rekening bank domestik atau luar negeri. Sebagai contoh, seseorang dapat mentransfer uang tunai dalam bentuk barang, perhiasan berharga, atau bahkan cek dan menukarkannya ke mata uang lain.
Mereka kemudian dapat mengangkut barang berharga atau uang ini ke luar negeri, jauh dari sumber asalnya ke negara yang memiliki kemudahan investasi dan pengendapan.
2. Pelapisan (Layering)
Pelapisan diartikan sebagai kegiatan menyamarkan asal usul hasil kejahatan pencucian uang. Proses ini memiliki tujuan untuk menyembunyikan semua jejak uang kotor.
Seseorang dapat mentransfer uang dan membaginya ke dalam beberapa akun di antara negara, individu, atau perusahaan. Mereka juga menggunakan bank dengan kebijakan privasi yang ketat untuk ini, begitu juga perusahaan luar negeri yang dinominasikan sebagai pemegang rekening bank.
3. Integrasi (Integration)
Integrasi adalah tahap ketika para penjahat menciptakan asal usul uang yang 'legal'. Pada tahap ini, uang tersebut telah masuk kembali ke dalam perekonomian tanpa disadari siapa pun. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melakukan hal ini adalah:
Menutupi uang tersebut sebagai pendapatan bisnis dengan memberikan bukti palsu atas keuntungan modal atau pinjaman.
Menggunakan uang tersebut dalam transaksi pihak ketiga dan membuat faktur, kontrak, akta, dan perjanjian palsu.
Memanipulasi harga faktur dan hasil penjualan dengan mencampurkan sumber pendapatan legal dan ilegal.
Membeli properti dan menyamarkan detail kepemilikan.
Mereka kemudian menginvestasikan uang tersebut dalam bentuk properti, real estat, sekuritas, dan lainnya atau digunakan untuk mendanai bisnis legal atau ilegal.
(MQ)
